Sweetly Annoying VI

1.8K 231 130
                                        

Changbin selalu menganggap Felix sebagai anak yang berisik. Pemuda manis itu seringkali membuat orang kesal dengan ucapannya yang eksentrik. Bisa dibilang Changbin adalah salah satu orang yang paling sering diganggu oleh Felix, tetapi lambat laun rasa kesalnya tak lagi terasa, saat ini justru ia suka ketika Felix menempel padanya. Entah perasaan itu muncul karena terbiasa, atau mungkin ada sesuatu yang lain muncul di hatinya.

Pagi hari di kos putra masih cukup sepi. Hanya ada suara kerusuhan dari salah satu penghuni yang terlambat bangun hingga harus bergegas berangkat kuliah tanpa mandi. Changbin masih bersantai di kamarnya karena ia hanya memiliki kelas pada siang hari. Ketika Changbin sedang berbaring nyaman di ranjangnya, tiba-tiba tercium aroma minyak telon yang jelas milik siapa.

Changbin bangun dari berbaringnya kemudian pemuda itu buru-buru berlari ke meja belajar dan membuka sedikit pintu kamarnya. Sengaja karena ia tau si bocah rusuh akan mampir untuk membuat onar disana.

"Pagi, Kak Changkibar!" Teriak Felix dengan semangat sembari menyembulkan kepalanya dari balik pintu.

Changbin berdehem kemudian pemuda itu menatap Felix yang sudah berdandan rapi dan wangi.

"Ada kelas pagi, Fel?" Tanya Changbin yang merasa ingin tau.

"Tidak, aku diajak makan bersama Yoomi dan setelahnya kami akan ke pusat perbelanjaan untuk jalan-jalan sebelum kelas nanti sore."

"Berdua?" Tanya Changbin dengan cepat sembari memutar duduknya hingga menghadap ke arah Felix yang kini sudah masuk ke kamarnya.

"Tidak boleh berduaan, nanti yang ketiga setan," ucap Felix yang kemudian terkikik geli meski ucapannya tidak lucu bagi Changbin.

"Lalu dengan siapa lagi?"

"Kak Chang ingin tau?"

"Iya."

"Kepo," jawab Felix dengan menyebalkan membuat Changbin jadi tak sabar.

"Aku ikut," ucap Changbin membuat Felix memiringkan kepalanya dengan lucu.

"Ikut aku dan Yoomi?"

"Iya, kebetulan ada yang ingin aku beli di pusat perbelanjaan," ucap Changbin beralasan. Bohong ah, dasar laki-laki tsundere.

"Kata Yoomi aku tidak boleh mengajak orang lain," ucap Felix membuat Changbin seketika mengerutkan keningnya tidak suka.

Jadi begitu ya, ternyata gadis itu dengan cepat mengambil langkah untuk mengantisipasi Changbin ikut serta. Ini tidak bisa dibiarkan, Changbin tidak terima!

"Kenapa tidak boleh?"

"Mana aku tau, aku kan tidak tau," ucap Felix sembari mengangkat bahunya dengan ekspresi lucu yang sebenarnya agak menguji kesabaran.

"Kau tidak mengajak siapapun, aku yang ingin ikut."

"Memangnya itu berbeda ya?"

"Tentu saja beda."

"Jadi Kak Chang ingin ikut?" Tanya Felix yang segera diangguki Changbin.

"Tidak boleh, aku sudah berjanji pada Yoomi untuk tidak mengajak siapapun. Jika Kak Chang tidak ingin pergi sendiri, nanti malam saja aku temani beli, bagaimana?"

Tidak bisa! Changbin bukannya takut membeli barang sendiri, ia kan hanya beralasan karena ingin ikut Felix pergi. Maksudnya ia tidak cemburu kok. Ia hanya ingin... Ikut jalan-jalan. Iya, hanya itu alasannya. Yakin, Bin?

"Sudah ya kak aku pergi dulu. Kiss bye untuk Kak Chang. Muaahh.."

Felix melempar cium jauh pada Changbin kemudian dengan semangat pemuda manis itu berbalik pergi dan hanya menyisakan aroma minyak telon di sepanjang koridor. Changbin sudah tak bisa berkutik, kalau dirinya membuntuti Felix itu sama saja dirinya menjadi penguntit. Duh, mau ditaruh mana tampang gantengnya kalau ia berbuat seperti itu. Tapi kan.. Ia mana bisa tenang membiarkan Felix pergi berduaan dengan gadis centil itu.

Three Words 5 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang