The Dream
Yungi x Yeosang Ateez
Selamat membaca
~~~~~
Pagi hari datang hari ini adalah hari pertama Yeosang dan Wooyoung menjadi anggota baru di Black Dragon. Pagi hari sekali Wooyoung kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap. Yeosang dan Wooyoung segera ke sebuah lapangan luas di dekat asrama mereka selesai bersiap.
Kaki Yeosang masih masa pemulihan tapi dia tetap semangat mengikuti latihan begitu juga Wooyoung. Sampai di sana sudah ada Haechan, Jaemin juga jeno. Yeosang dan Wooyoung segera berdiri di samping mereka bertiga. Tidak lama Mark datang dengan Renjun juga San. Mark dan Renjun diam-diam memperhatikan Yeosang yang terlihat sangat bersemangat membuat dua orang itu tersenyum.
"Halo semua good morning" Yeosang dan yang lain segera membungkuk dalam mendengar suara Mark.
"Kalian serius akan mulai berlatih dalam kondisi seperti ini??"mereka berlima saling pandang beberapa saat, Lalu segera menjawab tegas, "Kami sudah siap. Kami tidak ingin lemah hanya karena luka kecil seperti ini"
"Terserah kalian. Tapi jika ada sesuatu yang terjadi kami tidak akan tanggung jawab oke" mendengar perkataan Mark mereka hanya bisa mengangguk.
"Baiklah aku jelaskan sesuatu dulu untuk kalian berlima tentang Black Dragon. Black Dragon adalah organisasi mafia besar yang di bawah kekuasaan Song Mingi. Kami penjahat, kami tidak segan membunuh siapapun, melukai siapin yang mengusik kami. Saat ada anggota yang berkhianat hukumannya adalah mati saat itu juga. Siapapun kalian dan apapun jabatan kalian jika bersalah akan kami habisi......."
"......kami mengelola bisnis gelap. Kita bergerak di tanah berlumpur jadi kalian harus berani kotor. Kami menyelundupkan obat terlarang, senjata ilegal, perdagangan manusia dan yang lainnya. Maaf bisnis kami banyak jadi tidak bisa di sebutkan hahahaha...... Nah jika kalian sudah masuk menjadi anggota dapat di pastikan kalian tidak akan bisa lepas dengan mudah jadi jika kalian ingin meninggalkan organisasi lebih baik habisi diri kaliam sendiri sebelum kami bertindak. PAHAM ??"
"YA"
"Nah bagus. Kalian akan mulai berlatih sekarang. Tidak peduli usia kalian berapa tidak ada yang diistimewakan di sini. Mengerti ??" Yeosang dan yang lain mengangguk mengerti. Setelah Mark mengatakan semua itu dia dan Renjun duduk di sebuah kursi di dekat sana.
San yang akan melatih mereka langsung kali ini. San terkenal sangat ahli dalam bela diri dan memakai senjata. Tentu saja dia ahlinya jika tidak mana mungkin dia akan di jadikan tangan kanan pemimpi besar Black Dragon.
Mereka akan mulai dalam melatih fisik. Tapi kali ini San memberikan sedikit kelonggaran pada mereka karna mereka masih dalam masa pemulihan saat ini. Tidak ada yang mengeluh tentang semua latihan berat itu, mereka sangat terlatih hanya untuk melakukan latihan fisik seperti ini.
"Hyung"
"Hmm ??" Mark sibuk meminum teh hangat di tangannya segera menoleh pada sang adik.
"Lihat tatapannya sangat dingin seperti papa??" Mark mengikuti telunjuk Renjun yang mengarah pada seseorang. Ternyata Renjun menunjuk pada Yeosang yang terlihat sangat seriusan mengikuti latihan fisik itu meski kadang dia meringis merasakan sakit pada kakinya.
"Kau benar"
"Bagaimana dengan Yunho Samchon ?? Masih berusaha mencari adik kecil?"
"Masih...... dan sekarang dia bahkan mendapat bantuan secara tidak langsung dari pemimpin Ateez Kim Hongjoong. Saat ini adik kecil lebih aman di dekat papa. Kita juga bisa melindunginya diam-diam. Apalagi Haechan, Jaemin juga jeno akan di tempatkan di kelompok yang sama adik kecil"
"Syukurlah. Tapi aku merasa kasihan dengan Yunho Samchon. Padahal putranya sangat dekat tapi dia tidak bisa menemukannya. Yunho Samchon pasti sedih"
"Tidak ada seorang ibu yang akan sedih jauh dari anaknya. Kau tenang saja setidaknya Samchon tahu kalau Adik kecil masih hidup"
"Aku takut sekali Hyung"
"Apa yang kalian bicarakan??" Mark dan Renjun segera menokah ke belakang cepat. Di sana Mingi melihat mereka dengan tatapan dinginnya.
"Pa...papa ?? Papa mendengar semua ??" Mingi mengangkat satu alisnya bingung.
"Ah maksudku sejak kapan papa di sana??"
"Baru saja. Papa mendengar Renjun mengatakan kalau dia takut. Apa ada yang mengganggumu ??" Mingi berjalan ke arah Renjun dan mengelus kepala Renjun pelan.
"Ah papa. Tidak ada.... aku hanya membicarakan film yang semalam ku tonton. Seram sekali hantunya"
Mingi mengangguk mengerti lalu melihat San dan yang lainya sedang berlatih fisik. Tatapan Mingi tertuju pada Yeosang yang terlihat sangat serius berlatih.
Guk~ Guk~ Guk
Grey yang entah datang dari mana berlari kencang ke arah yeosang yang sedang melakukan back up. Grey menubruk Yeosang membuat anak itu terlentang. Grey terus menjilat wajah Yeosang mengajaknya bermain.
"Hey anjing hentikan"Yeosang mencoba menghalangi grey menjilat wajah berkeringat nya. San mendekat ke arah mereka ingin memisahkan Grey dari Yeosang. Tapi sayang Grey malah menyalak pada San.
Grrrrrr~ Guk~ Guk~
"Grey " Grey mendengar suara Mingi segera berlari pada majikannya itu. Mingi berjongkok dan mengelus kepala anjing itu. "Kenapa kau sangat ingin selalu dekat dengannya heummm??"
Mingi sangat heran bagaimana Anjing yang biasanya akan menyalakan pada siapapun malah sangat dekat dengan seorang anak yang bahkan baru di temuinnya.
Grey adalah anjing yang di dapatkannya saat dia masih kecil. Ayahnya mengatkan jika Grey adalah anjing yang special. Ayah Mingi juga memiliki seekor anjing yang sama seperti itu. Anjing itu turun temurun dari leluhur keluarga. Grey adalah peranakan dari Anjing milik ayahnya. Saat nanti Grey memiliki anak maka itu adalah milik anak Mingi sama seperti sebelumnya. Makanya Grey hanya bisa di dekati oleh keluarga song. Mungkin grey sadar jika Yeosang memilik darah song makanya dia senang bermain dengan anak itu. Yah mungkin Mingi terlalu realistis untuk bisa mengerti perasaan Hewan seperti Grey.
.
.
.
"Anjing itu benar benar menyebalkan....auch kakiku" Yeosang sibuk mendumal sepanjang perjalanan.
Ini sudah waktunya makan siang jadi Yeosang dan yang lain memutuskan makan siang bersama. Di sana ada ruangan khusus yang di sediakan untuk makan. Biasannya para pelayan menyiapkan makanan untuk para Anggota Black Dragon setiap makan siang. Entah apa tujuannya tapi sudahlah mereka tidak perlu memasak sendiri jika siang begini.
"Sepertinya anjing itu menyukaimu" Jaemin mengatakan itu dengan asal.
"Apanya yang menyukai dia terus membuatku kesal tahu"
"Sudah lah aku lapar cepat jalan" Wooyoung yang memapah Yeosang akhirnya kesal juga mendengar Yeosang menggerutu terus. Dia kan lapar kenapa malah harus mendengarkan Omelan temannya itu -_-
.
.
.
TBC
Maaf untuk Typo. Jangan lupa Vote dan Comment 🤗🤗
Terimakasih sudah mau baca 😘😘
Bye Bye 💕💕
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dream (End)
AcakYeosang selalu bermimpi bisa memeluk sang ayah Song Mingi yang tidak pernah ia kenal sejak dia lahir, saat kesempatan itu datang Yeosang tidak mungkin mau melewatkannya bukan? Tapi jika dia ingin bertemu sang ayah dia juga harus rela berpisah dari i...
