The Dream
Yungi x Yeosang Ateez
Selamat membaca
~~~~~
Satu bulan berlalu, apa yang terjadi pada Wooyoung meninggalkan bekas luka di hati kedua orang taunya. Mereka tidak bisa melakukan apapun untuk itu, bagaimanapun San punya keputusannya sendiri. Meskipun Hongjoong bisa saja memaksakan kehendaknya dan mengancam San, namun tidak dia lakukan. Karena jika dia melakukannya akan berdampak pada masa depan sang putra. Oleh karena itu Hongjoong lebih memilih menghibur putranya dari pada memenuhi keinginannya yang tidak akan pernah terwujud.
Pernikahan San terlaksana secara tertutup, San tidak punya orang tua dan hanya dari kerabat Yura yang datang. Mingi dan Yunho juga datang hanya untuk memberi selamat. Setelah pernikahan di gelar latihan Yeosang di mulai, setiap dia pulang sekolah meski itu di malam hari dia akan tetap bersemangat, namun tentu saja setelah mengerjakan semua pekerjaan rumah.
Awalnya Yunho sangat khawatir dengan itu, dia takut putranya akan kelelahan saat di sekolah dan tidak konsentrasi belajar. Tapi ternyata tidak, San melatih Yeosang selama dua jam dan setelahnya Yeosang bisa istirahat. Namun berbeda jika liburan, San akan menambah jam dua kali lipat untuk latihan Yeosang.
Ini hari Sabtu dan Yunho bisa melihat dari jendela kamarnya Yeosang yang sedang berlatih dengan giat. Kemampuan Yeosang meningkat sangat cepat, dengan mudah dia bisa menyerap semua ilmu yang di berikan. Yunho hanya tersenyum melihat hal itu, meski dia takut jika Yeosang terluka namun dengan melihat semangat juga peningkatannya dia begitu bangga.
Tidak lama kemudian terlihat mobil Mingi datang, Yunho mengernyit heran. Bukankah ini masih jam kerja ? Bagaimana mungkin Mingi meninggalkan tanggung jawab begitu saja ? Mingi bukan orang yang akan meninggalkan tanggung jawab jika itu bukan sesuatu yang darurat.
Akhirnya Yunho segera keluar dari kamar dan turun ke lantai satu. Dia ingin segera bertanya ada masalah apa sampai Mingi dengan ceroboh meninggalkan pekerjaan begitu saja. Yunho segera bertanya ketika tubuh tegap Mingi sudah ada di depannya, "Ada apa....eh"
Belum sempat pertanyannya selesai tubuh Yunho sudah di peluk dengan erat oleh Mingi. Para pelayan segera undur diri meninggalkan kedua tuan mereka. Yunho segera bertanya ada apa gerangan yang membuat Mingi bersikap aneh. Namun bukan jawaban yang terdengar namun isakan yang keluar.
"Mi-mingi ada apa ?? Tolong jangan seperti ini" Yunho berusaha mendorong Mingi dan ingin melihat apakah Mingi benar-benar menangis saat ini.
Tapi tidak bisa, tubuh itu tidak bergerak bahkan seincipun darinya. Akhirnya Yunho memilih memeluk sang suami, meski tidak mengatakan apapun Yunho yakin pasti ada sesuatu yang besar yang membuat Mingi menjadi seperti ini. Untuk beberapa saat mereka hanya diam berpelukan, tidak, lebih tepatnya Mingi yang menyalurkan rasa sakitnya pada Yunho.
"Bear...." Akhirnya Mingi membuka suara, Yunho hanya menggumam untuk membalas Mingi. Mendengar suara Yunho hati Mingi begitu tenang, dengan ragu dia berkata, "Hyung... Bobby Hyung meninggal, seseorang membunuhnya"
Yunho sangat terkejut mendengar hal itu, dia segera melepaskan pelukannya. Mingi dengan ragu melepaskan pelukan itu juga. Kedua tangan Yunho terulur, kedua telapak tangan Yunho berusaha menangkap kedua sisi wajah Mingi yang sembab. Mingi memegang kedua tangan itu dan mencium telapak tangan halus itu pelan.
"Kita pergi ke Jepang sekarang" kata Yunho yakin.
Meski tidak mengatakannya Yunho yakin Mingi sangat ingin pergi ke sana dan melihat sang kakak untuk terakhir kalinya. Mingi mengangguk pelan dan segera membawa Yunho ke kamar untuk bersiap. Hari itu juga mereka akan pergi ke Jepang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dream (End)
RandomYeosang selalu bermimpi bisa memeluk sang ayah Song Mingi yang tidak pernah ia kenal sejak dia lahir, saat kesempatan itu datang Yeosang tidak mungkin mau melewatkannya bukan? Tapi jika dia ingin bertemu sang ayah dia juga harus rela berpisah dari i...
