"Hari ini kamu mau kemana?" Tanya Mark pada istrinya yang kini duduk bersebelahan di halaman belakang rumah
Y/n menolehkan kepalanya lalu menggeleng, "Engga ada." Setelah satu minggu berada disini dia sudah puas berkeliling New York bersama Mark, Jisung dan Chenle.
Lagi pula kehamilannya semakin tua dan dia baru kerasa mudah lelah akhir-akhir ini.
"Kamu kalau mau keluar sama Jisung dan Chenle, aku engga apa-apa banget loh." Ujar Y/n. Karena selama ini Mark selalu bersamanya entah berada di Jakarta atau pun disini jadi dia ingin memberikan waktu untuk meetnya Mark.
Mark diam beberapa saat, lalu berucap. "Sebenernya aku di ajakin nonton konsernya Bruno sama Chenle, karena Jisung ngga mau ikut."
"Yaudah kamu ikut sana, sekalian temenin Chenle." Jawab Y/n. "Lagipula kamu juga fans banget sama Bruno, kesempatan kamu banget ini."
"Nanti kamu gimana?"
Y/n terkekeh mendengar pertanyaan Mark. "Loh aku kan dirumah, ada Mama sama Papa juga. Paling juga nanti Jisung kesini kan."
"Serius aku boleh ikut?"
Y/n menggeser lutut Mark agar tubuhnya menghadapnya. "Engga apa-apa, Sayang." Balas Y/n dengan tersenyum.
"Chenle juga ajakin aku nonton pertandingan basket."
"Kalau kamu suka dan mau, aku akan kasih izin kamu."
"Kenapa?" Tanya Mark dengan bingung.
"Maksudnya?" Y/n menyergitkan dahinya.
"Kenapa kamu kasih izin."
Y/n terkekeh. "Karena aku mau waktu punya waktu buat diri kamu sendiri."
***
Sebelum berangkat ke pertandingan basket yang akan dia datangin bersama Chenle, Mark terlebih dahulu memastikan bahwa Y/n baik-baik saja untuk ditinggal.
Saat ini Mark sudah duduk di tepi tempat tidur menunggu Y/n keluar dari kamar mandi.
"Loh kamu belum berangkat?" Tanya Y/n heran saat melihat Mark yang masih berada di kamar tidur mereka.
"Kamu beneran ngga apa-apa kalau aku pergi?" Tanya Mark yang kini berdiri dihadapan Y/n.
Y/n menganggukan kepalanya. "Ngga apa-apa, Sayang."
Mark menatap kedua mata Y/n dalam, mencari apa hal yang Y/n katakan ini bohong atau tidak. Dan dia tidak menemukannya disana.
"Aku janji setelah nonton konser, aku engga akan pergi kemana-mana lagi." Ujar Mark mencium dahi Y/n lalu turun mencium perut Y/n yang semakin hari semakin membesar.
"Yaudah sana berangkat, Chenle udah nunggu di depan tuh." Ujar Y/n.
Mark dan Y/n berjalan berdampingan keruang keluarga. "Kabarin ya kalau ada apa-apa."
Y/n hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum dan duduk disamping Mama yang sedang menonton TV dengan Jisung dan Chenle di sofa sebrangnya.
"Yuk, berangkat." Ajak Mark pada Chenle.
Chenle bangun dari duduknya, sebelum itu dia perpamitan kepada Y/n, Jisung dan tante Sofia.
Setelah memakan waktu satu jam perjalanan mereka berdua tiba di area venue yang di akan di gelar konser Bruno Mars ini, Mark turun dari dalam mobil setelah memarkir mobilnya diikuti dengan chenle.
Suasana keadaan diluar venue sangat-sangat ramai, Mark dan Chenle segera ikut masuk kedalam antrian kedalam venue kebetulan tiket mereka berdua sudah ditukar menjadi tiker fisik jadi mereka berdua tinggal mengantri saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
Fiksi PenggemarKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
