Y/n terbangun dari tidurnya dia menerjapkan matanya saat cahaya lampu mulai masuk kedalam penglihatannya dan seketika melihat sekeliling Y/n tahu sekarang dia berada dimana, Y/n menurunkan pandangannya kearah bawah ternyata ada Mark yang sedang tertidur di sebelah lengannya.
Y/n mengulurkan lengannya mengusap pelan puncuk kepala Mark, sampai ternyata usapannya itu membuat si pemiliki rambut terbangun. Y/n bisa melihat mata Mark yang sebab kemungkinan habis menangis lalu ia menerjapkan matanya berkali-kali sebelum menatap kearahnya.
"Kenapa, haus?" Tanyanya dengan suara serak.
Y/n menggelengkan kepalanya.
Mark mendekat kearah Y/n mengusap dahinya dengan lembut dan mengecupnya, "apa yang sakit, hm."
Lagi-lagi Y/n hanya menggelengkan kepalanya, lalu memengan jari-jari Mark tanpa menatap wajah Mark. "Aku keguguran ya?"
Hening.
Tidak ada jawaban sama sekali Mark tidak mungkin membicarakannya secara gamblang. Sampai suara isakan dari Y/n mulai terdengar membuat Mark mengatur tempat tidur Y/n agar sedikit tegak untuk memudahkan memeluk istrinya itu.
"Aku engga tahu kalau aku sedang hamil Mark, maaf. Aku bener-bener minta maaf." Lirih Y/n memeluk tubuh suaminya itu, sementara Mark hanya menganggukan kepalanya mengerti sambil terus mengusap punggung istrinya itu.
"Harusnya aku engga berlarut-larut dalam kesedihan, harusnya aku jaga kondisi tubuhku."
Tangis Y/n semakin keras membuat Mark terus mendekap tubuh rapuh itu, "Maaf, aku bener-bener nyesel sekarang."
"Sayang udah ya, ngga apa-apa. Kamu engga salah."
"Aku selalu bawa kamu dalam kesialan seperti ini Mark, maaf."
Mark menggelengkan kepalanya, "engga ya Sayang, enggak."
"You regret marrying me?"
Mark memejamkan matanya sesaat, dia tahu akan dibawa kemana pembicaraan ini.
"Aku engga pernah nyesel, sekalipun." Mark menarik tubuhnya menatap wajah Y/n, mengusap air mata yang jatuh di kelopak matanya itu. "Listen honey, I've never regretted getting married or knowing you. instead I'm happy when you want to accept me again, you just have to remember this sentence. Y/n I need you, you know that right. so don't feel down like this." Ibu jari Mark mengusap kedua pipi istrinya itu yang kini sudah dipenuh air mata. "so stop blaming yourself, okay. This is not your fault, I'm also wrong here, I was too busy thinking about other things to pay attention to you."
"Maaf Sayang." Mark kembali memeluk tubuh Y/n.
Tidak ada yang bisa di salahkan untuk hal ini, baik Y/n maupun Mark sama-sama tidak mengetahui hal tersebut.
***
Setelah dua hari melakukan perawatan Y/n di perbolehkan pulang. Dan sepanjang perjanan tadi Y/n hanya diam sambil menatap kearah luar jendela, Mark memaklumi hal tersebut tapi sesekali dia mengusap sebelah pipi Y/n.
Hampir satu jam perjalan mereka berdua sampai di rumah, Mark melirik kearah Y/n dan ternyata istrinya itu sudah tertidur lelap. Jadi Mark keluar dari dalam mobil dan mengitari mobil tersebut, membuka pintu samping mengemudi.
Dia menggendong Y/n.
Sampainya dikamar Mark meletakan Y/n diatas tempat tidur mereka, menyelimuti tubuh yang sekarang sedang rapuh itu. Mark hanya bisa melihat Y/n yang kini tertidur dengan damai tanpa tahu apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya itu setelahnya, Y/n pasti akan terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
