Y/n terkejut dengan kehadiran Mark yang tiba-tiba datang kerumahnya, karena sejak kejadian kemarin keduanya pun tidak bertukar kabar sama sekali. Tapi sekarang melihat lelaki itu datang kerumahnya saat matahari sudah terbenam membuatnya menyergit heran.
"Kok enggak ngabarin?" Y/n berjalan kearah Mark yang sekarang sedang duduk di teras rumah. Dia diberitahu ibu bahwa Mark menunggunya diluar.
Mark tersenyum saat Y/n sudah duduk disampingnya, bangku panjang yang di belakang mereka ada satu meja biasanya tempat ini dipakai oleh ibu atau ayah untuk mengobrol atau juga menunggu Jisung atau Y/n yang sedang pergi keluar.
"Kejutan." Mark mengubah posisi duduknya menjadi menyerong, menghadap pada Y/n yang sejak tadi duduk disampingnya.
Y/n hanya memutar bola mata malas sambil terkekeh, "apa sih, aneh banget."
Mark tersenyum tipis, lalu bergumam. "Kamu udah makan?"
"Belum."
"Cari makan yuk."
Y/n bangun dari posisi duduknya, "aku ganti baju dulu." Baru saja ingin melangkahkan kakinya, lengannya sudah ditahan oleh Mark. "Enggak usah Sayang."
"Serius?" Y/n menatap Mark tidak percaya, karena dia hanya memakai kaos oversize dan celana training.
Mark mengangguk. "Iya." Lalu menarik tangan Y/n, sebelum keluar rumah mereka berdua sempat ijin pamit dahulu pada Ibu.
Mobil yang di kendarai Mark sudah keluar dari komplek perumahan Y/n, suasana jalanan tidak sepadat tadi tapi masih ada beberapa titik yang membuat mobil mereka tumpangi berhenti.
Suasana didalam mobil terasa canggung hanya ada suara dari radio yang sengaja di putar, entah mereka canggung karena kejadian itu atau canggung karena masalah malam itu.
"Kamu mau makan apa?" Setelah beberapa menit akhirnya Mark berani membuka suara.
"Nasi goreng aja kali ya." Jawab Y/n tanpa berpikir panjang, karena dia tahu Mark tipe manusia yang jarang sekali makan nasi.
Mark mengangguk, lalu mobil yang ia kendarai ditepikan ke sisi jalan bersama kendaraan yang lain juga terparkir.
Mereka berdua sudah duduk disalah satu kedai penjual nasi goreng, keduanya masih sama-sama diam sampai pesanan mereka pun selesai diantarkan, keduanya pun makan tanpa berbicara sedikitpun.
Sampai pesanan mereka sudah selesai disantap, keduanya keluar dari kedai dan kembali masuk kedalam mobil.
"Aku mau nunjukin sesuatu." Mark memberika tablet pada Y/n yang barusan dia ambil dari kursi belakang.
Y/n hanya menyergit bingung menerima tablet itu. "Ini laporan terapi aku yang baru." Mark menunjukan hasil laporan itu pada Y/n.
"Ini real, aku enggak buat-buat." Ujar Mark menatap Y/n. "Setiap sesi aku selalu minta didokumentasiin dengan dokter Tara."
Y/n hanya diam mendengar semua ucapan Mark.
"Sayang." Mark mengambil tablet itu pada Y/n dan menaruh dalam pangkuannya, lalu menggenggam kedua tangan Y/n membuat mata Y/n menatap Mark.
"Aku sayang banget sama kamu. Jadi jangan pernah merasa bersalah karena keadaan aku sekarang." Ujarnya. "Dan jangan pernah menyesal karena udah ijinin aku masuk kedalam hidup kamu ya."
Y/n menerjapka matanya. "Malam itu aku ngomong aneh-aneh ya."
"Iya." Mark mengangguk mengelus kedua pipi Y/n dengan kelapak tangannya.
"Apa?"
"Kamu bilang, kamu sayang banget sama aku. Dan kamu ngucapin lebih dari sepuluh kali."
Y/n memajukan bibirnya mencubit pinggang Mark. "Bohong!"
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
