The Dream
Yungi x Yeosang Ateez
.
.
.
Sebuah mobil melaju cukup kencang menyusuri jalanan kota Seoul yang ramai. Dengan dua penumpang remaja dan suasana dingin diantara mereka. Sejujurnya bukan karena keduanya bermusuhan, tetapi salah satu dari mereka yang memilih untuk tetap diam sepanjang jalan. Bahkan salah satu remaja harus bertukar pandangan dengan sang supir yang hanya bisa menjawab dengan gelengan.
Kedua remaja itu adalah Wooyoung dan Yeosang. Yeosang meminta sang supir untuk mengemudikan mobil tanpa memberitahu kemana tujuan mereka. Padahal sebelumnya Wooyoung pikir mereka akan langsung ke rumahnya. Tetapi Yeosang malah bilang bahwa mereka akan ke suatu tempat lebih dulu sebelum kembali ke kediaman keluarga Kim.
Tetapi sekarang mereka bahkan tidak punya tujuan yang jelas. Dan sang supir pada akhirnya hanya mengemudi menyusuri jalanan Seoul. Sungguh membingungkan tetapi dia sudah lelah bertanya. Hampir tiga kali dia bertanya kemana tujuan mereka tetapi Yeosang hanya bilang untuk mengemudi dengan benar.
"Ada apa dengan mu sebenarnya? Sejak tadi kau hanya diam saja tidak seperti biasa. Bahkan tidak biasanya kau bersikap tidak peduli dengan para pelayan Yeosang. Bersikap acuh dan tidak sopan, apa kau sudah tidak waras?" Wooyoung sangat kesal, hampir satu jam mereka berjalan tanpa tujuan dan temannya itu hanya diam saja tanpa mengatakan apapun juga.
Meksipun Wooyoung terus mengomel Yeosang masih tidak bergeming, terus menatap ke luar dan melamun. Tidak biasanya dia akan seperti ini kecuali ada masalah besar yang sedang dia pikirkan. Wooyoung hampir saja menamparnya jika tidak tiba-tiba mobil berhenti atas pemintaan Yeosang sendiri.
"Berhenti!" kata Yeosang tiba-tiba yang membuat sang sopir berhenti mendadak. Untung tidak ada mobil lain di belakang mereka saat ini.
"Yeosang?"
"Tunggu di sini, aku akan ke dalam sebentar." kata Yeosang sembari membuka pintu mobil untuk keluar.
"Aku ikut." Wooyoung tidak mau membiarkan anak itu sendirian, bisa saja terjadi sesuatu di dalam kan? Terlebih dengan sikap aneh Yeosang saat ini lebih membuatnya khawatir.
Yeosang tidak bergeming dan tetap berjalan masuk ke dalam sebuah gereja. Gereja sepi dia pinggiran kota. Sang sopir yang tidak tau tujuan mereka ke mana hanya berjalan menyusuri jalan dan tanpa sadar telah sampai di pinggiran kota Seoul.
Berjalan dengan yakin Yeosang masuk ke dalam, sangat berbeda dengan Wooyoung yang mengikutinya dari belakang memperhatikan bangunan. Ketika masuk ke dalam gereja, hanya ada rasa sepi, masih rapi hanya saja tidak ada orang di sana.
"Yeosang, kenapa..kenapa kau datang ke mari?" bisik Wooyoung pelan.
Yeosang menoleh dan tersenyum tipis,"Berdoa."
Wooyoung segera tertegun, mereka bukan manusia yang taat pada Tuhan dan bahkan karena ketidak adilan mereka mengutuk tuhan. Ini adalah pertama kalinya Wooyoung menginjakkan kakinya di tempat ibadah. Menatap ke depan Wooyoung bisa melihat Yeosang duduk dan menutup matanya, berdoa dengan khusyuk. Pada akhirnya Wooyoung mencari tempat duduk dan ikut memanjatkan doa.
Melihat bagaimana gereja, hatinya meminta untuk datang. Itulah sebabnya Yeosang ada di sini sekarang. Bersimpuh dan berdoa di depan sang kuasa. Beberapa saat dan dia akhirnya membuka matanya. Yeosang berdiri dan berbalik, menuju ke arah Wooyoung yang menyapanya tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Apa yang kau minta?" tanya Wooyoung ketika Yeosang telah sampai di hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dream (End)
De TodoYeosang selalu bermimpi bisa memeluk sang ayah Song Mingi yang tidak pernah ia kenal sejak dia lahir, saat kesempatan itu datang Yeosang tidak mungkin mau melewatkannya bukan? Tapi jika dia ingin bertemu sang ayah dia juga harus rela berpisah dari i...
