Sudah terbiasa Mark terbangun dengan suara Y/n yang terdengar dari kamar mandi hal yang dilakukan adalah hanya berdiri didepan pintu kamar mandi dengan wajah yang mengantuk menunggu Y/n selesai memuntahkan isi didalam perutnya.
Tapi beberapa minggu ini Y/n lebih banyak mengeluarkan isi didalam perutnya ketimbang memasukan makanan kedalam tubuhnya dan hal itu yang membuat Mark khawatir setengah mati, apakah sebegininya wanita yang sedang mengngandung?
Kalau dibilang morning sickness ini sudah keteraluan karena setiap Y/n memasukan asupan nurtisi kedalam tubuh lima menit kemudian makanan itu akan dikeluarkan.
Hal yang membuat Mark makin tak tega adalah melihat wajah Y/n yang setiap hari semakin pucat pasi dan lemas.
Mark memeluk pinggang Y/n saat istrinya itu sudah keluar dari dalam kamar mandi menuntunnya untuk duduk di sisi tempat tidur.
"Kita kerumah sakit aja ya." Ujar Mark duduk bersimpul didepan Y/n.
Y/n hanya menggelengkan kepalanya. "Aku engga apa-apa, ini cuman morning sickness."
"Ini bukan morning sickness Sayang, gimana bisa dibilang seperti itu tapi setiap kamu makan akan dimuntahkan lagi."
Y/n tersenyum dia mengerti ke khawatiran Mark saat ini, tapi sejujurnya dia tidak apa-apa. "Beneran aku engga apa-apa, hal ini kan udah biasa untuk ibu hamil."
Mark hanya diam menatap Y/n, lalu kepalanya dia letakan di antara kedua kaki Y/n dan mengelus kaki Y/n.
"Kamu siap-siap kerja sana, nanti aku siapin kemeja kamu." Ujar Y/n mengelus rambut Mark yang semakin hari semakin panjang.
Mark mendongakan kepalanya, "Aku aja, kamu istirahat aja." Suruhnya dia tidak mungkin membiarkan Y/n berdiri terlalu lama didepan walk in closet miliknya hanya untuk memilihkan kemeja untuknya,
"Isitrahat aja okey, aku bisa sendiri." Ujar Mark berdiri dari duduknya.
Sebelum melangkah ke kamar mandi Mark mengecup dahi Y/n terlebih dahulu.
Mark duduk di sisi tempat tidur sambil menunggu Y/n selesai mandi, dia tidak akan meninggalkan Y/n sedikitpun saat sedang berdua seperti ini. Bahkan Mark melarang Y/n untuk mengunci pintu kamar mandi, hal-hal yang selalu mengerihkan seakan berputar dipikiran Mark, jadi sebelum itu terjadi Mark akan menghindarinya.
Hari ini Mark mengajak Y/n untuk kekantornya karena dirumah tidak ada orang sama sekali, budeh izin tidak masuk karena harus mengatar anaknya ke jogja untuk berkuliah. Dan tentu Mark tidak akan membiarkan Y/n sendirian kan.
"Sarapan dulu." Mark mengeluarkan dua buah bubur ayam yang tadi dia beli sebelum berangkat ke kantor, sedangkan Y/n masih berdiri didepan jendela menatap lalu lintas dari atas.
Mendengar perkataan Mark. Y/n menolehkan kepalanya dan berjalan mendekat ke meja kerja Mark.
Mereka berdua menikmati sarapan sampai sebelum Y/n berhenti di tengah-tengah, "Aku udah kenyang." Ujarnya yang mana Y/n baru makan sekitar lima sendok.
Mark hanya mengangguk memberikan Y/n air minum, dia tidak akan memaksa Y/n untuk menghabiskan bubur tersebut. Y/n hanya duduk menatap Mark yang sedang menghabiskan sarapannya dia tetap akan duduk disana sampai Mark selesai makan, walaupun dia sudah menyelesaikan makanannya.
"Kamu mau nyemil sesuatu ngga?" Mark selesai dengan sarapannya berniat membereskan bungkusan bekas sarapannya.
Y/n hanya menggelengkan kepalanya. "Aku mau ke kamar aja deh." Ucapnya setelah melihat jam yang menunjukan pukul 8 pagi yang mana jam bekerja sudah dimulai.
Mark menganggukan kepalanya menuntun Y/n untuk masuk kedalam kamar setelah itu dia berjalan keluar ruangan untuk membuang sampah.
"Pagi Pak." Sapa Bella terkejut saat nelihat Mark keluar dari ruangannya, ia tidak tahu bahwa atasannya ini datang lebih pagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
