Felix duduk di mobilnya sembari mengetuk-ngetuk roda kemudi. Jam pulang kerja telah lewat dan di basement perusahaan hanya tersisa beberapa mobil milik karyawan yang sedang lembur kerja. Felix sudah selesai bekerja namun pemuda manis itu belum juga mengemudikan mobilnya ketika fokusnya terganggu oleh seseorang yang beberapa menit lalu tiba-tiba masuk dan duduk di kursi penumpang.
"Kenapa kau disini?" Tanya Felix memecah keheningan mengalihkan perhatian Changbin yang sedang melepas dasinya.
"Kakak," ucap Changbin dengan cuek sembari membuka kancing teratas kemejanya hingga ia merasa lega karena tidak lagi tercekik oleh dasi yang seharian ia pakai.
"Baiklah, kenapa kakak disini?" Ucap Felix mengulang pertanyaannya sembari menahan rasa canggung karena ia harus membiasakan diri memanggil Changbin dengan sebutan yang manis namun juga menggelikan.
"Aku ingin mengantarmu pulang," jawab Changbin dengan santai.
"Dan kau duduk di kursi penumpang?"
Felix berucap sarkas namun Changbin masih tetap santai sembari menatap ke arah pemuda manis itu.
"Itu karena kau duduk di kursi pengemudi."
Felix turun dari mobil kemudian pemuda manis itu berjalan memutar dan membuka pintu penumpang.
"Minggir sana," usir Felix sembari mendorong tubuh Changbin agar bergeser ke kursi pengemudi.
Changbin bergerak tanpa banyak bicara dan kini posisi keduanya menjadi sama seperti ketika mereka berangkat ke kantor tadi pagi.
"Pinjam ponsel," ucap Felix sembari menengadahkan tangannya ke arah Changbin.
Changbin tidak banyak bertanya dan lelaki itu dengan santainya memberikan ponselnya pada Felix. Pasangan yang sudah bersama cukup lama saja belum tentu mau melakukannya tapi Changbin sama sekali tak terganggu dan justru ia suka jika Felix ingin tau lebih banyak tentangnya.
Felix menghela nafasnya membuat Changbin menoleh karena ingin tau apa yang terjadi. Lelaki itu memperhatikan Felix yang tengah mengetik sesuatu sebelum kemudian mengembalikan ponselnya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Mengganti nama kontakku menjadi sesuatu yang lebih baik."
Changbin membuka ponselnya dan lelaki itu tersenyum geli melihat nama kontak pemuda manis itu di ponselnya.
"Baby atau babi?"
"Kau mengajakku berkelahi?"
"Di ranjang?" Tanya Changbin membuat Felix menoleh dengan cepat.
"Kau menggodaku?"
Changbin menggeleng kemudian lelaki itu menengadahkan tangannya ke arah Felix membuat pemuda manis itu bingung. Changbin tak berucap apa-apa jadi Felix dengan polosnya memberikan tangannya untuk menggenggam tangan Changbin.
Cup
"Maksudku berikan ponselmu," ucap Changbin setelah mengecup punggung tangan Felix membuat pemuda manis itu salah tingkah.
"Ini," ucap Felix dengan patuh memberikan ponselnya.
Changbin terlihat mengetikkan sesuatu di ponsel Felix kemudian lelaki itu mengembalikan ponsel itu ke pangkuan Felix. Setelahnya Changbin tiba-tiba menarik tengkuk Felix hingga keduanya berciuman ringan di dalam sana. Seakan tak pernah bosan dengan bibir masing-masing, kedua laki-laki itu kembali saling memagut dengan lenguhan pelan yang keluar dari bibir yang lebih muda.
Beberapa saat mereka berciuman dan Changbin lebih dulu melepas ciumannya menimbulkan lenguhan protes dari Felix yang masih menginginkan bibir pasangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 5 [ChangLix]
Fiksi PenggemarKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2021, September 11th ⚠️BXB AREA⚠️ Cerita dan ide original dari Sweetbearry10. Saya hanya mem...
![Three Words 5 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/284685682-64-k258831.jpg)