FS || 73

665 56 4
                                        

Semakin hari Mark semakin sangat-sangat protektif terhadap Y/n walaupun dulu juga dia begitu tapi semenjak Y/n sedang mengandung dirinya makin-makin protektif. 

"Susunya udah jadi tuan putri." Mark menyerahkan satu gelas susu yang sudah dia siapkan untuk Y/n. 

Y/n terkekeh melihat tingkah Mark yang seperti ini. "Terima kasih baginda Raja." Balas Y/n.

Keduanya tertawa setelah mengantakan seperti itu.

"Ayo diminum dulu." Suruh Mark. 

Y/n menurut dan meminum susu tersebut sampai kandas.

"Besok kontrol kan?" Tanya Mark menarik tubuh Y/n untuk lebih dekat.

Y/n mengangguk sambil memainkan lengan Mark yang berada di atas perutnya, mereka berdua sedang duduk di sofa yang berada di dalam kamar sambil melihat kearah pintu balkon dengan pemandangan malam. 

"Kamu mau makan sesuatu ngga?" Ujar Mark sambil terus mengelus perut rata Y/n. 

Y/n menggelengkan kepalanya tentu tidak karena mereka berdua baru saja menyelesaikan makan malam mereka. 

Y/n menjauhkan tubuhnya wajahnya menatap kearah Mark, "Are you happy?"

Mark menatap mata Y/n lebih dalam. "Of course I'm very, very happy." jawabnya sambil tersenyum, tangannya yang nganggur dia mainkan pada rambut depan Y/n. "Kamu gimana?"

Y/n tersenyum lalu mengubah posisi tubuhnya seperti semula, "i'm happy too." gumamnya sambil menganggukan kepalanya,

"Kalau ada yang kamu rasain atau apapun itu kamu harus bilang sama aku ya." pinta Mark. 

Y/n hanya diam mendengar ucapan Mark. "Okey, Babe?"  Ulang Mark sekali lagi, karena dia tahu Y/n akan diam dan menutupi apapun darinya. 

"Iya-iya Sayang." Balas Y/n. 

Setelah itu mereka berdua memutuskan untuk menikmati udara malam yang sedikit demi sedikit masuk kedalam kamar mereka. Karena Mark sengaja menutup pintu balkon dan hanya menyisahkan celah kecil saja.

***

Mark terbangun saat alarm dalam ponselnya berdering, lengannya mengambil ponsel yang ada dimeja samping tempat tidurnya. 

Lalu mematikan alarm tersebut dan mulai terbangun dari tidurnya, tentu pergerakan dia pelankan sebisa mungkin agar tidak menganggu waktu tidur Y/n.  Benar, Y/n sekarang masih tertidur pulas.

Mark berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah itu dia sempat mebgisi air hangat di dalam bath up untuk Y/n mandi nanti. 

Entah mengapa sejak Y/n hamil, Mark selalu ingin melakukan hal yang terbaik dan dia juga selalu ingin melakukan kegiatan yang biasa dilakukan Y/n biar dia saja yang melakukannya. 

Mark sudah mengisi air di bath up lalu dia berjalan keluar kamar mandi, menuju wardrobe memakain stelan kerjanya saat sudah selesai dia berjalan kearah tempat tidur untuk membangunkan Y/n. 

"Sayang." Mark mengelus rambut Y/n pelan mulai membangun istrinya itu. 

"Hm." gumam Y/n kemudian secara perlahan membuka kedua matanya dan tersenyum saat membuka matanya terdapat wajah Mark. 

Mark tersenyum mengecup dahi Y/n, "Bangun yuk."

Y/n terdiam beberapa saat sebelah tangannya mengusap pipi Mark dengan lembut. 

"Kamu mau sarapan apa?" Tanya Mark.

Y/n mulai terbangun dari tidurnya dengan tangan Mark yang menahan pinggangnya. "Buah aja." gumamnya.

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang