Changbin keluar dari kamar mandi sembari bersiul pelan. Rambutnya yang basah mengalirkan air menuruni tubuhnya yang kokoh. Kakinya melangkah memasuki walk in closet dengan matanya yang memindai seluruh ruangan untuk memilih pakaian terbaik yang ingin ia kenakan. Melewati cermin besar di dalam ruangan lelaki itu berhenti sejenak kemudian tersenyum bangga melihat pahatan sempurna di tubuhnya hasil rutin berolahraga.
"Dia tidak akan kecewa," ucap Changbin sembari mengangkat lengannya menunjukkan betapa kokohnya lengan tersebut.
Changbin menghabiskan waktu cukup lama dibanding hari-hari biasanya. Tak terhitung berapa kali lelaki itu bercermin untuk memastikan penampilannya sudah sempurna. Sebagai sentuhan akhir ia memilih salah satu parfum mahalnya kemudian ia semprotkan ke tubuhnya hingga ia mengangguk puas.
"Aku datang sayang," gumam Changbin dengan semangat sebelum kemudian melangkah keluar apartemennya.
Kaki Changbin menginjak pedal gas dengan santai melajukan mobilnya menuju kawasan pusat kota. Di tengah jalan ia mampir sebentar untuk membeli sarapan dan setelahnya kembali pergi ke tujuan utama.
Mobil hitam dengan merk ternama miliknya terparkir apik di sebuah basement apartemen. Tepat ketika ia akan turun dari mobilnya, seorang pemuda dengan paras manisnya berjalan keluar dari lift yang ada disana. Buru-buru Changbin keluar dari mobil dan tanpa tau malu segera memeluk pemuda manis itu dari belakang.
"Kau membuatku terkejut!" Pekik pemuda manis itu memenuhi basement yang sepi.
Changbin terkekeh kemudian tangannya bergerak untuk mengacak pelan rambut halus Felix yang sedang merengut kesal.
"Selamat pagi sayang," ucap Changbin sembari melepas pelukannya.
"Berhenti memanggilku seperti itu."
"Haruskah aku memanggilmu suamiku?" Tanya Changbin dengan senyum bahagianya.
Felix memutar bola mata malas namun pemuda manis itu tak protes ketika kini tangan Changbin bertengger di atas kepalanya untuk merapikan rambutnya yang sebelumnya diberantaki oleh lelaki itu.
"Sudah siap pergi ke kantor?" Tanya Changbin setelah selesai merapikan rambut mantan kekasihnya.
"Menurutmu?"
"Ayo aku antar."
"Aku punya mobil sendiri."
"Aku ingin mengantarmu."
"Mobilku baik-baik saja."
"Dulu juga aku sering melakukannya kan? Ayolah aku ingin berangkat kerja bersamamu seperti dulu."
"Itu sudah masa lalu, Changbin."
Changbin merengut tak suka mendengar ucapan Felix meski itu adalah kenyataan. Lelaki itu terdiam sejenak sebelum kemudian pekikan Felix kembali terdengar ketika tiba-tiba Changbin mengangkat tubuhnya menuju mobil lelaki itu.
"Changbin turunkan aku!"
Changbin tak menanggapi, lelaki itu baru menurunkan tubuh Felix ketika mereka sampai di mobilnya. Sebelum Felix kabur darinya, Changbin segera membuka pintu penumpang dan mendorong pelan tubuh Felix agar duduk disana.
"Kenapa tubuhmu semakin ringan?" Tanya Changbin sembari tangannya bergerak memasangkan sabuk pengaman pada Felix hingga wajah mereka berjarak sangat dekat.
"Jika aku mengatakan itu adalah salahmu apakah kau akan merasa bersalah?"
"Apapun yang terjadi padamu maka itu tanggung jawabku, jadi aku akan pastikan kau kembali sehat seperti sebelumnya," ucap Changbin dengan pelan di depan wajah Felix.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 5 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2021, September 11th ⚠️BXB AREA⚠️ Cerita dan ide original dari Sweetbearry10. Saya hanya mem...
![Three Words 5 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/284685682-64-k258831.jpg)