Y/n pikir Mark hanya menganggap omongannya sebagai angin lalu tapi ternyata Mark benar-benar menanggapi sarannya kemarin, jam 10 tadi Y/n mendapatkan email dari Mark yang berisi dengan beberapa design kamar hotel yang di buat oleh perusahaan istrinya Jaehyun itu jadi saat kerjaan sudah selesai Y/n mulai melihat beberapa foto yang dikirimkan.
Saat sedang asik melihat-lihat gambar, tiba-tiba saja ponselnya bergetar nama Mark muncul dilayar persegi itu.
"Iya Sayang?" sapa Y/n saat pertama kali sambungannya terhubung.
"Kamu sudah lihat email dari aku?" Tanya Mark diseberang sana.
"Aku baru sempet cek nih."
"Kerjaan kamu lagi banyak ya? Kalau enggak nanti saja kita omongin di rumah."
"Lumayan sih, tapi sudah kelar kok ini, nanti aku forward yang menurutku cocok ya."
"Okey. Jangan lupa makan siang Sayang."
"Iya Mark, kamu juga."
Y/n mematikan sambungan telpon saat melihat Nina berjalan kearah kubikel mereka.
"Apaan tuh?" Nina menarik kursinya untuk mendekati meja Y/n. "Mau renovasi kamar, mba?" lengannya sudah mengambil alih mouse dan melihat design yang lainnya.
"Engga." Y/n menggelengkan kepalanya. "Kantor laki mau dibuatin kamar pribadi."
"Maksudnya di dalam ruangannya?" Nina menatap Y/n.
Y/n mengangguk, "iya, soalnya dia suka lembur begitu. Jadi gue suruh saja buat kamar pribadi begitu."
Nina menganggukan kepalanya dengan mulut membentuk lambang 'Oh'. "Berarti sama kaya ruangan Pak Doy ya."
Sekarang Y/n yang balik menatap Nina sambil menyergitkan dahi.
"Lho lo baru tahu mba?"
Y/n mengangguk.
"Sudah lama sih, kayanya sengaja soalnya dulu pak Doy itu jarang pulang ke rumahnya jadi dia buat kamar juga."
***
Seperti biasa Mark akan menunggu kedatangan Y/n untuk menjemputnya ini sudah lebih dari seminggu dia melakukan hal seperti ini, tentu sebenarnya Mark tidak mau kalau Y/n terus-terusnya menjemputnya tapi jika dia menolak istrinya itu pasti akan marah. Jadi Mark hanya bisa diam saja, lagipula mungkin Y/n akan bosan pada akhirnya.
"Masih nunggu ibu pak?" Suara dari satpam di dengan lobi mengalihkan perhatian Mark.
Mark tersenyum sambil mengangguk. "Iya nih, Pak Budi belum ganti shift?"
"Belum Pak, sebentar lagi." Mark hanya menganggukan kepalanya setelah mengendar jawaban dari satpam kantornya itu.
Lalu tidak lama setelah itu kendaran roda empat berwarna putih menghampirinya, dan saat tepat di depan Mark kaca mobil itu terbuka. Muncul wajah Y/n dengan senyum menyambutnya.
"Hai, nunggu lama nggak?"
Mark menggeleng, lalu membalikan tubuhnya kearah pak Budi pamit setelah itu masuk kedalam mobil.
"Hari ini kemana aja?" Y/n membawa mobilnya bersama mobil lain dijalan raya.
"Meeting kaya biasa, sama tadi sempet ke kantornya istrinya Jaehyun. Makanya aku bisa langsung kirimin designya ke kamu." Lengan Mark terulur panjang mengusap rambut dan turun ke pipi. "Udah ada yang cocok? Kalau belum dia bisa kirim lagi kok."
"Udah kok, nanti pas dirumah aku kasih liat kamu."
Mark mengangguk, "Aku minta waktu dua bulan selesai sih."
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
Fiksi PenggemarKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
