Sebelum melanjutkan pendidikannya Y/n pikir itu akan memakan waktu yang lama, tapi saat sudah dijalan semuanya terasa begitu mudah. Satu tahun dia sudah berada di fase ini dan menurutnya ini sesuai dengan rencananya.
Saat semester tiba seperti sekarang Y/n memutuskan untuk pulang kerumahnya daripada dia harus mengisi waktu liburnya hanya di kamar kost saja, Y/n sekarang sudah tinggal di kost yang tidak jauh dari kampusnya karena sebulan yang lalu dinas Ayahnya di kota ini sudah selesai, dan rumah yang mereka tempati itu harus segara di kosongkan jadi saat itu Y/n memutuskan untuk menyewa satu kamar kost saja. Lagipula dia hanya akan tinggal disini kurang lebih enam bulan lagi.
Y/n turun dari kamarnya melihat ibu yang sedang duduk meja makan dengan memilah sayuran yang mungkin tadi beliau beli, dia menarik gelas yang ada di rak lalu menuangkan air putih untuk di minumnya.
"Jisung kemana bu?" Y/n ikut duduk di depan ibu, siap untuk membantu.
"Pergi sama temannya tadi." Ujar Ibu. "Kamu hari ini enggak ada niatan mau pergi kemana gitu?"
Y/n menoleh menatap Ibu. "Enggak ada sih, bingung juga aku mau kemana."
Ibu memasukan sayuran yang tidak bagus kedalam plastic. "Kerumah Naeyeon, kamu udah lama kan engga ketemu dia?"
Y/n sempat terdiam, benar memang dia sudah lama tidak bertemu dengan Naeyeon. Pada saat hubungannya tidak baik dengan Mark, dia juga menjauhi Naeyeon.
"Y/n. " Panggil Ibu saat melihat dia melamun. "Ibu enggak tahu kamu punya masalah apa sama Mark, ibu hanya menuruti kamu untuk tidak bilang keberadaan kamu saat ini sama orang-orang. Tapi kamu dan Naeyeon, kalian sahabatan kan? Apa tidak berlebihan saat kamu menghindari Naeyeon juga?"
Y/n tersentak mendengar pernyataan Ibu, dia merasa salah banget kalau harus menjauh dari Naeyeon juga.
***
Setelah menimbang-nimbang waktu cukup lama akhirnya Y/n memutuskan untuk menemui Naeyeon, dia sekarang sudah berada di depan rumah sahabatnya itu. Tapi dia masih cukup ragu untuk menemui Naeyeon sampai saat perempuan itu keluar dari balik pintu rumahnya dengan pakaian berkebun.
Y/n diam beberapa saat sampai dia memberanikan diri untuk keluar dari dalam mobil. Mata mereka sama-sama bertemu yang Y/n lihat tidak ada sorot mata yang berbeda sorot mata Naeyeon masih sama seperti dulu.
Hening—sampai Y/n memberanikan diri untuk menyapa.
"Hai." Ujar Y/n masih berdiri di depan pagar rumah Naeyeon, Y/n pikir Naeyeon akan pergi masuk kedalam rumahnya dan meninggalkan dirinya seorang diri tapi ternyata berbeda perempuan itu berjalan dengan tergesa menuju kearahnya lalu memeluk tubuh Y/n.
"Gue kangen banget sama lo!" Ujar Naeyeon. "Hilang gitu aja, lo pikir lo keren?" Naeyeon melepas pelukannya menatap Y/n dengan tatapan jengkel.
Y/n tersenyum melihat Naeyeon yang masih sama seperti dulu.
Mereka berdua sudah duduk di ruang tamu, banyak sekali pertanyaan yang keluar dari mulut Naeyeon sampai-sampai Y/n bingung harus menjawab yang mana, tapi semua pertanyaan sudah Y/n jawab termasuk tentang kuliahnya di luar kota.
Naeyeon tidak bertanya kenapa dia dan Mark putus, tapi yang Y/n dengar dari cerita Naeyeon adalah bahwa sekarang kondisi Mark sedang tidak baik-baik saja. Walaupun sedikit ragu dengan cerita Naeyeon tapi tiba-tiba saja rumah Naeyeon seperti kedatangan tamu. Y/n hanya menunggu saat Naeyeon berjalan untuk membukakan pintu.
Dan yang sekarang muncul diruang tamu adalah seorang wanita paruhbaya dengan satu pria dibelakangnya. Itu tante Sofia dan Jaehyun?
Tante Sofia—mamanya Mark, Y/n ingat sekali walaupun mereka jarang bertemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
