Warn! Sex scene + surprise
Baca sampai akhir!
"Shh ahh.."
Tubuh mulus seorang pemuda terlonjak dengan lihai. Pantatnya yang sintal terus bergoyang berusaha memanjakan sebuah batang keras yang keluar masuk di tubuhnya. Keringat yang membasahi tubuhnya tak ia hiraukan dan justru keadaannya saat ini menambah kesan seksi yang begitu menggoda birahi.
"Ahh nghh apa ahh kurang kuat?" Tanya si pemuda manis dengan tubuh yang terus bergoyang keenakan.
Seorang lelaki dengan usia yang jauh lebih dewasa menggeram nikmat dan tangannya yang bebas tak pernah beristirahat menjamah setiap inchi tubuh pemuda manis di atas pangkuannya. Lelaki itu meremat pantat lawan mainnya dan dengan semangat membantu pemuda manis itu bergoyang lebih cepat.
"Semampumu saja, sayang," jawab lelaki itu yang setelahnya mengerinyit ketika si pemuda manis mengetatkan lubang hingga menjepit kemaluannya.
"Mhh.. Ahh ahh sangat dalam," desah si pemuda manis dengan keenakan.
Sofa putih yang mereka tempati berderit pelan seakan ingin menunjukkan betapa panasnya kegiatan di atasnya. Desahan yang terus bersahutan dan ucapan kotor yang sesekali keluar dari bibir keduanya menjadi bumbu tersendiri yang menambah kenikmatan bercinta.
"Ahh aku.. Ahh ahh nghh."
"Ingin bertukar tempat hm?"
Yang lebih muda mengangguk samar di tengah gerakannya kemudian dengan mudahnya si lelaki dewasa mengangkat pemuda manis itu hingga kini menungging di sofa memamerkan lubangnya yang berkedut minta diisi. Tak ingin memberi jeda terlalu lama, si lelaki kembali menghujamkan kejantanannya dengan kuat membuat si pemuda manis menggelinjang nikmat.
"Ahh yahh disana ahh ahh terus.."
"Ahh sangat ketat sayang."
"Nghh ahh lagi.. Ahh ahh disana lagi," desah yang lebih muda ketika dominannya terus menumbuk titik nikmatnya dengan kuat.
Dua laki-laki itu terus bergerak membakar gairah di dalam diri. Suara penyatuan dan juga desah kenikmatan tak hentinya terdengar memenuhi seluruh ruangan yang sepi. Langit yang terlihat masih terang tak menyurutkan semangat mereka, keduanya hanya fokus pada satu sama lain dan pertemuan kelamin mereka. Siang hari di akhir pekan menjadi sebuah hari melelahkan dimana sepasang anak dan ayah berbagi kehangatan.
2 bulan yang lalu
"Papa," panggil seorang pemuda dengan paras menawan berusia 20an.
Seo Changbin, seorang laki-laki dewasa yang masih terlihat tampan di usia akhir 30an menoleh kemudian lelaki itu meletakkan tablet yang dipegangnya untuk fokus mendengarkan sang anak bicara.
"Ada apa? Papa tidak punya uang tunai," ucap si lelaki membuat sang anak merengut tak terima.
"Apa aku terlihat seperti ingin meminta uang?" Tanya si anak yang bernama Lee Felix sembari duduk di hadapan papanya.
Changbin terkekeh kemudian lelaki itu menyeruput kopinya dengan santai.
"Kau tidak biasanya memanggil papa tanpa mengucapkan apa keperluanmu, jadi papa kira kau ingin meminta uang lebih untuk berpesta bersama teman-temanmu."
"Aku ingin membicarakan soal ulang tahunku, papa tidak lupa kan?" Tanya Felix dengan ekspresi menyelidik.
"Papa tidak pernah melupakan ulang tahunmu bahkan ketika papa masih melakukan pendekatan dengan mama mu," ucap Changbin dengan bangga sebelum kemudian kembali menyeruput kopinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 5 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2021, September 11th ⚠️BXB AREA⚠️ Cerita dan ide original dari Sweetbearry10. Saya hanya mem...
![Three Words 5 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/284685682-64-k258831.jpg)