Setelah hampir satu jam setengah akhirnya Mark menemukan keberadaan Y/n, benar Mark menemukan Y/n di bar terakhir yang dia datangi. Lalu membawa perempuan itu kerumahnya dengan keadaan setengah sadar, mungkin kesadaraanya hanya 10% setelah dia meminum alcohol yang tidak Mark ketahui jumlahnya.
Mark membawa tubuh Y/n keatas tempat tidur, menyelimutinya, mengusap sebelah pipinya dengan lembut dan membisikan kata maaf. Tapi kegiatan itu sedang terjadi lengan Mark di tepis oleh Y/n selimut yang tadi menyelimuti tubuhnya pun dia lempar secara asal.
"Hei, Sayang mau kemana?" Mark menahan tubuh Y/n saat melihat perempuan itu berdiri di di depan pintu kamar berjalan menuju luar.
"Sayang." Panggilnya lembut, kedua tangannya masih memegang bahu Y/n.
Y/n menyentakan tangan itu, "Lepas!"
"Y/n." Mark terlihat bingung tapi dia tidak akan memberikan jalan untuk Y/n keluar dari kamar karena dia tahu bahwa perempuan itu harus secara istirahat.
"Minggir." Rancu Y/n kesadarannya hanya 10% tapi dia masih bisa menatap kedua mata Mark. "Lo jahat, gue enggak suka!" gumamnya lagi.
Mark mendengar cara Y/n berkata berbeda langsung membulatkan matanya.
"Kamu mabuk, sekarang harus tidur ya." Dia mulai menuntun Y/n kembali menuju ranjang tapi Y/n masih mempertahankan posisi tubuhnya.
"Lepas, biarin gue pergi. Lo engga mau liat gue kan?" kedua mata Y/n memerah entah menahan tangis atau memang dia benar-benar mengantuk.
Mark kembali memegang kedua bahu Y/n, "Sayang aku minta maaf udah cuekin kamu, maafin aku ya." Ujarnya Mark dia tahu Y/n sedang tidak sadar tapi tetap harus minta maaf karena masalah sepele yang dia buat sendiri, padahal jauh sebelum mereka menikah Mark tidak memikirkan untuk malam pertama mereka tapi menolakan dua hari lalu membuatnya merasa terluka.
"Lepas. Gue males liat lo!" Ujar Y/n.
"Hei, aku kamu oke. Engga boleh ngomong itu." Mark menggelengkan kepalanya masih terus memegangin bahu Y/n.
Untuk kesekian kalinya Y/n menepis kedua tangan Mark dari bahunya lalu menatap mata lelaki itu dengan setengah sadar, dia membuka kancing kemeja yang di gunakan, meloloskannya begitu saja melewati lengannya lalu menarik asal dalamnya dan yang sekarang tersisa hanya bra yang masih melekat pada tubuhnya.
Mark hanya diam melihat Y/n melakukan hal itu, sampai tubuhnya terdorong yang membuatnya jatuh di atas tempat tidur dengan posisi duduk, Y/n menjalankan langkahnya mendekat dan duduk diatas pangkuan Mark.
"Ini kan, ini kan yang lo mau?" ujarnya. "Lo ingin cepat-cepat memasuki gue,"
"Y/n."
Y/n menggerakan tubuhnya membuat sesuatu dibawah sana ikut bergerak karena ada gesekan dari tubuh Y/n. "Ayo lakukan yang lo mau. Mumpung gue lagi engga sadar."
Mendengar itu hatinya terasa sakit seperti ditusuk ribuan pisau, ucapan Y/n memang tidak dipikirkan tapi entah mengapa terasa nyata dan membuat dada Mark sesak.
"Kenapa diem aja? Gue udah ada dihadapan lo. Menyodorkan diri, kenapa diem aja!" kali ini Y/n yang sedikit agak berutal dia mengguncangkan kedua bahu Mark.
Karena Mark hanya diam saja Y/n memberanikan diri untuk mencium bibir lelaki itu tapi Mark memundurkan kepala.
"Lakuin brengsek!" makinya saat mendapati penolakan.
"Y/n Sayang, engga kaya gini caranya. Aku engga mau kalau kamu kaya gini, aku engga akan melakukan hal itu ke kamu dalam keadaan engga sadar kaya gini."
Mark melihat Y/n berdiri dari pangkuannya lalu jatuh tepat di depan kakinya, dia memeluk tubuhnya sendiri, menundukan kepala. Ada isakan tangis yang keluar membuat Mark ikut duduk didepan istrinya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
