Setelah berpamitan pulang pada Ibu. Mark langsung masuk kedalam mobilnya, disana Doyoung sedanhg asik sambil memainkan ponselnya. Lalu tersadar Mark sudah ada di samping dirinya.
"Udah?" Tanya Doyoung, siap untuk menjalankan mobilnya.
"Kita ke Bandung." Ucapan Mark membuat Doyoung menghentikan pergerakannya dan menatap Mark tidak percaya.
"Y/n ada disana." Jelas Mark.
Doyoung mengangguk sebagai jawaban, lalu melajutkan mobilnya.
Hampir setengah jam mereka berdua sampai diarea rumah Mark, mobil yang di tumpangipun sudah terparkir di perkarangan rumah itu. Membiarkan Mark menatap heran Doyoung kenapa dia dibawanya pulang.
"Besok kita ke Bandung, lo istirahat dulu aja." Jelas Doyoung sebelum Mark bertanya.
"Gue udah engga apa-apa, Doy."
"Mark, lo itu baru aja pulang dari rumah sakit. Istirahat dulu, janji besok gue jemput dan kita ke Bandung."
Perkataan Doyoung membuat Mark akhirnya mengalah, dia keluar dari mobil di ikuti dengan Doyoung dibelakangnya.
•••
Mark tidak benar-benar bisa tidur semalam, bayang-bayang Y/n selalu ada dipikirannya dan itu membaut dirinya sulit untuk memejamkan mata, jadi saat jam 6 pagi Mark langsung bergegas untuk bersih-bersih dan menunggu Doy untuk menjemputnya lagi.
Tepat jam 7 Doy sudah sampai didepan rumah Mark, entah dia meninggalkan pekerjaannya demi mengatar Mark ke Bandung hari ini.
“Udah sarapan lo?” Tanya Doyoung saat melihat Mark sudah duduk di seblahnya yang sedang memakai sealt belt.
Mark mengangguk lalu menoleh karah Doyoung singkat.
“Lo engga tidur semalem ya?” tebak Doy saat tidak sengaja melihat kantung mata Mark.
“Gue engga bisa tidur.” Jawabnya, membuat Doy mendecakan bibirnya. “Berangkat sekarang aja Doy, nanti keburu siang.” Sebelum mendapatkan ceramah dari Doyoung Mark terseblih dahulu melanjutkan ucapannya.
Doy tidak menjawab menyalahkan mesin mobilnya lalu mulai meninggalkan perkarangan ruamah Mark, sepanjang perjalanan hening hanya ada suara radio yang putar dan sekali Doy mendapatkan telpon masuk dari kekasihnya, tidak ada percakapan antara Mark dan dirinya.
Mark hanya diam menatap jalan dengan wajah yang terlihat antusias saat mobil yang mereka tumpangi sudah masuk kedalam tol.
***
“Kemarin waktu gue di Jakarta gue ketemu Mark.” Mendengar ucapan Y/n seperti itu membuat Mingyu menolehkan kepalanya dan menatap dirinya.
“Mantan pacar lo itu kan?” Ujar Mingyu memastikan.
Y/n mengangguk.
“Terus yang lo dapat dari pertemuan ini?”
“Gue engga tahu.” Y/n menaikan kedua bahunya. “Tapi dia bener-bener berubah gitu.”
“Berubah dalam hal?” Mingyu menaikan sebelah alisnya.
“Banyak. Selama gue tinggal gue pikir dia akan bahagia sama sahabatnya itu tapi ternyata engga.”
Mingyu mengerutkan dahinya dalam. “Maksudnya?”
“Dia semacam depresi gitu loh, dan sudah tiga percobaan bunuh diri agar ketemu gue.”
“Ketemu lo gimana?”
“Katanya setiap dia tidur gue selalu ada di dekatnya, dan itu membuat dia engga mau membuka matanya, saat kenyataannya gue engga pernah ada disana.”
“Anjir, gileee!” Mingyu menggelengkan kepalanya tidak percaya. “Segitu cintanya dia sama lo?”
“Gue engga tahu.” Y/n menggelengkan kepalanya.
“Bisa aja dia cuman terbiasa sama gue selama 4 tahun kita berpacaran.”
“Tapi dia sampe mau bundir itu udah tau gue kalau dia sesayang apa sama lo.” Ujar Mingyu. “Terus perasaan lo sekarang gimana?”
Y/n menaruh kepalanya pada meja kantin lalu menoleh kearah Mingyu. “Gue juga engga tahu. Waktu tahu dia kaya gitu gue kaya kaget dan kasian gitu kok bisa sampe segitunya padahal dia awal dari permasalahan ini.”
Mingyu seakan mengerti dengan apa sedang di hadapakan oleh Y/n, dia hanya menepuk-nepuk kepala Y/n dengan telapak tangannya. “Ikutin kemauan hati lo aja.”
“Mingyu.”
“Hmm...”
“Kalau orang lain liat lo bisa di kira pacar gue.”
Mingyu tertawa masih terus memainkan lengannya. “Iya pacar gue juga sempet khawatir.”
“Jangan jadi buaya lo.” Y/n menyingkirkan lengan Mingyu dari kepalanya.
“Gue diajarin buaya juga dari pacar gue loh.” Y/n menegakan tubuhnya menatap Mingyu dengan antusias akan ceritanya.
“Dulu sebelum kami pacaran gue pernah di gombalin sama dia.”
“Ohya gimana?”
“Lupa kejadiannya dimana, dia bilang di wajah gue ada sesuatu gitu pas gue cari, ehh.. dia jawab ada ketampanan.” Baik Y/n dan Mingyu sama-sama tertawa walaupun mereka menjadi pusat perhatian seisi kantin itu tidak membuat tawa mereka reda.
“Lucu banget sumpah.” Y/n mulai meredahkan tawanya. “Belajar darimana coba?”
Mingyu mengapus sisa-sisa air matanya. “Gue engga tau, random banget emang dia.”
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
