Setelah sekian lama Mark meninggalkan kantor hari ini dia kembali untuk melanjutkan semuanya yang tertunda, Mark sedikit bingung dengan beberapa tempat semuanya sudah diubah seperti ruang meeting sekarang sudah di ganti menjadi ruang keuangan operasional dan beberapa tempat lainnya.
Orang-orang yang dia kenal sebelumnya semakin sedikit dan sekarang Mark melihat wajah-wajah asing di depannya.
Mark di ajak berkeliling oleh salah satu karyawannya Bella, yang Papa bilang itu adalah sekretaris untuk membantu dirinya.
"Saya baru kerja disini 6 bulan pak." Ujar Bella memecahkan keheningan sejak tadi berkeliling. Dia juga sebenarnya sedikit terkejut dengan permintaan Pak Henry yang memintanya untuk dipindahkan menjadi sekretaris untuk anaknya.
Mark hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ini ruang buat santai pak, biasanya dipakai para karyawan untuk istirahat setelah makan siang." Bella membuka pintu kaca yang langsung di suguhi pemandangan jalanan kota, siang seperti ini saja terlihat indah apalagi malam hari atau sore hari.
Mark sedikit takjub melihat pemandangan itu, ini benar-benar cozy sekali, entah ini ide dari siapa tapi yang jelas ini benar-benar menganggumkan.
Setelah 30 menit berkeliling Mark akhirnya masuk kedalam ruangannya, berbeda dengan dahulu ruang Mark juga di pindahkan dan sekarang ruangan bekas dirinya menjadi ruang meeting utama.
Sedangkan Bella sudah duduk di depan ruangan depan Mark yang menandakan dia memang sekretaris yang Papa berikan.
Sejujurnya Mark menolak dengan adanya sekretaris untuk dirinya tapi Papa terus memaksa karena Mark tidak mungkin bisa menghandle semuanya sendiri jadi dia menerimanya. Mark sedang duduk di kursi kerjanya dengan beberapa laporan yang harus dia pelajari. Tiba-tiba ponselnya berdering, dia langsung mengambil ponselnya yang ada di samping laptop lalu tersenyum saat tahu siapa yang menelpon.
"Halo." Suara yang selalu dia rindukan setiap harinya memasuki indera mendengarannya. Dan sudah hampir satu minggu sejak dia bertemu dengan Y/n di Bandung.
Mark memutar kursinya membelakangi meja kerjanya. "Hai, sayang."
"Gimana hari ini?"
"Hari ini berjalan dengan lancar, aku harus diajak office tour sama Bella soalnya banyak yang berubah."
"Bella?"
"Iya, sekretaris aku." Ujar Mark. "Sebenernya aku enggak terlalu butuh sekretaris sih tapi Papa maksa, jadi ya aku terima deh."
"Loh kenapa engga mau? Kamu kan pasti butuh sekretaris." Balas Y/n heran dengan jawaban Mark.
Mark menggaruk alisnya. "Aku enggak tahu." Ada jeda dalam kalimatnya. "Cuman aku enggak mau terlalu sering berintraksi sama wanita lain."
"Mark?"
"Lebih baik kaya gitu kan, daripada aku buat kamu salah paham." Mark membuang nafasnya pelan. Selalu ada rasa takut sejak kejadian itu.
"Mark, kalau masih dalam waktu wajar aku engga apa-apa."
"Satu tahun lalu, ditempat ini. Aku kehilangan kamu dan apa aku masih akan baik-baik aja setelah semua itu, nggak kan Y/n." Sebenarnya menolak ada sekretaris adalah takut dirinya tidak sengaja membuat hati Y/n terluka, dan itu yang selalu menjadi ketakutannya.
"Oke, kalau itu membuat kamu nyaman nggak apa-apa." Ujar Y/n. "Tapi jangan terlalu berlebihan ya."
"Iya sayang."
"Terus setelah masuk kantor, gimana perasaan kamu?"
"Happy, banyak ketemu orang baru. Ternyata aku udah lama ninggalin kantor sampai banyak karyawan baru."
"Aku seneng kalo kamu happy juga."
"Kamu masih di kampus?"
"Iya, lagi mau cari bahan buat thesis."
Mark melihat jam di pergelangan tangannya. "Terus udah makan siang?"
"Habis ini sih, aku mau makan ayam geprek bareng Mingyu."
"Aduh aku jadi kangen makan ayam geprek disana."
Dari sebrang sana Y/n tertawa. "Sini dong."
"Bener ya?"
"Enggak, bercanda. Terus kamu sekarang lagi apa?"
"Pelajarin beberapa berkas. Ternyata aku ninggalin kantor lama banget."
Y/n tertawa. "Baru sadar kamu, yaudah aku tutup ya. Semangat kerjanya. Jangan lupan makan."
"Iya sayang, kamu pulangnya hati-hati kalau ada apa-apa kabarin aku."
Mark kembali menaruh ponselnya setelah sambungan telpon terputus, lalu terdengar suara ketukan dari luar tidak lama setelah itu Bella muncul.
"Udah mau makan siang pak, bapak mau apa biar saya pesankan." Tanyanya.
Mark sempat berpikir sebentar, lalu berkata. "Ayam geprek."
"Oke baik pak, saya pesankan. Saya pamit dulu." Ujar Bella undur diri lalu keluar dari ruangan Mark.
***
"Ini Prof. Sahid engga kira-kira apa." Ujar Mingyu dengan kesal sambil memegang map coklat yang Y/n tidak tahu isinya aoa.
Y/n menarik perhatiannya yang tadi ke depan laptop langsung menghadap Mingyu. "Kenapa emang?"
"Ini gue disuruh minta tanda tangan plenary session seminar kemarin." Ia menunjukan map itu pada Y/n.
Y/n menerima sambil membaca-baca dokumen itu. "Loh emang harus minta tanda tangan ya? Biasanya juga kan engga."
"Engga tahu, aneh banget anjir." Mingyu menaikan kedua bahunya, wajahnya masih terlihat kesal.
"Sampe kapan waktunya?" Y/n kembali memasukan berkas pasa amplop coklat.
"Enggak di tentuin sih, tapi gue mager banget kesananya." Tidak seperti perkataannya justru Mingyu dengan sigap memasukan map coklat itu kedalam tasnya.
"Dimana sih emang?" Tanya Y/n penasaran.
"Jakarta. Magerkan jauh banget." Keluhnya, tangannya diulurkan kedepan lalu disusul dengan kepala yang menindihi lenganya.
Y/n mengangguk setujuh memang jauh belum lagi kalau macet. "Gue anterin deh biar lo ada temen ngobrol dijalan."
"Serius lo mau Y/n?" Tanya Mingyu tidak percaya, langsung menegakan tubuhnya.
Y/n mengangguk setujuh. "Sekalian balik kerumah gue."
"Oke deh. Senin depan aja yuk pas enggak ada kelas kan kita."
"Boleh." Y/n menganggukan kepalanya, matanya kembali fokus pada layar laptop.
•••
Halo masih nunggu cerita ini kan? maaf bgt telat upload.
Btw aku juga tulis AU di twitter, kalau kalian ada yang baca AU juga boleh mampir ke ceritaku @lowlowkeey. atau bisa salin link dibawah ⤵️
Ini AU Jaehyun ya!
https://twitter.com/lowlowkeey/status/1496018306821931010?t=WfR3vyu9dvH7XFP8lNDZeg&s=19
Dan satu lagi, cerita Mark ini enaknya mau dibuat long ending sampai nikah atau sampai Y/n lulus aja?
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
Fiksi PenggemarKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
