Sekitar jam 10 pagi mereka berdua sudah sampai di daerah Bandung, butuh waktu satu jam untuk mencari tempat yang di tinggalin Y/n. Mark turun dari mobil saat mobil sudah terparkir rapih di halaman tempat kost Y/n.
"Cari siapa mas?" Seorang berpakaian hitam menghampiri mereka berdua, saat berdiri di hadapan Mark, dia bisa melihat nama Mamat di seragam itu.
"Mau cari orang yang tinggal disini, namanya Y/n. Bapak kenal?" Balas Mark, saat sebelum turun dari mobil Doy memang sudah akan meniatkan hatinya untuk Mark saja yang ambil alih dalam pertemuan ini. Ia hanya berdiri dibelakang Mark dengan sesekali tersenyum dan mengangguk.
"Ohhh... mba Y/n." Seakan sudah kenal dengan Y/n, pak Mamat seperti tidak perlu berfikir ketika nama Y/n muncul bibir Mark.
Mark mengangguk sebagai jawaban.
"Kenal, tapi kayanya kalo jam segini mba Y/n belum balik dari kampus." Ujar Pak Mamat memberitahu.
"Kira-kira pulang jam berapa ya pak?"
"Sebentar lagi paling, biasanya jam 12 sudah ada di kost."
"Kalo gitu saya bisa tunggu dimana ya pak?" Tanya Mark karena daritadi mereka hanya berdiri diparkiran kost.
"Disana mas." Pak Mamat menunjuk sebuah ruangan kaca terbuka dengan sofa dan meja yang disediakan, mungkin itu memang tempat menunggu para tamu. Sama seperti dirinya.
Langkah kaki Mark mengikuti Pak Mamat yang menuntunnya untuk masuk kedalam dan menunggu Y/n, lalu setelah itu Pak Mamat kembali ke pos depan setelah memberikan dua botol air mineral untuk mereka bedua.
Sambil menunggu Y/n datang Mark sesekali memejamkan matanya, entah mengapa rasa kantuknya tiba-tiba menyerah. Rasa kantuk karena semalam tidak bisa tidur dan ditambah dengan cuaca Bandung yang sejuk terlebih lagi tempat kost Y/n benar-benar asri sekali membuat rasa kantuknya semakin kuat.
Mark tiba-tiba saja tertidur pulas saat sedang menunggu Y/n, sampai tiba-tiba sebuah tepukan di lututnya membangunkannya. Itu Doy memberitahu bahwa ada mobil masuk kedalam halaman kost. Karena dia juga tidak tahu bahwa itu Y/n atau bukan Mark hanya diam ditempatnya tapi matanya terus memperhatikan mobil itu.
Seorang pria keluar dari dalam mobil, Mark sedikit kecewa karena itu bukan Y/n. Tapi saat dirinya ingin mengalihkan padangannya tiba-tiba saja matanya terfokus pada titik perempuan yang keluar dari kursi penumpang. Mark langsung berdiri dari duduknya hal tersebut membuat Doy ikut berdiri dan menatap objek yang sama dengan Y/n.
Bukankah aku sudah pernah bilang, bahwa kita harus bahagia dengan cara kita masing-masing.
Entah mengapa perkataan Y/n di telpon waktu itu terputar kembali di kepala Mark. Mark sedikit memejamkan matanya saat dia merasa kepalanya sedikit pusing.
lalu.
Jadi cara yang baik adalah kita harus menemukan seseorang yang membuat kita sama-sama tidak menjijikan.
Kalimat yang tidak pernah Mark ingat adalah saat mengatakan bahwa mereka sama-sama menjijikan kembali berputar.
"Gue nyesel, gue terlambat ya?" Gumam Mark menatap Doy yang mana membuat Doy yang menatapnya balik.
Doy memasukan ponselnya kedalam saku. "Lo okey?" Ia berdiri di sebelah Mark karena melihat Mark yang wajahnya sudah pucat. "Apa yang sakit?"
Mark semakin memejamkan matanya, seperti menahan sakit tapi dia gagal menyembunyikannya. "Kepala gue sakit banget." ujarnya pelan.
