FS || 59

580 64 2
                                        

Y/n sedang sibuk dengan ponsel di lengannya layar menunjukan bahwa dia sedang bermain game, sedangkan di pinggangnya ada sebuah lengan yang memeluknya dengan posisi wajah menunduk untuk menghirup bagian pundak dirinya yang lain dan tak bukan adalah Mark. 

Mereka pulang dari kantor tidak terlalu malam seperti biasanya jadi setelah makan malam bersama dirumah, baik Y/n maupun Mark kini sudah bersiap-siap untuk tidur dan berakhir diatas ranjang mereka. 

Tapi sepertinya hanya Mark yang sudah memejamkan mata karena Y/n masih sibuk dengan ponsel di lengannya. 

"Mark." Panggil Y/n pelan karena tidak ada pergerakan apapun dari tubuh dibelakangnya yang dia rasakan adalah hembusan nafas.

"Hm." Dan Y/n salah dia pikir Mark tertidur namun ternyata masih tersadar walaupun mungkin kesadarahannya hanya 50 persen. 

"Besok mau kemana?" Tanya Y/n, karena besok sudah memasuki waktu weekend dan biasanya Mark akan pergi bermain basket bersama teman-temannya. 

Mark mengambil ponsel Y/n dari lengannya membawa tubuh itu untuk menghadap kearahnya. 

"Kamu mau kemana?" Tanya Mark balik yang ternyata kini kesadarannya sudah 100 persen.

Y/n mengusap sebelah pipi Mark merasakan tektus kulit Mark yang terasa kasar sisa cukuran tadi pagi. "Kamu emang engga basketan?" 

Mark menggeleng.

"Besok kerumah ibu yuk."

Mark tersenyum lalu mengangguk. "Okey, nginep?

"Kamu kalau nginep keberatan ngga?" 

"Engga sama sekali Sayang." Ujar Mark menarik tubuh Y/n untuk lebih dekat. "Udah tidur yuk." Ajaknya.

Y/n mengangguk dan kembali membalas pelukan Mark, setelah itu mereka benar-benar terlelap dalam tidurnya.

***

Y/n turun dari keluar dari kamar setelah sudah membersihkan tubuhnya setelah itu dia segera turun untuk mengambil minum dilantai bawah.

Melewati Mark yang masih terlelap dalam tidurnya. 

Y/n duduk diatas meja bar setelah menengguk segelas air dan tidak lama setelah itu budeh muncul dari balik tempat laudry.

"Eh, bu." Sapanya dengan tersenyum kedua tangannya sudah membawa satu ember sedang dengan pakaian di dalamnya. 

Y/n tersenyum. "Udah cucinya ya?" 

Budeh mengangguk. "Ini saya mau lanjut jemurin dulu bu." 

"Keluarga sehat Budeh?" Tanya Y/n langkahnya mendekat kearah lemari es. 

"Sehat bu, alhamdulillah. si Kaka mau masuk SMA tahun ini." Ujarnya menceritakan anak pertamanya. 

"Ohya?" Seru Y/n. "Adik saya lulus SMA tahun ini. Mau lanjut dimana budeh?" 

Budeh terlihat bingung. "Belum tau, tapi mau di masukin kesekolah negeri aja biar lebih murah." 

"Kalau misalnya mau masuk swasta dan biayanya kurang bilang aja sama saya atau sama Mark." Jelas Y/n. 

Budeh mengangguk. "Makasih banyak bu, ini saya lanjut kerja dulu ya." Ujarnya lagi.

Y/n mengangguk dan setelah itu Budeh benar-benar hilang dibalik pintu belakang. 

"Dicariin taunya disini," Y/n terkejut mendengar suara tersebut dan dia langsung menoleh kepalanya dan menemukan Mark yang sudah berjalan mendekat.

"Bisa-bisa ya kamu ganti pelukan aku pake bantal guling." 

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang