A Piece Of Cake III

2.5K 379 168
                                        


Felix memasuki gerbang sekolah tepat 15 menit sebelum bel masuk berbunyi. Seperti biasanya pemuda manis segera menuju ke halaman parkir untuk memarkirkan sepedanya. Ia suka mengendarai sepeda karena memiliki tempat parkir sendiri sehingga tidak perlu berdesakan dengan siswa lain yang kebanyakan mengendarai motor. Ia hanya malas jika harus berdesakan dengan banyak siswa ketika pulang, itu kenapa ia lebih memilih mengendarai sepedanya.

"Selamat pagi."

Suara dari samping membuat Felix seketika menoleh dan mendapati Changbin baru datang dengan menaiki sepeda beserta helm yang melindungi kepalanya.

"Kau naik sepeda?" Tanya Felix yang tidak bisa menyembunyikan keingintahuannya.

"Akhir-akhir ini badanku sering sakit karena jarang berolahraga, jadi aku memutuskan untuk naik sepeda ke sekolah," jawab Changbin sembari melepas helmnya. Pemuda itu mengacak rambutnya kemudian ia menatap Felix dengan senyum tipisnya.

"Sudah terlihat sehat belum?" Tanya Changbin sembari mengangkat tangannya untuk memperlihatkan otot lengannya.

"Apa kau menggayuh sepeda dengan tanganmu?" Tanya Felix dengan sarkas membuat Changbin meringis malu.

"Dasar tukang pamer," lanjut Felix sebelum kemudian berjalan menuju kelasnya.

Changbin segera menyusul dan keduanya berjalan beriringan di koridor sekolah seperti sore sebelumnya, namun kali ini koridor sangat ramai siswa berlalu-lalang menciptakan suasana yang sangat berbeda dari kemarin.

"Semalam kau mendengkur," ucap Changbin membuka obrolan.

"Kau mematikan panggilan pukul berapa?" Tanya Felix mencoba membicarakan hal lain karena merasa malu mendengar ucapan Changbin.

"Pukul dua mungkin? Aku tidak yakin."

"Apa kau biasa tidur selarut itu?"

"Kadang-kadang ketika aku sedang memiliki inspirasi untuk laguku."

Felix menoleh menatap Changbin kemudian pemuda manis itu bertanya dengan nada yang terdengar tertarik dengan pembahasan mereka. Matanya membulat dengan lucu membuat siapapun yang melihatnya merasa gemas.

"Kau bisa membuat lagu?"

"Semua orang bisa, Fel."

"Tapi tidak semua orang bisa bermain musik dan memahami nada."

"Bisa asalkan ada kemauan."

Felix diam dan keduanya tetap berjalan beriringan. Felix sadar beberapa kali ada siswi yang menatapnya tidak suka tapi ia mencoba abai karena ia tau para siswi itu sedang merasa cemburu soal kedekatannya dengan Changbin. Ah benar, semua orang masih berpikir bahwa ia dan Changbin berpacaran. Tapi mau bagaimana lagi, menjelaskanpun rasanya tidak akan ada yang percaya padanya.

"Sejak kapan kau suka menari?" Tanya Changbin kembali membuka pembicaraan.

"Sejak masuk SMA."

"Oh ya? Bagaimana kau menyadari bahwa kau menyukainya?"

"Siswa baru wajib memilih ekskul dan dulu aku tidak memiliki apapun yang aku suka, lalu Hyunjin memilih club dance jadi aku ikut saja agar ada teman."

"Jadi kau dan Hyunjin sudah berteman sejak lama ya?" Tanya Changbin memastikan.

"Iya. Eh tunggu, kenapa kau melewati kelasmu?" Tanya Felix ketika ia sadar bahwa kelas Changbin sudah terlewat beberapa meter di belakang mereka.

"Aku mau mengambil sesuatu di loker," ucap Changbin membuat Felix mengangguk paham. Letak loker siswa berada di dekat kelas Felix jadi wajar jika Changbin melewati kelasnya begitu saja.

Three Words 5 [ChangLix]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang