Y/n baru saja keluar dari kamar mandi tapi tidak menemukan Mark disana, lalu saat sudah selesai berpakaian dia mulai mencari Mark.
"Mark." Panggil Y/n saat tidak menemukan Mark di dalam kamar, lalu dia melangkah keluar kamar. "Sayang." Panggilnya lagi tapi tidak ada jawaban apapun.
"Mark lee." Panggil Y/n sedikit teriak karena tidak ada jawaban apapun sama sekali sejak tadi.
"Pantry, sayang." Mendengar jawaban itu Y/n mulai berjalan mendekati pantry, dan benar saja menemukan Mark di meja kompor entah sedang melakukan apa.
"Katanya engga mau masak?" ujar Y/n yang memilih untuk duduk di kursi meja makan sambil melihat kearah Mark.
Mark membalik tubuhnya, lalu menggelengkan kepalanya. "Memang enggak."
Y/n memanjangkan lehernya, "terus itu kamu lagi ngapain?"
Mark menyunggingkan senyumnya. "Ada deh."
Y/n yang hanya mendapatkan jawaban menyebalkan itu dari Mark hanya memutar bola matanya malas.
Beberapa menit kemudian Mark datang dengan satu buah mangkuk yang sampai saat ini Y/n belum ketahui. Saat sudah menyiapkan di depan Y/n, dia berucap "Surprise!" membuat Y/n yang tadi sibuk dengan tabletnya terkejut.
"Pangsit?" Y/n bertanya sambil menatap Mark yang kini duduk di sampingnya.
Mark menganggukan kepalanya, menarik table yang didekat Y/n untuk dipindahkan. "Cobain dong?" Suruh Mark.
Y/n mengambil sendok dan mulai menyicipi kuah pangsit yang ada didepannya itu, lalu dia mulai memejamkan matanya mengingat-ingat rasa makanan yang masuk kedalam mulutnya.
"Kayanya rasanya beda sama yang kemarin deh." Jelas Y/n mulai memakan satu potong pangsit dan mengunyahnya. "Kamu beli dimana?"
Mark tersenyum saat melihat Y/n merasa senang dengan makanannya. "Enak ngga?"
Y/n menganggukan kepalanya. "Enak, ini kaya aku makan sama Bella dan Dino."
"Yaudah abisin." ujar Mark.
Y/n menolehkan kepalanya. "Kamu engga makan?"
Mark melirik kearah pantry, "ini aku mau sekalian makan."
"Kamu beli banyak?"
Kemudian Mark berjalan menuju lemari es yang berada di dalam pantry, lalu membuka lemari es bagian atas yang berisi beberapa kotak makanan.
"Mark." Y/n terkejut lalu ingin berdiri menghampiri suaminya itu tapi satu tendangan dari dalam perutnya terasa. "Akh." ujarnya refleks, membuat Mark dengan cepat melangkah ke arah Y/n.
"Hey, kenapa?" Ujar Mark panik melihat kearah Y/n yang merasa kesakitan.
"Perutku sakit." Y/n masih terus memegang perutnya.
"Kita kerumah sakit ya."
Y/n menggelengkan kepalanya. "Engga perlu deh kayanya, ini cuman tendangan dari anak kamu aja nih." ujar Y/n menjelaskan, kemudian mengambil lengan Mark untuk diletakan di atas perutnya.
Dan benar Mark merasakan ada tendangan dari dalam sana, dia tersenyum. Mengelus perut Y/n dengan pelan. "Hey, the twin. Pelan-pelan okey. kasian mami kamu kesakitan." ujar Mark.
Y/n menenggak segelas air untuk meredakan rasa sakitnya, mungkin tendangan tadi serasa tiba-tiba dan membuatnya sedikit terkejut dan kesakitan.
"Pelan-pelan ya sayang." ujar Mark masih terus berbicara pada kedua anaknya.
Mark berdiri dari duduknya, mengusap pucuk kepala Y/n. "Kita kerumah sakit ya Sayang?"
Y/n menggelengkan kepalanya. "Engga perlu, Sayang. I'm okey." ujar Y/n meyakinkan Mark. "Kamu ambil makan sana."
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
