FS || 70

837 54 2
                                        

Y/n menahan selimut yang hampir jatuh dari tubuhnya setelah dia membangunkan dirinya dari tempat tidur, sementara Mark masih ada posisi menidurkan tubuhnya dengan sebelah tangannya mengusap punggung lembut Y/n yang terbuka.

"Gara-gara kamu nih aku makannya jadi telat gini." Gerutu Y/n membuat Mark terkekeh dibelakangnya tangannya masih terus mengusap punggung Y/n.

"Bukan aku," elak Mark. "Kamu yang mulai."

Y/n memajukan tubuhnya saat tangan Mark mulai turun dari daerah punggungnya. "Kamu juga mesum."

Mark tertawa mendengar ucapan Y/n,

Sementara Y/n memajukan tubuhnya untuk mengambil kaos Mark yang ada ujung tempat tidur, memakainya lalu bangkit dari tempat tidur.

"Kamu beli baju buat aku ngga?" Tanya Y/n berjalan masuk kedalam kamar mandi.

Mark membangunkan tubuhnya, "ada di lemari Sayang."

Y/n memunculkan kepalanya dari pintu kamar mandi. "Aku mau makan abis ini. Kamu mau tolongin aku ngga?"

Mark menyibak selimutnya. "Apa?"

"Panasin kuah baksonya." Teriak Y/n dari dalam kamar mandi.

"Oke, aku tinggal ke pantry dulu ya." Ujar Mark mengambil celana trainingnya.

Y/n sudah selesai mandi dan sedang duduk di meja yang langsung menghadap jendela sambil menunggu Mark memanaskan kuah baksonya.

Selang beberapa menit pintu kamar terbuka, Mark muncul dari balik pintu dan berjalan kearah Y/n dengan satu mangkok ditangannya.

"Makasih Sayang." Seru Y/n saat Mark sudah membukakan nasi bungkus dan menyerahkan kearah Y/n.

Mark tersenyum, mengelus kepala belakang Y/n.

"Kamu mau ngga?" Ujar Y/n saat melihat Mark yang kini sudah naik ke tempat tidur.

"Aku udah kenyang." Seru Mark yang sudah menidurkan tubuhnya.

Y/n menyergitkan dahinya. "Makan apa?"

Mark mengubah posisi duduknya menghadap kearah Y/n duduk. "Makan kamu." Dengan senyum nakal Mark menatap kearah Y/n.

Y/n menyebikan bibirnya membalikan tubuhnya untuk melanjutkan makannya.

Sementara Mark tetap terus memandangi tubuh Y/n yang duduk membelakanginya, ada rasa senang yang menjalar dihatinya Y/n mulai berubah dan melupakan keterpurukannya.

***

Mark terbangun dengan posisi tubuh yang sedang memeluk tubuh istrinya, matanya menerjap beberapa saat sampai akhirnya menglihatannya benar-benar jelas. Sejujurnya Mark masih ingin disini memeluk tubuh Y/n dan kembali tertidur, tapi saat ini waktunya kurang pas Mark harus segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan kekamar mandi untuk bersiap-siap masuk kedalam kantornya karena jam juga sudah menunjukan pukul 8 pagi.

Mark duduk di meja kerjanya dengan beberapa berkas yang ada dihadapannya, lalu Mark teringat bahwa dirinya belum makan apapun sejak bangun tidur tadi jadi dia memutuskan untuk menghubungin Bella dari telpon kantornya.

Setelah mendengar suara dari Bella dari telpon Mark langsung terucap. "Bel, tolong pesankan bubur ayam dua. Satu campur, satu jangan pakai daun bawang. Masing-masing satenya 3 ya."

"Baik, Pak."

Sambungan telpon terputus Mark berjalan memasuki kamarnya untuk mengecek keadaan Y/n yang sudah bangun atau belum.

Dan setelah dilihat ternyata istrinya itu masih tertidur pulas, Mark terkekeh lalu berjalan mendekat kearah tempat tidur mengusap wajah Y/n pelan sampai wanitanya itu terusik dengan tangan Mark dan mulai menerjapkan kedua matanya.

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang