Sejak malam itu Mark benar-benar tidak bisa tidur dengan nyenyak, setiap malam saat mereka sudah bersiap untuk tidur Mark akan selalu terjaga.
Ada rasa takut ketika dia tertidur nanti saat bangun tidur tidak menemukan Y/n disisinya atau Mark lebih takut jika mimpinya itu menjadi kenyatanyaan.
Tentu kalau saja mimpi itu benar-benar terjadi Mark tidak bisa membayangkan hidupnya akan seperti apa nanti.
Mark baru saja tiba di ruang meeting saat semua kepala divisi tiba, dia mendengarkan semua evaluasi kerjaan dari beberapa divisi selama satu bulan ini.
Matanya terasa lelah, kepalanya juga terasa pusing. Tapi Mark terus bertahan dengan memejamkan matanya berkali-kali agar pandangannya tidak kabur.
"Pak, enggak apa-apa?" Pertanyaan dari Bella sekretarisnya membuat semua orang yang berada di dalam ruangan meeting menoleh kearah dirinya.
Mark menggelengkan kepala seperti menahan sakit dengan menyegitkan dahinya. Lalu pandangannya mulai kabur dan gelap walaupun Mark yakin matanya sudah terbuka lebar, tapi pandangannya tetap hitam.
"Y/n." Setelah mengatakan hal tersebut tubuhnya ambruk tapi belum sampai jatuh ke lantai karena Dino terlebih menahan tubuh Mark.
"Dibawa ke klinik, tolong."Ujar Bella.
Meeting hari ini benar-benar diselesaikan begitu saja, Dino membawa Mark dengan beberapa karyawan lain untuk menuju klinik di lantai 1.
"Bel, telpon istrinya."Seru Pak Danu yang ternyata ikut datang ke dalam klinik.
"Gue engga ada nomornya." Aku Bella, karena memang sejujurnya dia tidak mempunyai nomor Y/n, karena selama ini mereka tidak pernah bersinggungan satu sama lain selain bertemu secara langsung di dalam kantor Mark.
"Masa harus telpon ke big bos sih?" Ujar Pak Danu. Big bos yang dimaksud adalah ayah dari Mark yaitu Henry.
Setelah berdebat beberapa menit akhirnya Y/n datang setelah Bella menelpon sekretaris Doyoung untuk memintanya memberitahu pada Y/n keadaan suaminya ini.
Yang berjaga di klinik hanya ada Bella, Dino dan Pak Danu mereka menahankan dirinya disana karena takutnya Y/n ada meminta tolong pada mereka bertiga.
Y/n duduk di samping ranjang Mark, wajah Mark masih pucat pasi tercetak jelas kantung mata yang melingkar diarea sekitar matanya.
Dia tidak pernah melihat Mark jatuh sakit seperti ini sebelumnya, terakhir melihat Mark seperti ini adalah saat mereka berdua pertama kali lagi bertemu dan itu sudah lama sekali bertahun-tahun yang lalu.
Dokter di klinik bilang Mark hanya kelelahn ditambah jam tidur yang tidak teratur dan beberapa kali sempat terlambat makan siang.
Setelah infusan habis Mark sudah di perbolehkan pulang dan istirahat.
"Bella." Panggil Y/n membuat pemiliki nama menoleh.
"Tolong sampaikan pada satpam siapkan mobil Bapak, setelah infusannya habis saya akan bawa pulang." Ujar Y/n dan wanita itu mengangguk lalu ijin pamit.
"Nanti tolong bawa Bapak ke mobil ya." Ujar lagi pada Pak Danu dan Dino.
Dino dan Pak Danu mengangguk secara bersamaan. "Enggak dibawa kerumah sakit aja bu?" Tanya Pak Danu.
"Engga usah pak, cuman kelelahan katanya. Jadi saya urus di rumah aja."
Lima belas menit kemudian Mark terbangun dari pingsannya. Dia menemukan Y/n berada di sisinya.
"Sayang." Gumam Mark pelan, matanya masih sayu dan terlebihat lemah.
"Kamu kenapa bisa sampai kaya gini?" Tanya Y/n mengelus puncuk kepala Mark dengan lembut. "Kita pulang ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
Hayran KurguKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
