Play With You II

4.3K 256 119
                                        

Warn! Sex scene hampir satu part (lmao)







Felix duduk di meja makan dengan tangan menyangga dagunya. Di hadapannya ada piring kosong dan segelas air putih yang masih penuh isinya. Di sampingnya Changbin duduk sembari memainkan ponsel dan keduanya hanya diam membiarkan suara wajan dari arah dapur mengisi keheningan. Tak berapa lama kemudian, seorang wanita dengan apron yang membungkus tubuhnya datang mendekati meja makan dengan sepiring besar masakan di tangannya.

"Sudah sore begini kenapa kalian belum makan siang?" Tanya wanita dengan beberapa kerutan yang terlihat di wajah cantiknya.

Felix mengambil makanan yang masih mengepulkan asap kemudian pemuda manis itu menendang pelan kaki Changbin yang masih sibuk dengan ponselnya. Lelaki itu pun segera meletakkan ponselnya kemudian beralih menatap wanita di hadapannya.

"Ibu kan tau seberapa banyaknya pekerjaanku, sedangkan Felix juga sibuk di kamar layaknya anak seusianya. Kami tidak mempedulikan waktu dan hanya makan ketika sudah merasa lapar," ucap Changbin sembari menyendok makanan di depannya.

Wanita yang merupakan ibu dari Changbin sekaligus nenek tiri Felix hanya menggeleng maklum kemudian wanita itu membiarkan anak dan cucunya makan tanpa omelannya. Wanita itu melepas apronnya kemudian pergi dari ruang makan untuk membereskan rumah yang lumayan berantakan.

Setelah ibu Felix meninggal empat tahun yang lalu, ibu Changbin yang tinggal di kota lain sering datang ke rumah untuk sekedar membawakan stok makanan dan juga menginap barang semalam disana. Tak ada jadwal pasti, hanya ketika wanita itu merindukan anak dan cucunya maka wanita itu akan datang untuk mengunjungi.

"Pa," panggil Felix dengan pelan setelah neneknya tak terlihat lagi.

"Hm?"

"Tidak kuat duduk terlalu lama," keluh Felix sembari sedikit mengangkat pantatnya yang terasa lumayan sakit.

Biasanya setelah selesai bercinta mereka akan berbaring mengistirahatkan diri sembari berbagi pelukan, di saat itulah Felix bisa merilekskan lubangnya yang ditumbuk habis-habisan oleh sang ayah tiri. Namun tadi keduanya dibuat panik ketika mengetahui ibu Changbin datang tanpa mengabari lebih dulu sehingga mereka tak bisa melakukan obrolan manis selepas bercinta. Jangankan mengobrol, membersihkan diri pun mereka lakukan dengan seadanya.

"Sebentar sayang, habiskan dulu makanmu," ucap Changbin sembari mengusap pelan pantat Felix berharap tindakannya mampu mengurangi rasa sakit.

Changbin membiarkan Felix makan lebih dulu dan lelaki itu membiarkan telapak tangannya menjadi alas duduk Felix agar pantatnya tidak terlalu sakit. Ia penyebabnya, jadi ia juga harus bertanggung jawab kan?

"Kalian ini jorok sekali, kenapa ada celana dalam di bawah sofa ruang tamu?" Tanya ibu Changbin yang kembali ke ruang makan dengan omelannya.

Changbin buru-buru menarik tangannya dan Felix hanya mampu menahan ringisan sakitnya ketika pantatnya kembali bertemu dengan kursi kayu yang begitu keras. Keduanya diam tak berkomentar ketika melihat ibu Changbin datang membawa sebuah celana dalam berwarna merah yang mereka tau pasti pemiliknya. Ayolah, mereka adalah dua pelaku yang saling menelanjangi diri di ruangan itu.

"Mungkin aku tidak sengaja meninggalkannya ketika sedang melipat baju disana," ucap Changbin dengan cepat beralasan agar tidak menimbulkan kecurigaan.

"Lain kali kau harus lebih teliti, bagaimana tanggapan orang lain jika mereka melihat ada celana dalam di ruang tamu? Tidakkah itu akan mencoreng citramu?" Ucap ibu Changbin masih terus mengomel.

"Aku tau, ibu. Lain kali aku akan lebih teliti," ucap Changbin menyudahi omelan ibunya.

Sebenarnya Changbin tak begitu peduli dengan adanya celana dalam di ruang tamu. Rumahnya jarang kedatangan tamu, terlebih semenjak ia mulai melakukan seks dengan Felix. Namun ia memang harus lebih berhati-hati agar hubungan terlarangnya dan sang putra tiri tidak diketahui orang lain.










Three Words 5 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang