A Tale of Christmas

2K 264 74
                                        

Song reccomendation
EXO - Christmas Day







"Apakah salju masih turun?"

Suara lembut wanita terdengar melalui gagang telepon yang terletak di samping perapian. Pemuda dengan surai pirang yang menjuntai menutupi sebagian keningnya duduk di sebuah sofa dengan secangkir cokelat hangat di genggaman tangannya yang lain. Pemuda itu mengeratkan jaket yang membalut tubuhnya kemudian menatap keluar jendela dimana tumpukan salju menutupi pohon cemara di luar rumahnya.

"Seperti biasa, hujan salju akan selalu menemani malam natalku disini," ujar pemuda itu.

"Kapan kau akan pulang?" Tanya wanita di sebrang sana membuat si pemuda menghela nafas pelan.

"Entahlah, ibu tau sendiri bahwa aku masih belum memiliki keberanian untuk pulang," jawab pemuda itu sembari meletakkan cangkirnya di meja.

"Bukankah kau sudah mengakhiri hubunganmu dengannya?"

Pemuda itu terdiam sejenak dengan matanya yang fokus menatap seorang lelaki dengan jaket tebal yang berjalan melewati trotoar depan rumahnya. Merasa diperhatikan, lelaki itu menoleh kemudian tersenyum ramah yang dibalas diamnya si pemuda.

"Felix?"

"Ah, iya ibu."

Felix, pemuda itu kembali fokus pada sambungan telepon dengan ibunya mengabaikan sosok lelaki yang kini sudah menghilang dari pandangannya.

"Ini bukan hanya soal mengakhiri hubungan, tapi apa yang aku sukai merupakan masalah utama disini," ucap Felix menjawab pertanyaan ibunya.

"Apa kau tidak rindu ayah?"

"Apa ayah merindukanku?" Tanya Felix dengan cepat membuat ibunya terdiam sejenak.

"Ayah pasti akan mengerti, sayang."

"Tidak, terakhir kali ayah menghubungiku dia hanya ingin menjodohkanku dengan seorang putri rekan kerjanya. Dia tidak akan pernah menerima apa yang aku suka, bu."

Felix kembali menghela nafas, kali ini lebih keras hingga wanita di sebrang sana dapat mendengarnya.

"Ibu merindukanmu, nak."

"Aku akan mengirimkan fotoku dengan pakaian natal besok, apakah itu bisa sedikit mengurangi rasa rindu ibu?" Tanya Felix bergurau meski ia tau pasti apa yang dirasakan ibunya.

"Kau begini lagi. Baiklah jika begitu, ibu tidak akan memaksamu segera pulang, yang terpenting kau selalu bahagia dan sehat disana. Jangan bersedih soal lelaki itu lagi, ibu yakin kau akan mendapatkan penggantinya sesegera mungkin."

Felix tertawa geli kemudian pemuda itu tersenyum tipis dengan perasaan hangat yang mengaliri perasaannya.

"Aku sudah tidak sedih, aku hanya ingin memeluk ibu dan memakan kue jahe buatan ibu."

"Kalau begitu segeralah pulang."

"Tidak bisa."

"Dasar anak nakal, apa enaknya hidup di luar negeri sendirian? Sudah sok seperti karakter di dalam sinetron saja," ucap ibu Felix mencibir putranya yang hanya tersenyum mendengarnya.

Ting tong

Felix menoleh ketika mendengar suara bel rumahnya kemudian pemuda itu kembali berbicara dengan ibunya.

"Ada tamu, aku tutup dulu teleponnya. Aku akan mengubungi ibu lagi besok. Aku mencintai ibu," ucap Felix dengan cepat sebelum kemudian meletakkan gagang teleponnya tanpa menunggu ibunya menjawab.

Three Words 5 [ChangLix]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang