Ini sudah satu bulan sejak perkuliahan di mulai dan Y/n mulai terbiasa dengan lingkungan kampus, tidak sulit mencari teman disini karena semua mahasiswa disini sangat ramah padaya. Mingyu adalah teman pertama yang Y/n temukan saat kelas pertama mulai dan sampai sekarang mereka dekat.
"Abis ini mau langsung balik?" Tanya Mingyu matanya masih terus berfokus pada laptop di depannya sekarang mereka sedang duduk di meja kantin.
"Emang lo mau ajak gue kemana lagi?" Y/n tidak menoleh pada Mingyu. Jarinya masih sibuk mengetik seseuatu pada laptopnya.
Mingyu menggelengkan kepalanya. "Engga ada sih."
Y/n mengurungkan untuk membalas ucapan Mingyu saat ponsel miliknya berdering. Y/n melirik dan tertera nama Jisung disana.
"Halo, kenapa Jii?" ujar Y/n senang menjawab telpon adiknya itu.
"Kak." Jawab Jisung berbisik dan itu mejadi pertanyaan di benak Y/n.
Y/n menutup setengah laptopnya. "Kamu kenapa?" Mingyu yang tadi focus pada laptopnya kini memandang Y/n.
"Hmm—aku akhir-akhir ini seperti ada yang ikuti kak."
"Ikutin kamu? Siapa?"
Melihat respon Y/n yang sudah mulai khawatir, Mingyu menaikan sebelah alisnya tapi Y/n hanya menganggukan kepalanya.
"Aku enggak tahu, tapi sudah hampir tiga minggu ini mereka selalu mengikutiku saat pulang sekolah."
"Ibu tahu tentang ini?"
"Enggak kak. Karena aku curiga ini ada hubungannya dengan kaka."
Y/n makin menyergitkan dahinya. "Kok aku?"
"Aku rasa ini teman-temannya kak Mark yang mencari info kaka."
Y/n membuang nafas pelan, dia pikir selama ini Mark sudah tidak akan menganggunya lagi setelah beberapa minggu yang lalu sempat menemui ibu dan Jisung bertanya tentang dirinya.
"Mereka sekarang masih ada didekat kamu?"
"Iya. Ada di sebrang jalan. Aku lagi tunggu bus di halte." Jelasnya.
"Oke, coba kamu nyalahkan panggilan video arahkan kameranya kemereka."
Jisung langsung mengaktifkan panggilan video lalu men-zoom kamera ponselnya. Y/n memperhatikan tiga orang yang Jisung maksud dan memang benar, mereka semua adalah teman Mark. ada Jaehyun yang pernah membantunya bertemu Mark saat itu, Johnny dan Yuta.
"Mereka sempat ada tanya kaka sama kamu?"
"Enggak ada sih kak, soalnya aku selalu pergi beramai-ramai sama temanku."
"Yaudah kamu enggak usah takut, biar nanti kaka yang urus mereka."
"Makasih kak." Jawab Jisung tersenyum menghadap kamera.
Y/n mengangguk lalu tersenyum. "Kamu pulang hati-hati ya."
Lalu sambungan telpon terputus. Y/n menaruh ponselnya di dalam tas dan mulai merapihkan laptopnya.
"Ada masalah Y/n?" Tanya Mingyu saat melihat Y/n merapihkan semua barang-barangnya.
Y/n menggeleng. "Enggak ada sih, tapi gue harus buru-buru pulang."
"Yaudah kalo gitu ayo." Mingyu juga ikut merapihkan barang miliknya.
***
Saat tiba dirumah Y/n langsung masuk kedalam kamar duduk di meja belajar dan membuka laci, dia mengambil ponsel yang sudah dua bulan ini dia biarkan dalam keadaan mati. Haruskan dia menghidupkan ponselnya sekarang dan meminta Mark untuk berhenti menganggu Jisung, tapi kalau tidak begitu Mark akan terus menyuruh teman-temannya untuk mengikuti Jisung, hal itu akan membuat Jisung merasa tidak nyaman dan Y/n tidak akan mau hal itu terjadi.
Setelah berfikir panjang akhirnya Y/n berani untuk menghidupkan ponsel itu lalu muncul banyak sekali notifikasi pesan yang dia terima terutama dari Mark, Naeyeon, Haechan dan Soobin.
Y/n tidak akan membaca semua pesan itu karena itu akan menghancurkan pertahanan yang dia buat selama ini, aplikasi pesan Y/n tutup dan beralih pada kontak telpon pada ponselnya lalu mencari nama Mark.
Dia tersenyum miris saat menemukan nama itu yang masih di simpan dengan nama yang sama.
Mark<3
Y/n yang merasa terburu ketika mematikan ponsel atau memang dia tidak kepikiran untuk menganti nama itu. Sekarang kontak Mark sudah ada di depan mata tapi haruskan dia menelpon pria itu dan bilang padanya agar tidak mengawasi Jisung lagi.
Saat tengah berfikir ponsel yang ada di dalam tas bergetar ada satu pesan masuk, Y/n mengambil ponsel itu dan muncul nama Jisung disana.
Jisunggg
Mereka terus memantau rumah kita.
Jisung send a picture.
Ternyata benar Y/n tidak bisa diam saja kalau seperti ini, dia menukar ponselnya menekan memanggil pada kontak Mark.
Hanya berselang tiga kali dari suara telpon sambungan langsung tersambung, Y/n belum sempat menyapa tapi suara Mark sudah terlebih dahulu mendominan.
"Y/n, kamu dimana sayang? Ayo kita bertemu."
"Y/n, aku tahu aku salah tapi tolong jangan menghilang seperti ini."
"Y/n, kamu harus tau aku bahkan sudah memutuskan hubungan dengan Momo dan memintanya agar tidak menemuiku lagi."
"Kamu dimana, Sayang? Kenapa kamu diam saja."
"Y/n, please don't leave again. I miss you."
"Baby?!" Ada tarikan nafas panjang sebelum peminta maaf keluar lagi dari mulut Mark. "Baby, I'm sorry. But please don't disappear like this." Suara itu terdengar putus asa.
Y/n hanya bisa diam mendengar semua pengakuan Mark, sejujurnya dia rindu dengan pria itu tapi Y/n tidak bisa, terlalu menyakitkan untuk mengingat momen itu lagi. Dan Y/n belum bisa memaafkan Mark.
"Mark." Akhirnya Y/n berusaha setelah diam beberapa saat.
"Iya, sayang?" jawab Mark sangat cepat.
"Berhenti ganggu Jisung, bilang pada Jaehyun, Johnny dan Yuta untuk tidak mengikuti Jisung lagi." Y/n sempat berfikir untuk tetap melanjutkan ucapan selanjutan atau tidak. Tapi orang seperti Mark harus diberi ancaman. "Atau aku tidak akan segan-segan untuk mengirimkan undangan pernikahanku nanti padamu."
"Y/n, jangan! Kamu tidak boleh menikah dengan orang lain."
"Mark, didn't I tell u that we should be happy in our respective ways."
"I can't, I don't want to, Baby."
"There's nothing left to say but goodbye." Lalu sambungan telpon di putus oleh Y/n tanpa mau mendengar kalimat apapun lagi dari Mark.
Bukan merasa lega ketika sudah menelpon Mark, yang Y/n rasakan adalah dadanya terasa sesak. Rasa sesak rindu yang sudah dia pendam selama ini.
Sementara di sisi lain Mark baru saja selesai meeting dan berjalan menuju ruangannya, baru saja ingin memejamkan matanya saat sudah duduk di sofa, deringan telpon membuatnya menoleh pada ponsel yang dia taruh di depan meja. Nama Baby<3 muncul disana, dengan gerakan yang cepat ponselnya sudah terhubung.
Setelah berbicara cukup banyak Mark hanya bisa meratapi dirinya, Y/n kekasihnya saat ini masih belum bisa memaafkannya bahkan sambungan itu terputus begitu saja, saat Mark ingin menelpon ke nomor Y/n lagi nomor itu langsung tidak aktif.
Mark menggeleng, dia tidak boleh menganggu Jisung lagi, dia tidak mau Y/n mengirimkan undangan pernikahannya. Tidak dia bisa melihat Y/n menikah dengan yang lain. Selama ini sejak Y/n menghilang, Mark tidak bisa menjalankan hidupnya dengan baik semua yang terjadi malam itu selalu terbayang di benaknya apalagi kalau harus melihat Y/n yang pada akhirnya bukan dengannya Mark pastikan dia bisa gila.
Mark langsung mengabari Johnny untuk tidak mengikuti Jisung lagi. Setelah pesannya sudah diterima oleh Johnny, Mark hanya menatap nanar layar ponselnya ada foto Y/n yang tengah tersenyum manis menghadap kamera hanya foto itu yang sekarang bisa Mark lihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
