The Best Star III

1.7K 292 88
                                        

Simbol 📽 menandakan adegan dalam film.




Seorang aktor memiliki tanggung jawab yang besar. Dimulai dari kemampuan akting yang mumpuni, kemistri dengan lawan main yang harus diasah agar tidak terlihat kaku, lalu mereka harus siap melakukan adegan apapun sebagai bentuk profesionalisme. Changbin dan Felix memiliki semua itu. Mereka mampu melakukan segalanya dengan baik karena tidak adanya kecanggungan di antara mereka ketika beradu akting. Mungkin saling mengenal sejak lama menjadi salah satu faktor pendukung, namun keduanya memang dikenal sebagai aktor yang memiliki kemampuan akting yang fantastis. Meski begitu, ketika awal mereka menyetujui untuk berada di dalam film yang sama keduanya fokus membaca skrip berkali-kali untuk masuk ke dalam karakter yang akan dimainkan. Disinilah mereka sekarang, menjalani proses perekaman yang cukup panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

📽

"Bisakah Changbin sedikit memberi jarak ketika menyentuh Saerin? Hasil rekaman kurang bagus ketika kalian terlalu dekat," ucap Felix yang kini duduk di kursi lipat tempat sutradara memantau proses syuting.

Changbin mendongak dengan alis yang terangkat sebelah mendengar penuturan dari sutradaranya.

"Bukankah di naskah dijelaskan bahwa kami harus berdekatan?" Tanya Changbin yang kini berpindah posisi menjadi duduk di atas ranjang.

"Aku merasa kurang cocok dengan hasilnya, tolong kalian ulangi adegan tersebut tanpa saling menempelkan tubuh."

"Tapi sutradara Lee–"

"Apa kau masih akan protes? Diskusikanlah dengan asisten sutradara dan panggil aku setelah kalian selesai," ucap Felix yang kemudian bangun dari duduknya untuk keluar meninggalkan ruang syuting dalam ketegangan.

Changbin tak menurut dengan bicara pada asisten sutradara, pemuda itu justru bergegas mengejar Felix yang kini berdiri di balkon dengan rokok di tangannya.

"Aku kira kau sudah berhenti merokok," ucap Changbin sembari merebut rokok dari tangan Felix.

Felix melirik malas kemudian pemuda manis itu hanya bungkam sembari menatap pemandangan dari ketinggian disana.

"Kenapa kau marah? Tidak biasanya kau begini," ucap Changbin sembari meletakkan rokok Felix ke atas meja yang ada disana.

"Sudah aku bilang untuk bicara pada asisten sutradara."

"Apa kau cemburu?" Tanya Changbin sembari menyentuh pipi Felix untuk menatapnya.

"Jangan bercanda," ucap Felix dengan pelan.

"Lalu kenapa kau marah?"

"Aku tidak marah, aku hanya merasa tidak cocok dengan posisi kamera tadi."

"Dan kau mengubah naskah secara tiba-tiba, jika bukan marah lalu apa? Apa sekarang kau cemburu ketika aku beradu akting dengan lawan mainku?" Tanya Changbin dengan tangan yang kini mengusap pelan pipi Felix.

"Aku bilang tidak!"

"Felix."

"Aku sedang dalam suasana hati yang buruk. Kita tunda saja perekaman hari ini," ucap Felix yang kemudian buru-buru pergi meninggalkan tempat syuting.

"CUT! Luar biasa kalian bisa membawakannya dalam sekali rekam," ucap sutradara dengan ekspresi puas di wajahnya. Para staff pun turut merasa puas dengan akting Changbin dan Felix barusan. Jika aktor tidak mengulang adegan maka pekerjaan staffpun akan semakin ringan.

Changbin mengangguk bangga kemudian pemuda itu mendekati Felix yang kini sedang minum. Changbin dengan iseng menepuk pantat Felix membuat pemuda manis itu hampir tersedak karena merasa terkejut.

Three Words 5 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang