FS || 20

966 83 0
                                        

Rutinitas pagi Y/n sekarang sedikit berubah, biasanya dia hanya bangun tidur lalu pergi ke kampus sekarang dia baru berjalan dengan ponsel yang ada di telinganya. Itu telpon dari Mark yang entah mengapa pagi-pagi buta sudah menghubunginya.

“Iya aku udah di mobil bareng Mingyu nih.” Y/n baru saja memasang seltbelt untuk dirinya saat sudah duduk disamping Mingyu.

Hati-hati, nanti kalau udah selesai kelas. Kabarin aku ya.” Suara Mark di sebrang sana membuat Y/n sedikit jenggah, lantara pria itu terus menerus mengatakan hal yang sama.

“Iya, udah ya aku tutup.” Tanpa menunggu suara terakhir dari Mark Y/n sudah memutuskan sambungan telponnya. Menaruh ponselnya ke dalam tas.

Mingyu melirik kearah Y/n sekilas. “Mark?”
Y/n hanya bergumam sebagai jawaban.

Tangannya mengambil semua rambutnya lalu mengikatnya asal. “Pagi-pagi buta udah telponin gue.”

Mingyu tertawa dia tidak pernah melihat Y/n sekesal ini sebelumnya jadi melihat mimik wajahnya sekarang membuat Mingyu tertawa.

“Dia takut lo kenapa-napa Y/n.”

“Selama ini gue engga kenapa-napa kan.” Balas Y/n dengan tangan yang sibuk dengan berkas tugas yang akan dia setorkan siang ini.

***

Mark tersenyum tipis saat Y/n mengakhiri sambungan telponnya, sejujurnya dia senang sekarang Y/n menjadi miliknya lagi tapi ada jarak yang membuatnya jauh dan waktu terasa sangat lambat. Belum ada 24 jam meninggalkan Y/n dirinya sudah sesak di serang rasa rindu.

Saat bangun tidur tadi rasanya sedikit hampa tapi dia mencoba menepis semua perasaan itu, dia hanya memikirkan kapan hari berlalu semakin cepat dan datang menemui Y/n sesuai jadwal yang sudah mereka sepakati.

Langkah kaki Mark berjalan menuju meja makan, ada beberapa hidangan yang sudah di siapkan oleh Bi Ati selaku ARTnya. Suasana rumah memang sepi karena dia tahu bahwa orang tuanya sedang ada di luar kota.

“Loh Mas Mark udah bangun?” Suara itu mengagetkan Mark yang sedang duduk di meja makan.

Mark menoleh lalu tersenyum. “Udah Bi.”
Bi Ati menuangkan susu kedalam gelas disamping Mark. “Kata Ibu, mas disuruh istirahat dulu aja.”

“Makasih Bi.” Ujar Mark saat Bi Ati selesai menuangkan susu kedalam gelas miliknya. “Iya hari ini juga saya engga niat kemana-mana kok.”

Bi Ati mengangguk lalu ijin pamit ke belakang, jadi hanya tinggal Mark yang berada di meja makan yang besar ini seorang diri.

Mark kembali ke kamarnya saat sudah sarapan tadi, dia hanya berdiam di kamar entah harus melakukan apa. Saat semua temannya sudah sibuk dengan pekerjaan mereka Mark masih bersantai diatas tempat tidurnya.

Rasa bosan mulai menghantuinya, jadi Mark turun ke bawah menuju ruang menonton. Mark menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa dengan film yang berputar di depannya, dia baru sadar bahwa terakhir dia masuk keruang ini itu setahun lalu.

Film pertama sudah selesai di tonton, lanjut ke film kedua. Guna menonton film ini karena Mark ingin waktu cepat berlalu sambil menunggu kelas Y/n selesai nanti.

Matanya teralihkan saat layar ponselnya menyalah, Mark langsung membawa ponsel itu ke dalam genggamannya.

Mark pikir itu pesan dari Y/n tapi harapannya nihil saat bukan nama Y/n yang ada didepan sana, melainkan nama salah satu sahabatnya. Haechan.

Haechan

: Gue denger-denger lo udah sembuh, asikkkk

Gue emang engga sakit anjir! :

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang