Malam datang, sebagian orang mulai terlelap untuk mengistirahatkan badan, namun sebagian lain masih terjaga dan sibuk dengan urusan masing-masing. Changbin dan Felix berbaring menyamping di ranjang dengan posisi Changbin yang memeluk Felix dari belakang.
"Nghh.."
Yang lebih muda melenguh ketika Changbin mengusap dadanya yang telanjang. Celana Felix sudah terlempar entah kemana dengan atasan yang kancingnya terbuka memperlihatkan dada dan perutnya yang mulus tanpa ada cacat sedikitpun. Changbin di belakangnya masih mengenakan atasannya dengan celana yang sudah melorot sebatas lututnya. Sesuatu yang menggantung di antara kaki Changbin tengah menegang, terjepit di antara kedua paha Felix dengan pinggulnya yang maju mundur untuk mencari kenikmatan.
"Ketatkan lagi," bisik Changbin memberi perintah agar Felix semakin merapatkan pahanya hingga miliknya semakin terjepit disana.
Felix patuh dan erangannya semakin terdengar ketika Changbin meraih miliknya dan mengurutnya perlahan dengan tangan hangat pemuda itu.
"Mhh kak.."
Ini adalah kebutuhan yang perlu dipenuhi. Sudah menjadi rutinitas mereka untuk saling memuaskan dan keduanya tak bisa menahan karena hal ini sudah menjadi kebiasaan. Meski keduanya tak bisa melakukan penetrasi, setidaknya mereka masih bisa saling menyentuh tanpa harus bermian solo di kamar mandi.
"Felix," bisik Changbin dengan suara rendahnya ketika merasakan sesuatu akan datang. Pemuda itu bergerak makin cepat dan tangannya semakin cepat pula mengurut milik Felix yang semakin keras.
"Ahh kak.."
Changbin menahan paha Felix agar semakin rapat dan pemuda itu terus menggerakkan pinggulnya dengan kuat hingga erangan panjang terdengar dari keduanya. Cairan Felix membasahi tangan Changbin sedangkan milik pemuda itu keluar membasahi paha dalam Felix.
Cup
"Thanks babe," ucap Changbin setelah mengecup pundak Felix.
Changbin segera bangun untuk mengambil kain yang dibasahi dengan air kemudian pemuda itu dengan telaten membersihkan tubuh Felix yang kotor dengan cairannya.
"Tidak puas," ucap Felix sembari merengut ketika Changbin sedang mengancingkan atasan piyamanya.
"Setidaknya kita masih bisa menuntaskan bersama," ucap Changbin dengan tangannya yang kini sibuk memakaikan celana Felix.
"Harusnya kita mengunci pintu kamar kakak ketika aku mengetes kehamilan saat itu agar tidak ada seorangpun yang tau," keluh Felix masih dengan ekspresi yang sama.
"Lebih baik mereka tau, jadi aku tau apa saja yang harus aku lakukan untuk menjaga kandunganmu."
Felix berdecak kemudian pemuda manis itu mengambil bantal untuk ia peluk. Pemuda manis itupun memposisikan dirinya membelakangi Changbin karena kesal. Changbin tentu saja bingung, Felix tidak pernah ngambek karena hal kecil, tapi sekarang pemuda manis itu jadi makin sensitif dengan segala hal.
"Langsung tidur?"
"Hm, jangan ganggu."
Changbin mengalah, pemuda itu turun dari ranjang kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia akan membiarkan Felix beristirahat agar perasaan pemuda manis itu membaik.
Seminggu berlalu sejak Changbin dan Felix kembali ke Australia. Keduanya kerap kali menghabiskan waktu bersama di dalam apartemen, entah hanya untuk mengobrol ringan ataupun saling menyentuh untuk memuaskan. Tidak ada seks, kali ini mereka patuh dengan menahannya sampai pernikahan mereka nanti.
Malam itu Changbin tengah menyiapkan makan malam dengan Felix yang berbaring di sofa ruang tengah sembari menonton televisi. Changbin benar-benar memanjakan Felix dengan tak membiarkan pemuda manis itu banyak bergerak karena beberapa hari terakhir pemuda manis itu sering mual hingga mengganggu aktifitasnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Three Words 5 [ChangLix]
FanfictionKumpulan oneshoot, twoshoot, manyshoot ChangLix Even though I look like I don't care, actually my heart is just for you. Three Words, I Love You Started : 2021, September 11th ⚠️BXB AREA⚠️ Cerita dan ide original dari Sweetbearry10. Saya hanya mem...
![Three Words 5 [ChangLix]](https://img.wattpad.com/cover/284685682-64-k258831.jpg)