"Kita kerumah sa--"
"Loh kalian disini, sejak kapan?" Suara itu membuat mereka bedua menoleh bersama. Disana ada Y/n sedang berdiri dan pria di belakang tubuhnya.
"Y/n, Mark kepalanya pusing. Gue harus bawa dia ke rumah sakit." Ujar Doy tidak menjawab pertanyaan Y/n.
"Loh astaga, kok bisa?" Y/n melirik Mingyu. "Mingyu gue ambil bukunya dikamar, lo bisa tolong Doy bawa Mark ke mobil nggak?"
Mingyu yang bingung dengan situasi itu mengangguk, lalu mulai membantu Doy untuk memapah Mark ke parkiran mobil. Sementara itu Y/n melesat masuk kedalam kamarnya.
Setelah kepergian Mingyu hanya ada mereka bertiga di dalam mobil terlebih lagi dengan perasaan jengkelnya Doy menjadikan dirinya supir untuk Y/n dan Mark yang duduk dikursi belakang, kalau bukan karena Mark yang sekarang sedang sakit Doy sudah pastikan akan misuh-misuh sepanjang jalan.
"Jangan... jangan bawa kerumah sakit." Gumam Mark pelan, tapi bisa di dengar baik oleh Y/n dan Doyoung.
"Kenapa?" Tanya Y/n heran. Terlalu banyak pertanyaan di benak Y/n tapi dia urungkan saan melihat keadaan Mark seperti ini.
"Jangan macem-macem ya lo, udah nurut aja." Balas Doy dengan nada sedikit kesal.
"Gue cuman pusing biasa doang, engga apa-apa." Mark masih terus berucap, walaupun rasa sakit kepalanya sudah makin terasa. "Aku engga apa-apa Y/n, jangan bawa aku ke rumah sakit ya."
Y/n sedikit bimbang, disatu sisi Mark terlihat sangat kesakitan tapi mendengar Mark memohon kepadanya membuat dia tidak tega juga.
"Doy, dia bawa obatnya kan?" Tanya Y/n pada Doy.
"Bawa, tadi sempet gue bawa."
"Okei kalo gitu kita check in kamar aja, biar lo bisa istirahat juga." Saran Y/n setelah mengetahui bahwa Mark membawa obatnya mungkin memang ia tidak perlu dibawa kerumah sakit.
Doy membelokan mobilnya ke hotel di jalan Braga ini, lalu ia mulai memasan kamar saat sudah semua selesai Mark dituntun masuk kedalam kamar bersama dengan Doy dan Y/n.
"Lo mau kemana?" Tanya Y/n saat melihat Doy keluar dari kamar Mark.
"Istirahat, gue pesen kamar dua. Males banget jadi nyamuk lo berdua." Ujarnya. "Nanti ada petugas hotel bawain makanan, Mark belum makan siang."
Y/n menganggukan kepalanya. "Nanti kalo ada apa-apa ketuk aja pintu kamar gue, di sebelah." Tambah Doy memberitahu, lalu pria itu hilang dibalik pintu.
Tidak lama Doy keluar, petugas hotel datang membawakan makan siang untuk Mark. Y/n sudah duduk disamping Mark setelah membantu Mark untuk bersandar pada headboard.
Setelah masuk hotel tidak ada percakapan diantara keduanya, Y/n hanya sadar bahwa sejak tadi dia diperhatikan oleh Mark.
"Kenapa ada yang sakit?" Y/n melihat ada air mata yang keluar dari kedua mata Mark.
Mark tidak menjawab hanya membawa tangan Y/n dalam genggamannya.
"Aku disini, jangan nangis." Saat melihat air mata Mark semakin deras, membuat Y/n melepaskan genggamannya dari Mark dan mengapus air mata pada pipi Mark.
"Makan ya, abis itu minum obat." Y/n sudah memegang piring dan siap menyuapin Mark. "Aku temenin kamu disini." Lanjut Y/n saat melihat Mark hanya diam menatapnya tapi saat Y/n mengantakan itu Mark mau membuka mulutnya.
•••
Part selanjutnya keputusan hubungan Mark sama Y/n, tapi enaknya dikasih keputusan apa ya?
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
