Semalam Mark tidak menghabiskan waktu bertukar pesan dengan Y/n, dia hanya menerima pesan bahwa Y/n sudah sampai di kosan dan Mark langsung menyuruh Y/n istirahat.
Dan pagi ini dia tidak menerima pesan lagi dari kekekasihnya itu, pesan yang dia kirim juga belum dibaca sama sekali padahal beberapa menit yang lalu Y/n online dalam room chatnya.
Mark mengalihkan tatapannya dari layar ponsel saat Bella memanggil namanya, dia sekarang sedang ada diruang meeting bersama karyawan lainnya tapi sejak tadi tatapannya hanya tertuju pada layar ponselnya.
“Iya nanti saya pelajari lebih dahulu.” ujar Mark menatap layar proyektor didepannya.
“Baik pak.” Ucap seseorang yang berada di depan sana.
Meeting diakhiri, Mark langsung keluar dari ruang itu di ikuti dengan Bella di belakangnya.
Sampai di ruangan miliknya Mark kembali mengambil ponselnya dari dalam saku, mencoba mengabari Y/n tapi telponnya selalu sibuk.
“Dia baik-baik aja kan.” Gumam Mark di heningnya ruangan.
***
“Ponsel lo geter daritadi tuh.” Ujar Mingyu mengalihkan padangannya ke layar ponsel Y/n yang berkedip-kedip.
Y/n hanya melihat sekilas lalu kembali pada jurnal di depannya.
“Lagi marahan?” tanyanya lagi.
Y/n menoleh kearah Mingyu lalu menggelengkan kepalanya, lengannya mengambil ponsel yang ada di tangan kirinya lalu mematikan ponselnya.
“Loh kok dimatiin.” Ujar Mingyu saat Y/n mematikan ponselnya.
“Lagi tanggung, nanti aja gue telpon balik.”
Mingyu hanya mengangguk, lalu kembali membaca jurnal yang ada didepannya.
Tidak terasa waktu menunjukan pukul lima sore Mingyu mengantar Y/n untuk pulang ke kosan.
Baru saja ingin melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya tiba-tiba saja ponsel Mingyu bergetar, ada satu panggilan dari nomor tidak di kenali.
“Halo?” Ujar Mingyu saat telpon tersambung. “Ini siapa ya?”
“Halo, ini Mark.” Jawabnay disebrang sana, Mingyu menjauhkan ponselnya melihat nomor yang dia tidak kenali itu ternyata Mark, kekasih temannya.
“Iya, ada apa bro?”
“Y/n sama lo enggak?” Mingyu sudah yakin sekali bahwa lelaki ini ingin menanyakan tentang kekasihnya.
“Baru aja gue anterin pulang kekosan, nih gue baru keluar dari kosannya. Kenapa?”
“Oh, ponselnya mati. Gue khawatir aja.” Ujarnya.
Mingyu memainkan setir mobil dengan jari-jarinya. “Tadi lumayan sibuk sih, lagi baca jurnal. Tapi katanya nanti dia mau telpon lo kok.”
“Ohyaudah, makasih ya bro.”
***
Sejak pulang dari kantor yang Mark tunggu hanya telpon dari Y/n tadi dia sempat menghubungi Mingyu dengan meminta nomor lelaki itu pada Pak Chandra, setelah Mingyu menjelaskan bahwa hari ini Y/n cukup sibuk jadi dia memaklumi. Tapi ada yang aneh enggak biasanya Y/n mematikan ponselnya dan mengabaikan pesan dan telponnya.
Mark sudah membersihkan tubuhnya lalu lanjut makan malam, saat kembali ada dua panggilan tak terjawab dari Y/n. Dengan gerakan cepat Mark kembali menghubungi nomor kekasihnya.
Dua panggilannya tidak terjawab, Mark menatap jam dinding yang mengantung di depan ranjangnya.
Lalu kembali menghubungi nomor Y/n, tidak lama setelah tersambung suara Y/n sudah menjawab dari sebrang sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
