Ketika dua batu berbenturan maka tak akan ada yang menang atau kalah, keduanya sama-sama keras dan tak mudah dihancurkan. Namun ketika dua batu disandingkan untuk dijadikan pondasi sebuah bangunan maka kedua batu itu akan memiliki peran penting untuk mempertahankan bangunan di atasnya. Apabila dua individu diibaratkan sebagai batu yang keras, maka bangunan di atasnya merupakan sebuah kisah yang akan membuat keduanya bersatu dan tak bisa dipisahkan.
"Mphh.."
Lenguhan pelan lolos dari bibir yang lebih muda. Seorang pemuda manis yang memegang jabatan sebagai manajer divisi periklanan tengah terpejam dengan bibir yang terus bergerak untuk beradu ciuman dengan lawannya. Tubuhnya duduk di atas wastafel toilet pria dengan kaki yang mengangkangi lelaki di hadapannya. Tangan mungilnya melingkar nyaman di leher lelaki itu dengan sesekali meremas pelan rambut hitamnya untuk menyalurkan rasa puas dari sebuah ciuman panas.
"Nghh."
Lenguhan itu kembali muncul ketika sang lawan yang merupakan sekretaris direktur tengah menjilat pelan lehernya menimbulkan sensasi tersendiri di dalam dirinya. Sebelah tangannya bergerak turun dan mulai mengusap dada bidang sang lelaki dengan niatan menggoda untuk melakukan lebih.
"Setelah ini kita ada rapat," ucap Changbin sembari menahan tangan Felix untuk berhenti menyentuh tubuhnya.
"Sekali saja," bisik Felix dengan pelan sembari menatap sayu ke arah lelaki di hadapannya.
Changbin menatap Felix yang kini terlihat berantakan. Dasi pemuda manis itu sudah longgar dan kemeja kerjanya keluar dari celananya menimbulkan kesan tak rapi. Bibir merah mudanya memerah dan rambutnya yang biasa ditata rapi sudah berantakan akibat ciuman panas yang mereka lakukan di dalam toilet perusahaan. Beruntungnya Felix telah mengunci pintu masuk ke toilet sehingga kegiatan panas mereka tak akan dipergoki oleh orang lain.
"Tidak ada waktu untuk melakukannya," ucap Changbin sembari mematut diri di cermin untuk merapikan penampilannya.
"Kita sudah lama tidak melakukannya," ucap Felix masih mencoba membujuk Changbin.
"Tidak untuk saat ini, aku harus mempersiapkan rapat yang akan diadakan satu jam lagi."
"Lakukan sebentar saja jika kau sungguhan merasa bersalah padaku," ucap Felix yang kini menarik tangan Changbin agar kembali berdiri di hadapannya.
Benar, beberapa saat lalu Changbin mengunjungi ruangan Felix untuk meminta maaf soal sikap kasarnya malam sebelumnya. Changbin tidak berniat meminta maaf untuk suatu hal yang bukan salahnya, namun dalam hatinya ia merasa tak enak ketika mengetahui bahwa Felix sudah mempersiapkan segalanya. Ya.. Setidaknya ia harus meminta maaf sebagai formalitas rekan kerja bukan? Tapi Felix justru menariknya ke toilet dan keduanya berakhir dengan penampilan berantakan seperti sekarang.
"Rasa bersalahku tidak ada hubungannya dengan memuaskanmu," ucap Changbin dengan sabar menghadapi sikap Felix.
"Sebentar saja Changbin."
"Kau tau aku tidak bisa selesai sebentar bukan?"
"Kalau begitu lakukan dengan lama."
"Aku menyesal sudah minta maaf padamu," ucap Changbin dengan malas.
"Ya sudah cium saja, 10 menit lagi," ucap Felix yang kini kembali mengalungkan tangannya di leher Changbin dan mulai memagut pelan bibir lelaki itu.
Keduanya kembali berciuman dengan panas dan tangan mungil Felix mulai menyelinap masuk ke dalam celana Changbin untuk menyentuh sesuatu yang menggantung di selangkangan lelaki itu. Changbin yang sadar segera menarik keluar tangan Felix dengan bibir yang masih terus memagut panas menyalurkan hasrat yang sudah lama tak tersalurkan. Ya lumayan, ini hampir sebulan sejak mereka terakhir kali bergumul di ranjang jadi jelas saja ciuman kali ini cukup panas karena tubuh mereka merindukan sentuhan sama lain. Iya, hanya tubuh mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 5 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2021, September 11th ⚠️BXB AREA⚠️ Cerita dan ide original dari Sweetbearry10. Saya hanya mem...
![Three Words 5 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/284685682-64-k258831.jpg)