Suara langkah kaki diruang yang sunyi ini terasa begitu nyaring, Mark melangkahkan kakinya kearah ruang tengah saat baru saja tiba beberapa menit lalu, hari ini akhirnya dia kembali ke rumah setelah meninggalnya kurang lebih satu bulan.
Mark menyeret koper miliknya hingga anak tangga pertama dan membawa koper besar itu naik bersama dirinya, sungguh definisi pulang kampong sesungguhnya saat berangkat dia hanya membawa satu koper kecil berukuran 18 inch tapi setelah pulang dia membawa koper berukuran 24 inch.
Pintu kamar dia biarkan terbuka lebar, memangnya akan ada siapa? Dia hanya tinggal dirumah ini seorang diri. Hanya budeh yang datang kala pagi dan menjelang sore hari nanti.
Tubuhnya dia hempaskan ke atas tempat tidur, rasanya sangat nyaman dan terasa dingin mungkin seprainya baru diganti atau karena suhu pendingin ruangan yang terlalu besar.
Mark menatap langit-langit kamarnya, dia benar-benar merindukan tempat ini saat tidak berada dirumah, dia juga rindu dengan kantor dan tentunya dia rindu dengan kekasihnya, Y/n.
Bersangkutan dengan Y/n, Mark tidak memberitahu bahwa dirinya sudah kembali ke Jakarta, dia akan membuat kejutan untuk Y/n dan hari jadinya yang ke 6 tahun.
Mark menarik tubuhnya dari tempat tidur saat dia tahu bahwa masih ada barang bawaanya yang harus dirapihkan, semua barang belanjaannya yang dia beli dikeluarkan dari dalam koper di pilah satu persatu dan di masukan kedalam totebag.
Suara salam terdengar dari lantai satu, Mark mengambil lima totebag secara asal dan berjalan menuruni lantai satu.
"Astaga... saya kira mas belum pulang." Ujar Budeh dengan terkejut saat melihat Mark berdiri diruang tengah menunggu Budeh keluar dari area cuci.
Mark tersenyum. "Aku baru sampe kok budeh, cuman emang enggak bilang kalau mau pulang hari ini."
"Iya, saya kaget tiba-tiba mas ada disini."
"Besok-besok kalau aku pergi, datangnya pagi aja. Enggak berantakan juga kan, jadi enggak usah bolak balik." Ujar Mark memberitahu. "Ohya ini ada bingkisan buat anak-anaknya." Mark memberikan tiga totebag itu kepada Budeh, lalu memberikan dua lagi. "Ini tolong titip buat satpam yang jaga didepan ya Budeh."
"Aduh mas, ini banyak banget." Budeh merasa tidak enak untuk menerimanya.
Mark menarik tangan wanita yang sudah setengah abad itu, "Enggak apa-apa, ini juga titipan dari mamah." Balas Mark.
"Aduh, makasih ya mas. Salam juga ke ibu sama bapak."
Mark mengangguk lalu tersenyum. "Yaudah saya naik keatas, budeh." Setelah budeh mengangguk Mark kembali melangkahkan kakinya menuju kamar.
Sampai dikamar Mark berjalan menuju tempat tidurnya dan mengambil ponsel yang tadi sempat dia tinggalkan. Lalu tangannya dengan lincah mengetik beberapa nomor disana dan menekan logo telepon.
Deretan nomor tadi digantikan dengan nama Cintaku dari display layar ponsel Mark.
"Hai Mark." Suara Y/n terdengar dari seberang sana.
"Hai... lagi dimana?"
"Dirumah aja sih, kamu lagi enggak bisa tidur kah?" Tanya Y/n, yang membuat Mark terkekeh kecil. Karena ia tak tahu bahwa sekarang waktu mereka sudah kembali sama.
"Enggak." Mark menggelengkan kepalanya. "Agenda kamu hari ini kemana?"
"Tadi pagi sih habis jogging berdua Jisung, setelah itu santai aja dirumah." Jelasnya.
Mark mengangguk, "nanti jam 7 ketemu di resto yang biasa kita makan ya."
"Kamu udah pulang?" ada perubahan dari nada suara Y/n membuat Mark terkekeh gemas, pasti kekasihnya itu sedang menunjukan ekpresi terkejut sekarang.
"Iya." Gumam Mark.
"Kok enggak bilang? Kapan sampai?"
"Kejutan." Ujarnya. "Aku sampe tadi pagi, jam tujuh aku tunggu disana ya."
Mark mendengar suara kekehan dari seberang sana. "Oke, see you!"
***
Langkah kaki Y/n membawanya masuk kedalam satu ruangan yang sudah di reservasi oleh Mark, dia pikir dirinya terlambat karena setelah sampai sana waktu sudah menunjukan pukul 7.20 dan dia takut bahwa Mark menunggunya tapi saat sampai ternyata hanya dirinya seorang diri.
Tidak lama setelah Y/n duduk seorang pelayan menghampirinya memberikan satu buah bucket bunga mawar yang sudah disusun rapih. Lalu setelah itu suara dentingan piona terdengar bersamaan dengan itu semua lampu yang ada diruangan ini redup digantikan dengan led strip yang sengaja dipasangkan pada pinggiran meja dan tubuh piano.
Y/n menatap tak percaya saat Mark sedang duduk disana sambil menatapnya dengan jari-jari yang begitu lancar memainkan tuts piano.
Sebuah lagu yang sangat popular pada jamannya, malam ini Mark menyanyikannya All of me lagu yang di populerkan oleh John Legend ini membuat Y/n tidak berkata-kata selain ke kagumannya pada Mark.
Lirik terakhirpun di nyanyikan, saat lagu selesai semua lampu ruangan kembali menyalah lalu Mark menghampiri, berdiri didepan Y/n dan sedikit membungkukan tubuhnya.
"Gimana, suka?" tanyanya dengan senyum manis, sejujur Mark tidak perlu bertanya seperti itu karena wanita mana yang tidak suka saat dilakukan hal yang romantic seperti ini.
Y/n mengangguk, dia masih belum bisa berkata apapun. Jadi hanya anggukan yang menjawab pertanyaan Mark.
Mark masih mempertahankan senyumannya, lalu telapak tangannya mengusap punggung tangan Y/n.
"Terima kasih sudah bertahan selama enam tahun bersama aku."
Y/n ,memejamkan matanya sesaat lalu kembali membuka matanya dengan terkejut, dia baru sadar bahwa hari ini hari jadinya yang keenam tahun bersama Mark. Walaupun sempat break selama setahun tapi setelah itu dia memutuskan untuk kembali.
Y/n mengangguk lagi sebagai jawaban.
"Jadi dihari ini, aku ingin mengaku bahwa kamu ... You're my end and my beginning." Kutipan lagu All of me pun Mark sematkan. "Aku bingung harus ngomong apa, aku gugup," akunya, membuat Y/n terkekeh. "Will you marry me?" kalimat itu membuat kekehan Y/n berhenti dan menatap kedua bola mata Mark.
"The answer is yes and of course."
"Apa aku enggak punya pilihan lain?" Tanya Y/n.
Membuat senyum di bibir Mark seketika luntur, menatap Y/n dengan wajah tegang.
Y/n terkekeh saat dengan cepat Mark merubah ekpresi wajahnya, lalu. "Of course I want."
Mendengar kalimat itu membuat bibir Mark kembali tersenyum lagi, lalu dengan gerakan cepat ia merogoh saku jasnya dan membuka kotak kecil dengan cincin didalamnya kemudian disempat di jari manis Y/n.
"Thank you, sayang!" membawa Y/n kedalam pelukannya.
•••
siapaa yang nunggu momen iniiii????
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
