Stronger Than You VII

1.5K 230 88
                                        


Changbin menyeduh teh di dapur sembari memperhatikan dua orang yang tengah mengobrol di ruang tengah apartemennya. Samar-samar ia mendengar obrolan Felix dengan seseorang lain yang menurutnya lucu karena tidak biasanya ia mendengar Felix bicara dengan manja seperti sekarang. Ayolah, seluruh teman Felix di sekolah adalah anak-anak nakal yang suka tawuran, tentu saja melihat seorang teman yang biasa saja jadi terlihat istimewa.

"Apa itu perban di lenganmu?" Tanya teman Felix sembari menusuk-nusuk lengan pemuda manis itu.

"Jangan disentuh, Jisung! Sakit tau," protes Felix sembari menepis pelan tangan temannya yang memiliki pipi menggemaskan seperti bakpao.

"Huh, kalau sakit harusnya jangan terluka."

"Ini adalah simbol kerennya perkelahian laki-laki," ucap Felix dengan bangga sembari memamerkan lengannya yang masih dibalut perban.

"Tapi dulu kau suka boneka!" Ucap Jisung dengan suara keras membuat Changbin tidak bisa menahan tawanya.

"Pfftt."

Felix dan Jisung otomatis menoleh ke arah dapur dan Felix dengan galak berucap kesal pada Changbin.

"Jangan menguping pembicaraan orang lain!"

Changbin mendekati ruang tengah dengan nampan berisi dua gelas teh dan juga sepiring makanan di tangannya, kemudian lelaki itu menatap Felix dan berucap dengan menyebalkan.

"Silahkan dinikmati hidangannya adik-adik manis," ucap Changbin sembari meletakkan nampan yang dibawanya ke atas meja.

"Wah, terima kasih kakak tampan. Sudah tampan, baik pula," ucap Jisung sembari mengambil sepotong kue yang ada di piring.

"Siapa yang kau sebut tampan?" Tanya Felix dengan tidak terima pada Jisung.

"Kakakmu ini, bukankah dia tampan?"

"Dia menyebalkan dan dia bukan kakakku!"

"Bukan kau yang menyebalkan, Fel?" Tanya Jisung dengan santai sembari mengunyah makanannya.

Changbin terlihat menahan tawanya membuat Felix melotot kesal ke arah lelaki itu. Inilah kenapa Felix tidak nyaman ketika melihat Jisung, yang merupakan temannya sejak SD hingga SMP, menyapanya di rumah sakit tadi. Jisung adalah teman akrab Felix dan pemuda itu selalu berucap asal yang tentunya akan mempermalukan Felix di depan Changbin. Hilang sudah citra berandalnya jika Jisung menceritakan segalanya tentang Felix di masa lalu.

"Jadi Jisung teman Felix sejak kecil ya?" Tanya Changbin dengan penasaran.

"Iya kak."

"Seperti apa Felix yang dulu?"

"Jangan banyak bertanya dan masuk saja ke kamarmu!" Sela Felix dengan kesal sebelum Jisung membeberkan semua hal memalukan pada Changbin.

Jika ini orang lain Felix tidak peduli, tapi ini Seo Changbin, seseorang yang selalu membuatnya kesal tiap harinya. Ia harus mencegah Changbin mengetahui kelemahannya atau lelaki itu akan memanfaatkan hal tersebut demi mencapai tujuannya mengatur sikap Felix.

"Dulu Felix memang anak yang lumayan bodoh di sekolah, tapi dia–"

"Pergi Seo Changbin!" Teriak Felix sembari membekap mulut Jisung yang baru bicara saja sudah mengatakan hal yang buruk.

"Kenapa harus?" Tanya Changbin dengan menyebalkan membuat Felix makin melotot galak ke arahnya.

"Pergi!" Teriak Felix lagi membuat Changbin akhirnya mengalah sebelum pemuda manis itu melempar barang di sekeliling ke arahnya.

Changbin memilih masuk ke kamarnya untuk mengambil pakaian bersih sekaligus menyimpan pistolnya. Ketika melewati cermin, Changbin menoleh menatap wajahnya yang babak belur dihajar oleh ayah Felix kemudian lelaki itu hanya mengedikkan bahu dan keluar dari kamarnya untuk mandi.

Three Words 5 [ChangLix]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang