Langit sore yang berwarna kelabu kini telah berganti menjadi gelap ketika waktu menunjukkan pukul 6 lewat. Hujan masih turun dengan deras membuat dua siswa terjebak di kamar salah seorang dari mereka. Changbin tengah sibuk dengan tugasnya membuat Felix merasa bosan karena tak ada yang bisa diajak bicara.
Sang empunya kamar duduk di depan komputernya, dan si tamu hanya duduk diam di atas ranjang sembari memeluk bantal di pangkuannya. Felix sudah mandi dan berganti baju, dipinjami oleh Changbin yang merasa kasihan ketika melihat Felix tak nyaman dengan seragamnya.
"Changbin," panggil Felix memecah keheningan di kamar itu.
"Hm?"
"Masih lama?"
Changbin memutar kursinya menghadap Felix kemudian pemuda itu mendekat masih dengan duduk di atas kursi komputernya.
"Bosan?" Tanya Changbin sembari mengusap pelan rambut Felix.
"Lumayan."
"Bantu aku mengerjakan tugas saja," ucap Changbin dengan senyum jahil yang muncul di bibirnya.
"Tugas apa?" Tanya Felix berbasa-basi meski ia tak begitu pintar di bidang akademis.
"Makalah sejarah."
Felix mengerutkan keningnya kemudian pemuda manis itu menggeleng sembari menyilangkan tangannya.
"Kerjakan sendiri saja," ucap Felix membuat Changbin terkekeh pelan.
"Kalau bosan menungguku, ke bawah saja main dengan Chaebin. Dia pasti sedang bermain barbie."
"Maksudnya kau menyuruku bermain barbie bersamanya?"
Changbin menjentikkan jarinya sembari mengangguk mantap. Tak lupa senyum jahil terbentuk di bibirnya. Memang ya Changbin tidak bisa jika tidak mengusili Felix sehari saja.
"Tepat sekali, kan cocok sama-sama cantik dan imut."
"Aku tidak cantik!"
"Jadi imut saja?" Tanya Changbin sembari mencubit kedua pipi Felix dengan gemas.
Felix hanya menatap datar ke arah Changbin membuat pemuda itu melepas cubitannya dan berganti mengusak rambut Felix hingga berantakan.
"Kalau tidak mau main dengan Chaebin, main denganku saja bagaimana?"
"Main apa?"
Senyum jahil Changbin kembali lagi. Kali ini terlihat lebih mencurigakan membuat Felix mempersiapkan diri untuk bersabar.
"Maunya main apa?" Tanya Changbin dengan tubuh yang makin mendekat pada Felix.
"Apa yang kau lakukan? Jangan dekat-dekat," ucap Felix sembari menahan dada Changbin, namun pemuda itu dengan cepat menggenggam tangan Felix hingga si pemuda manis tak bisa berkutik.
Felix makin memundurkan kepalanya namun Changbin tak mau kalah dengan terus mendekat hingga Felix sudah terpojok karena kini dirinya telentang di atas ranjang dengan Changbin di atasnya. Senyum jahil Changbin makin memudar, tatapannya pun beralih dari mata Felix ke bibir pemuda manis itu.
Tak ada satupun yang bicara. Disana hanya terdengar suara hujan yang menyamarkan suara detakan jantung keduanya. Perlahan Changbin memejamkan matanya seiring jarak yang makin terkikis. Pikiran Felix terasa kosong, yang bisa ia lakukan hanyalah turut memejamkan mata ketika bibir Changbin menempel di bibirnya.
Tok tok
"KAK BIN!"
Changbin refleks bangun dari posisinya, sedangkan Felix masih terbaring di ranjang dengan mata yang menatap kosong ke arah langit-langit kamar. Kejadian barusan terasa begitu cepat hingga membuat mereka merasa canggung dan malu pada satu sama lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 5 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2021, September 11th ⚠️BXB AREA⚠️ Cerita dan ide original dari Sweetbearry10. Saya hanya mem...
![Three Words 5 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/284685682-64-k258831.jpg)