“Disini aja.” Mark terus merajuk agar Y/n tidak pulang ke kosannya. Tapi Y/n hanya diam tanpa meladeni Mark dia hanya menunggu Mingyu mengabarinya kalau sudah sampai lobi hotel.
Bukan kesal lagi, mungkin kalau bisa di gambarkan sekarang kepala Mark sudah berasap saat Y/n bilang bahwa yang mengantarnya pulang tadi Mingyu. Sebab Doy entah pergi kemana dan ponselnya mati, jadi dengan sangat berat hati Mark membiarkan Mingyu menjemput Y/n.
Makanya daritadi dia terus membujuk Y/n agar tidak pulang dan tetap bersamanya.
“Mingyu udah di depan nih.” Y/n beranjak dari sofa.
“Disini aja dong Y/n. Aku janji engga akan ngapain-ngapain.”
“Udah ya, terserah kamu mau mikir apa. Aku harus pulang.” Y/n mengibaskan tangannya. “Mau nemenin turun nggak?” Tanya Y/n melihat Mark masih saja diam di sofa.
Tentunya dengan perasaan jengkel Mark berjalan keluar kamar tanpa menunggu Y/n yang melihat tingkahnya terkekeh.
Bunyi elevator terdengar, Y/n keluar elevator bersama Mark dibelakanganya. Wajahnya terus di tekuk sejak keluar dari kamar hotel tadi.
“Kalau kamu ngambek begini, kayanya udah sembuh sih. Besok pulang ya.”
Mark memberhentikan jalannya. “Apaan sih! Orang baru ketemu juga.”
Y/n menarik tangan Mark, di genggamnya lembut. “Udah jangan ngambek mulu dong, nanti aku kenalin Mingyu biar kamu engga salah paham.”
“Engga usah, aku udah tau.”
“Apa?”
“Diakan selin—“
“Mingyu!” Panggil Y/n menarik tangan Mark tanpa menunggu ucapan Mark selesai.
Y/n berdiri di hadapan Mingyu dengan Mark yang ada dibelakangnya, ia tersenyum manis dan Mark engga suka bahwa senyum itu diberikan pada Mingyu juga.
“Kenalin ini Mark Lee.” Y/n melepaskan genggaman tangannya pada Mark, menggeser tubuhnya.
Mingyu tersenyum lalu menyodorkan lengannya ke hadapan Mark. “Mingyu.”
Mark menatap lengan itu bergantia menatap laki-laki di depannya, kalo diperhatikan Mingyu punya senyum yang manis dan sepertinya lebih tinggi darinya. Lalu sikut Y/n mengenai tubuhnya dan Mark membalas jabatan tangan itu. “Mark.”
Mingyu mengangguk melepaskan jabatan tangan itu. “Udah mendingan, bang?”
“Bang?” Mark menyergitkan dahinya. “Engga usah sok kenal.” Gumam Mark pelan tapi bisa didengar oleh dua orang di dekatnya.
“Mark.” Peringat Y/n pelan.
“Sorry.”
Mingyu terkekeh. “Gue temenan doang sama Y/n.” Jelasnya merasa tahu bahwa laki-laki didepannya ini sedang merasa cemburu.
“TTM?”
“Enggak.” Mingyu menggeleng. “Beneran temen.” Jawabnya. “Lagian kalau mau sama Y/n bukannya dari dulu kesempatan gue besar banget?” lanjutnya lagi sambil menaikan sebelah alisnya.
Ucapan Mingyu ada benarnya juga, tapi tadi saat Mark menyebut Mingyu selingkuh Y/n malah mengiyakan dan itu membuatnya sekarang menjadi moody engga jelas seperti ini.
Y/n tertawa. “Udah jelaskan? Makanya jangan cemburu dulu.”
“Apaansih, orang enggak.” Elak Mark.
“Gue ambil mobil dulu ya Y/n.” Ucap Mingyu dan diangguki oleh Y/n.
“Iseng banget, nyebelin.” Mark menjitak Y/n membuat pemiliknya meringgis lalu tertawa.
“Enak juga ngejahilin kamu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
