FS || 63

658 49 4
                                        

Y/n menatap Mark bingung saat kemarin dia ingin berbicara pada Mark, lelaki itu malah seakan menghindari dirinya. Y/n sudah bilang bahwa ingin berbicara pada Mark tapi lelaki malah tidur lebih awal dari sebelumnya. 

Y/n hanya bisa menatap Mark yang sekarang sedang menyantap makan siangnya, ada Y/n yang duduk di depannya tapi lelaki itu malah asik memakan tanpa memperdulikan Y/n, dan ini tidak seperti biasanya. Biasanya Mark cendrung bawel kini hanya diam dan tanpa menoleh kearah Y/n. 

"Are u okey?" Tanya Y/n dengan kedua tangan yang menahan dagunya. 

"Okey kok, masih lemes aja sedikit." Mark berdiri dari duduknya membawa sisa makanannya itu menuju wastafel.

Seakan tahu Mark ingin menghindar lagi Y/n buru-buru memotong langkah kaki Mark. "Aku mau ngobrol sebentar." Serunya menarik lengan Mark untuk ikut berjalan menuju ruang keluarga walaupun ada penolakan tapi Y/n terus menarik lengan Mark. 

"Aku bakal maafin kamu Y/n, asal janji jangan kemana-mana." Gumam Mark saat sudah duduk di sofa panjang dan ada Y/n di sebelahnya yang membuat duduknya saling berhadapan. 

Y/n menyergitkan dahinya bingung, dia belum berkata apapun tapi kenapa Mark berkata demikian. "Kenapa harus aku yang minta maaf, aku aja engga berbuat salah sama kamu." 

Mark menundukan kepalanya, memegang kuat kedua lengan Y/n. 

"Hei, kenapa?" Tanya Y/n lembut saat melihat Mark menghembuskan nafasnya berkali-kali. "Kamu kenapa, cerita sama aku ya." 

"I had a dream, there i saw you having an affair with dave." ujar Mark dengan suara lemah. "You want to marry me because you just want revenge. in that dream i saw you but not you i see now." 

"You are so cruel and hurt my heart too much, I'm afraid. I'm afraid the dream will come true and you will leave me." 

Y/n hanya diam mendengarkan semua yang Mark ucapkan, lalu saat tidak ada lagi kelanjutan ucapannya dengan cepat Y/n menarik lengan Mark dan memeluknya. 

"Calm down, it was just a nightmare. I will stay here with you" bisik Y/n di telingga Mark sambil mengelus-elus punggung lebar itu. 

Dan Y/n baru tahu jadi ini alasan Mark tiba-tiba jadi drop dan jatuh sakit, karena mimpi buruk yang ia alami.

"Promise." 

"You know I never mess with promises, I promise, love." 

***

Seperti biasa pagi hari Y/n sibuk di balik pantry tapi bedanya hari ini dai sudah rapih seperti siap untuk berangkat ke kantor, sudah beberapa hari dia ijin karena harus mengurus Mark dirumah jika terus menerus ijin rasanya tidak enak pada rekan kerja yang lain. 

Y/n juga sudah memastikan bahwa keadaan Mark sudha membaik dari hari sebelumnya, jadi sepertinya tidak masalah untuk meninggalkan pria itu dirumah sendirian. 

Setelah sudah membuat sarapan Y/n memutuskan naik ke lantai dua untuk mengecek Mark, tapi ternyata suaminya itu masih terlelap dalam tidurnya, dia kembali menutup pintu kamarnya dan turun untuk bersiap-siap berangkat ke kantor. 

**

Sekitar jam 10 pagi Mark terbangun dari tidurnya, dia meraba samping tempat tidurnya tidak menemunkan tanda-tanda kehadiran Y/n disana, jadi dia memutuskan untuk membuka matanya. 

Mark menyenderkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur mengumpulkan semua kesadarannya terlebih dahulu sebelum turun dari tempat tidur.

"Sayang." Panggilnya saat dia menuruni anak tangga, "Y/n." panggilnya sekali lagi tapi tidak ada jawaban apapun.

Mark berjalan mendekat ke meja makan, dia hanya melihat beberapa menu sarapan yang sudah di sediakan. 

