Bab 54

3K 350 72
                                        

The Dream
Yungi x Yeosang Ateez





Selama Membaca !!




~~~~~

Yeosang berlari tergesa, dia merutuki halaman depan mansion yang luas, dari pintu mansion ke gerbang depan saja dia sudah lelah, mana bisa ke tempat Wooyoung kalau begini, Akh...... Yeosang ingin mengumpat saja.

Yeosang akhirnya sampai ke gerbang depan setelah menghadapi drama panjang dengan terus mengumpat dalam hati. Yeosang membungkukkan badanya karena lelah, "siapapun yang membuat mansion ini benar-benar menyebalkan...ugh lelah sekali"

"Tuan muda ??" Yeosang menegakkan badannya, melihat seorang laki-laki yang sepertinya satpam di mansion itu, Yeosang melihat laki-laki itu yang sedang memarkirkan sepedanya di dekat pos penjaga. Yeosang berjalan dengan cepat ke arah laki-laki itu, sebelum laki-laki itu menghampirinya.

"Ah tuan muda maaf apa yang ....loh loh tuan muda mau apa ??" Yeosang tiba-tiba mengambil sepeda satpam itu membuat si satpam panik sendiri.

"Sssstttt~~ ahjussi diam saja oke, aku pinjam ini sebenar" Yeosang segera menaiki sepeda itu tidak peduli dengan si satpam yang pucat basi, hey mana bisa tuan mudanya pergi dengan naik sepeda. Padahal pak satpam sudah berusaha membujuk Yeosang untuk naik mobil saja, si satpam juga sudah bersiap menghubungi sopir pribadi keluarga. Tapi Yeosang tetap ngeyel membawa sepeda itu, "AKU PINJAM SEBENTAR YA AHJUSSI.... NANTI KU KEMBALIKAN"

"Tap...tapi tuan muda" Yeosang sudah lebih dulu mengayuh sepeda itu dengan cepat, si satpam berteriak berlari berusaha menghentikan Yeosang. Saat Yeosang sudah menghilang di belokan si satpam segera berjongkok di pinggir jalan, "astaga bisa mati aku" owhh poor Pak satpam, kita doakan semoga bapak satpam masih hidup sampai besok ya :')

Yeosang mengayuh sepedanya dengan cepat, lokasi yang di berikan Wooyoung lumayan jauh dari mansion, lokasi itu berada di pemukiman kumuh di pinggir kota, sedang perumahan yang di tepati Yeosang ada hampir di tengah kota. Yeosang berjanji setelah ini dia akan meminta traktiran Wooyoung sepuasnya, karena saat ini cuaca panas dan dia harus berusaha keras mengayuh sepedanya ke pinggir kota, "awas kau, akan ku kuras uang jajan mu sebulan....LIHAT SAJA NANTI"

oke sepertinya karena panas urat malu Yeosang menyusut, karena saat ini banyak pasang mata yang melihatnya, merasa aneh dengan tingkahnya yang bar-bar. Ya karena mereka melihatnya sekilas, mereka tidak sadar jika Yeosang adalah anak dari pengusaha muda Song Mingi. Untung saja semua orang tidak tau, jika tau aduh....bisa malu itu Mingi punya anak bar-bar macam Yeosang.

Setelah perjuangan yang tidak mudah - kata Yeosang - akhirnya dia bisa sampai ke lokasi yang di berikan Wooyoung, Yeosang harus masuk ke dalam gang sempit dan berkelok untuk benar-benar sampai pada Wooyoung. Setelah melewati setidaknya dua belokan Yeosang bisa melihat Wooyoung sedang berusaha melawan setidaknya sepuluh orang dengan badan kekar juga tato yang banyak di tubuhnya bersama dua orang yang lain. Dan Yeosang bisa lihat ada satu lagi laki-laki yang mereka bertiga lindungi.

Yeosang segera turun dari sepedanya dan membiarkannya ambruk begitu saja, Yeosang segera berlari dengan cepat ke arah mereka. Yeosang menendang satu orang dari belakang sampai orang itu jatuh ke dapan.

"YEOSANG" Wooyong berteriak senang melihat temanya datang, mereka sudah babak belur sejak tadi, karena mereka harus melawan orang-orang profesional. Kenapa Wooyoung berfikir begitu ?? Karena dia bisa melihat bagaimana kesepuluh orang itu benar-benar sangat ahli dalam bertarung, sedang Wooyoung dan dua orang temannya itu adalah petarung jalanan yang akan memukul lawannya dengan brutal sampai tumbang. Meski Wooyoung sudah berlatih untuk bisa melakukan beladiri yang baik dan benar, tapi tetap saja Wooyoung masih belum bisa menghilangkan kebiasaannya.

The Dream (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang