Seminggu belakangan ini Mark sudah jarang sekali pulang dari kantor bersama Y/n, biasanya mereka berdua selalu pulang di jam yang sama tapi beberapa hari kebelakang ini Mark sangat disibuk dengan beberapa proyek baru dan tentunya berkas yang harus dia pelajari. Dan itu membuatnya jarang sekali bertemu Y/n, Mark akan pulang di waktu yang sudah sangat larut dan dia juga sudah melihat Y/n tidur dalam nyenyaknya.
Kebiasaan yang selalu dia lakukan sebelum tidur dengan membahas apa saja keseharian ini tentu itu juga tidak berjalan dengan baik, komunikasi keduanya mendadak jarang. Mereka berdua hanya menanyai kabar masing-masing hanya dari balik telpon.
Bukannya mereka bisa berbicara pada pagi hari?
Seharusnya memang biasa, tapi semakin larut kepulangan Mark kerumah semakin sulit dia bangun dipagi hari dan itu menyebabkan keduanya jarang berbicara secara langsung.
Y/n akan berangkat ke kantor seperti biasa, tetap menyiapkan pakaian untuk Mark dan sarapan lalu dia berangkat lebih dahulu tanpa membangunkan Mark. Dan begitupun dengan Mark dia akan bangun saat jam sudah menunjukan pukul 8 pagi yang mana 30 menit yang lalu Y/n sudah berangkat menuju kantornya.
Setelah tahu kesibukan Mark, Y/n dengan inisiatif berangkat dan pulang menunggunakan taksi online, walaupun sempat di cegah oleh Mark dan menyuruhnya untuk menggunakan supir dari kantornya saja, tentu Y/n menolak tawaran itu. Menurutnya selagi bisa sendiri, kenapa harus merepotkan orang lain.
Mark melonggarkan dasinya bersamaan dengan langkah yang masuk kedalam kamar, seperti biasa dia sudah melihat Y/n yang sudah tidur lelap.
Dengan langkah pelan Mark berjalan menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya lalu ikut masuk kedalam selimut yang sama, waktu sudah menujukan pukul 2 dini hari dan dia baru bisa mengistirahatkan tubuhnya dihari yang sudah sangat larut ini.
Mark menarik tubuh Y/n untuk di peluk sebelum rasa kantuknya mulai melanda.
***
Hari ini tidak seperti biasanya Mark bisa tiba di rumah saat malam belum begitu larut, dia sudah berada dirumah saat jamn menunjukan pukul 9 malam yang mana dia bisa benar-benar melepas rindu dengan Y/n.
Dengan langkah lebar dan penuh semangat Mark masuk kedalam rumah, langkahnya terhenti tempat di depan ruang tamu.
Mark melihat ada dua orang lawan jenis sedang duduk berhadapan dan bahkan dia tidak bisa meneruskan apa yang sedang mereka lakukan.
Jas di genggaman Mark terlepas jatuh ke lantai.
Tubuhnya terasa kaku, bibirnya mendadakan kelu. Mark memejamkan matanya lalu menghembuskan nafas pelan.
"Sayang." panggilnya dengan suara pelan nyaris berbisik tapi membuat kedua orang di depannya ini menoleh, benar itu Y/n istrinya dan Da...ve.
Dari tatapan mereka berdua tidak ada raut wajah terkejut, semua ekpresinya seolah-olah biasa saja. "Udah pulang?" Dengan ringat Y/n menjawab dan berdiri dari sofa sambil membenarkan rambutnya menjadi satu genggaman kemudia diikat menjadi satu.
Mark menatap keduanya secara bersamaan, tentu rasa marah sudah memuncak tapi entah kenapa Mark tidak bisa meluapkan itu semua, "Kamu ngapain?" dua kalimat itu yang mampu Mark ucapkan setelah dia melihat istrinya sedang bercumbu dengan proa lain.
Dua orang didepannya ini tertawa, tawa seperti mengejek. Membuat Mark menyergitkan dahinya. Seharusnya mereka berdua ketakutan karena sudah ketahuan tapi kenapa dua orang ini bersikap oleh-olah itu biasa saja.
"Kamu liatnya aku ngapain?" Ujar Y/n sambil menatap Mark.
Mark menelan ludahnya kemudian dia memejamkan matanya, "Kamu kenapa Sayang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