"Y/n?" panggilnya lagi kali ini suaranya lebih di keraskan, Mark berjalan menuju ruang menonton tidak ada tanda-tanda Y/n didalam sana. Jadi dia memutuskan untuk kembali menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya dan menghubungi istrinya itu.

Panggilan pertama tidak dijawab, Mark kembali menelpon nomor Y/n sampai sapaan dari balik sana terdengar. 

"Sori-sori aku abis dari kamar mandi, Kenapa Mark?" 

"Kamu kemana." Ujarnya sambil menuruni anak tangga.

"Aku di kantor nih, kamu kenapa?" 

Mark memberhentikan langkahnya pada meja makan. "Loh udah masuk, aku kira kamu bakal ijin sampe weekend." 

Mark mendengar suara kekehan dari seberang sana. "Aku engga enak ijin terus tau sebenernya." 

"Doy juga sebenernya engga masalah kan." 

"Doy emang engga masalah, tapi kan engga enak sama karyawan lain."

"Pindah ke kantor aku aja."

"Engga suka satu kantor sama kamu, nanti aku ngga bisa cuci mata." Setelah mengatakan itu Y/n terkekeh, walaupun dia tau sekarang mungkin Mark sudah memasang wajah masamnya.

"Seriously? What am I missing?"

Y/n tertawa mendengar pertanyaan Mark. "It's joks." Jelasnya.

"Joks? Kamu tau kan aku masih khawatir tentang mimpi itu?"

Y/n terkekeh. "Aku engga akan berpaling dari kamu." Ujarnya. "Seleraku tinggi, dia harus blasteran, anak tunggal kaya raya, pintar dan perhatian." Jelasnya. "Dan harus melawan kamu, berat saingannya."

Tidak ada jawaban dari seberang sana membuat Y/n menatap layar ponselnya yang masih menunjukan detik waktu telpon yang masih berjalan.

Lalu Y/n baru ingat sesuatu, jika seperti ini Mark sedang salah tingkah.

"Engga usah senyum-senyum gitu." Gumamnya.

"Siapa yang senyum-senyum." Elaknya.

Tawa Y/n dibuat untuk mengejek Mark. "Yaudah aku balik kerja ya, jangan lupa makan dan minum obat. No one i love but you."

Sambungan terputus saat Mark sudah membalas ucapan terakhir Y/n, kemudian dia mulai duduk di kursi makan dan mulai menyantap makanan yang sudah dibuatkan oleh Y/n.

Senyumnya benar-benar tidak luntur, bahkan dia sendiri keheranan dengan sikapnya yang seperti ini, sejak kapan dirinya bisa jadi malu seperti ini setelah mendengar kata-kata manis dari Y/n.

Mungkin benar hanya Y/n yang mampu membuat Mark seperti ini.

***

Setengah tujuh malam Y/n baru tiba di rumahnya dan ternyata sudah ada Mark yang menunggunya di ruang tamu.

Suaminya itu menyambut kepulangannya, membawanya masuk kedalam pelukannya.

"Udah sembuh?" Tanya Y/n menaruh punggung lengannya pada dahi Mark yang sudah memiliki suhu yang normal.

"Sepertinya." Gumam Mark.

Y/n mengangguk lalu tersenyum. "Aku bawa sate, kita makan ya." Ujarnya menunjukan satu satu kantong plastik kehadapan Mark.

Mark mengangguk semangat, mengambil alih kantong plastik itu. "Aku siapin, kamu bersih-bersih dulu sana."

"Okey, makasih Sayang." Balas Y/n sebelum pergi dari hadapan Mark dia sempat mengecup pipi suaminya itu.

•••

Haloooo, sori baru sempet update dan kayanya ini updatean sedikit dari beberapa part yang lalu-lalu huhu...

Tapi tenang aja dua part atau satu part dari ini akan ada konflik lagi hehe, jangan bosen-bosen ya sama cerita Mark yang banyak konflik ini hehehe ...

Aku nggak janji nanti konflik terakhir atau engga, tapi kalau udah engga ada konflik udah tau dong arahnya kemana? Iyaps betul Story Mark akan Selesai hehe..

Dan sesuai janji aku akan debutin Storynya Jeno ;);)

Selamat malam semuanyaaa!!!!






First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang