FS || 69

717 55 0
                                        

Y/n terbangun dari tidurnya saat matahari sudah benar-benar diatas kepala, tadi pagi dia sempat bangun ketika Mark mengajaknya untuk sarapan bersama. Dan setelah Mark berangkat ke kantor Y/n kembali tertidur.

Mark memang sudah mulai berangkat kantor sejak kemarin setelah beberapa hari kebelakang hanya mengerjakan semua pekerjaannya dirumah. 

Y/n membangunkan tubuhnya, bersandar pada divan ranjang. Matanya menyelisik kearea kamar, hening itu yang dia rasakanya. 

Hari ini niatnya dia akan datang ke kantor untuk mengajukan surat pengunduran dirinya setelah hampir satu bulan tidak masuk kerja, dia terlalu malu untuk datang kesana dan bekerja lagi setelah sudah libur terlalu lama. 

Y/n membersihkan tubuhnya dan mulai bersiap-siap untuk kekantornya, setelah sudah siap dia berjalan menuju mobilnya terparkir. 

Cukup lama berdiam didalam mobil sampai setelah menit kemudia Y/n baru berani menyalahkan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan perkarangan rumahnya. 

Sekitar 30 menit Y/n tiba di gedung perkantoran yang sempat menjadi tempat bekerjanya, Y/n melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam gedung tersebut. 

Saat sudah memasuki lift dan terbuka dilantai tempat kerjanya, Y/n langsung berjalan menuju ruangan atasannya yang lain dan tidak bukan adalah Doyoung.

Seharusnya dia datang keruangan HRD tapi jika kesana Y/n pasti akan ditanyakan segala macam, jadi dia hanya ingin pamit pada Doyoung saja yang selama ini sudah baik padanya. 

Y/n dipersilakan masuk oleh sekretaris Doyoung dan saat ini dirinya sudah duduk di kursi depan meja Doyoung. 

Tanpa banyak kata Y/n menyerahkan amplop coklat pada Doyoung, membuat Doyoung menyergitkan dahinya sambil membuka amplop tersebut. 

"Kenapa Y/n?" Tanya Doyoung saat membaca surat pengunduran diri dari Y/n. 

"Maaf Pak, saya udah engga bisa lanjut disini." Ujar Y/n pelan.

"Alasannya?" 

"Saya terlalu merugikan perusahaan bapak." 

Doyoung menatap Y/n dengan lamat, terakhir kali dia melihat Y/n adalah saat hari berduka wanita itu dan setelahnya tidak ada kabar apapun lagi. Dan hari ini Doyoung melihat Y/n dengan keadaan yang sangat-sangat berubah dari terakhir kali dia lihat. 

Y/n terlihat lebih kurus dan pucat. 

"Y/n, are u okey?" Tanya Doyoung, tanya sebagai sahabat suaminya bukan sebagai atasannnya. 

Y/n menganggukan kepalanya pelan. 

"Y/n kalau masih mau rehat engga apa-apa, gue bakal kasih izin kok. Jadi engga usah ajuin surat penggunduran diri ini." Doyoung menyerahkan amplop coklat lagi pada Y/n. 

Y/n menggelengkan kepalanya. "Engga Doy, udah cukup. gue enggak enak sama yang lain kalau ditread terlalu spesial seperti ini." Ujar Y/n kembali mendorong amplop tersebut. "Gue udah pikirin dan mau fokus sama Mark aja." 

"Tapi lo engga apa-apa kan?" Doy bertanya lagi.

Y/n menganggukan kepalanya. "Gue beneran ngga apa-apa." 

Doyoung memasukan amplop coklat itu kedalam laci mejanya, "gue terima ini, tapi kalau suatu saat lo mau balik kesini lagi gue akan tetap terima." 

"Makasih Doy, gue pamit." 

Doyoung mengangguk dan mempersilakan Y/n, sejujurnya Doyoung juga tidak ingin melepas Y/n begitu saja setelah kinerja Y/n selama ini yang benar-benar sangat kompeten tapi melihat keadaan Y/n yang sepertinya butuh istirahat yang cukup jadi Doyoung mengiyakan. 

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang