FS || 23

794 73 16
                                        

Y/n terkejut saat tiba-tiba saja Mark berlari kearahnya dan memeluk tubuhnya dengan erat tanpa memperdulikan sekelilingnya.

"Mark, malu diliat orang." Gumam Y/n dalam pelukkannya lalu dengan perlahan menarik tubuhnya menjauh dari tubuh Mark.

"Aku kangen banget tau." Mark berucap sambil membenarkan rambut Y/n yang tadi sempat acak-acakan akibat pelukannya. "Kamu ada keperluan sama Pak Chandra?" Tanyanya tangannya masih terus memainkan rambut Y/n yang sudah rapih sejak tadi.

"Bukan aku. Tapi Mingyu." Ujar Y/n membuat Mark mengalihkan padangannya dari hadapan Y/n kebelakang tubuh perempuan itu dan ada Mingyu masih masih duduk di sofa.

Mingyu langsung menarik bokongnya dari sofa setelah Mark menoleh kearahnya. "Iya gue mau minta tanda tangan." Ucapnya membuat Mark menanggukan kepalanya.

"Yaudah naik yuk. Ketemu sama Pak Chandra." Ujar Mark, menarik tangan Y/n untuk mengikuti langkahnya. Tapi seakan langkahnya tidak berjalan Mark menoleh kebelakang saat melihat Y/n yang menahan dirinya untuk tidak mengikuti langkah Mark.

Seperti tahu dengan tatapan bingung Mark. Mingyu berucap. "Gue sama Y/n tunggu disini aja bro." Ia mencoba membuka tas dan mengeluarkan map coklat itu.

"Naik aja, kenapa emang?"

Baik Y/n dan Mingyu sama-sama saling pandang. "Soalnya gue enggak ada janji Pak Chandra, takut engga bisa." Ujar Mingyu.

"Loh kirain udah." Gumam Mark menoleh kearah Y/n sekilas. "Yaudah enggak apa-apa biar nanti gue yang ngomong."

"Aku titip ke kamu aja ya." Y/n mengambil map coklat itu dari tangan Mingyun dan memberikannya pada Mark.

Mark mengerutkan dahinya. "Kenapa sayang? Enggak apa-apa kok."

Mingyu memiringkan kepalanya melihat resepsionis yang ada dibelakang tubuh Mark yang menatap mereka dengan tatapan terkejut dan heran.

"Resepsionis lo bilang kalau enggak ada janji enggak bisa masuk." Ucapan Mingyu makin membuat Mark mengerutkan dahinya semakin dalam dan ia akhirnya mengerti kenapa Y/n dan Mingyu hanya menunggu di lobi.

"Enggak apa-apa, ayo sama gue enggak akan ada yang larang." Jawab Mark, tangannya mengelus jemari Y/n. "Ayo." Mark menarik tangan Y/n pelan di ikuti dengan Mingyu dibelakangnya.

Mereka berdua melewati resepsionis tadi dan menatap mereka, dengan perasaan yang masih kesal Mingyu membalikan badan menghadap resepsionis dan mengulurkan lidahnya dengan maksud mengejek kedua resepsionis tadi.

Pintu elevator terbuka Mark mengajak Y/n untuk berjalan kearah ruangannya, masih dengan Mingyu yang terus mengekori.

"Bella." Panggil Mark saat sampai di depan ruangannya dan tidak lama Bella muncul dari bilik ruangannya.

"Iya pak?" Jawabnya menatap Mark, Y/n dan Mingyu secara bergantian.

"Tolong anter teman saya ini keruangan Pak Chandra." Mark menunjuk Mingyu dengan ibu jarinya. "Kalau beliau enggak bisa, bilang saya yang suruh dan ini penting." Lanjutnya lagi.

Bella yang merasa kaget dengan Mark yang berbicara panjang dan lebar padanya saat pertama kali.

"Bella, kamu dengan saya?" Ujar Mark menyadarkan Bella dari lamunannya.

"Eh—iya pak." Bella mengangguk, lalu menatap Mingyu. "Mari mas, saya antar." Ujarnya.

Mark menoleh kearah Y/n. "Nanti kalau udah selesai kabarin ya." Ujar Y/n sebelum Mingyu pergi menepuk pundak lelaki itu.

Mingyu hanya mengangguk sambil mengacungkan jempol. Lalu pergi mengikuti langkah kaki Bella yang menjauh.

Setelah kepergian dua orang itu Mark membawa Y/n masuk kedalam ruangannya, tentunya Y/n hanya diam saja dan menurut.

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang