Sudah sejak satu minggu dengan kejadian itu sepasang kekasih ini tidak saling mengabari satu sama lain, mungkin hanya Y/n yang memang sengaja tidak mau menghubungi Mark tentu Mark tidak begitu, dia ingin sekali menemui kekasihnya itu. Tapi semuanya dia tahan agar Y/n mempunyai waktu.
Hari ini seharusnya dia menjalankan meeting yang diadakan dikantornya sendiri, tapi dia sendiri malah terlambat untuk datang.
Mark membuka pintu dengan terburu, melangkahkan kakinya masuk lebih dalam. "Maaf saya terlambat, ada urusan sebentar." Ujarnya sebelum duduk di kursi yang bersebrangan dengan rekan bisnisnya.
"Ini pak berkasnya." Bella memberikan map pada Mark.
Mark hanya bergumam terima kasih pada Bella, tapi pandangannya masih terus terfokus pada seseorang yang duduk di depannya ini.
Itu adalah Y/n kekasihnya yang sudah satu minggu ini tidak dia lihat. Dan dia tidak tahu kenapa Doyoung membawa Y/n untuk menemaninya meeting bukan sekretarisnya.
Perlahan lampu ruang meeting redup dan digantikan oleh sinar dari proyektor, Bella sudah berdiri di depan untuk memprestasikan apa saja yang akan mereka lakukan untuk kerja sama nanti.
Saat Bella didepan sana menjelaskan, mata Mark tidak sepenuhnya menatap kearah depan karena dia sesekali melirik kearah Y/n yang pandangannya terus kedepan.
Y/n tahu bahwa sejak tadi dia selalu diperhatikan oleh Mark, tapi fokudnya tetap pada layar di depannya. Dia datang kesini di mintaDoyoung atasanya itu untuk ikut meeting karena tiba-tiba saja Tita sekretarisnya harus ijin pulang lebih dahulu karena ada urasan keluarga. Jadi mau Y/n yang mengantikan Tita.
Karena merasa risih Y/n menolehkan tatapannya pada Mark, mereka sempat berkontak mata beberapa saat tapi setelah itu dia memutuskan kontak mata terlebih dahulu.
Satu jam berlalu meeting pun sudah sekesai, lampu ruang kemabli menyalah Bellajuga sudah duduk disamping Mark.
Y/n menutup buku kecil yang tadi sempat dia gunakan untuk menyatat beberapa point pada meeting hari ini.
Setelah membahas kontrak selesai, Doyoung dan Mark saling menjabat tangan meeting benar-benar ditutup.
Bella sudah berjalan keluar dikuti dengan Mark dibelakanganya sedangkan Y/n masih menunggu Doyoung yang masih bercengkraman di depan pintu ruang meeting, jadi posisinya Y/n masih berada di dalam ruang meeting sepenuhnya.
Saat Doyoung sudah berlalu, begitupun dengan dirinya. Jemari Mark menahan lengan Y/n dan membawanya masuk kedalam ruangan.
"Kamu enggak penasaran tadi aku ada urusan kemana." Ujar Mark saat pintu ruang meeting sudah tertutup, Y/n hanya bisa melihat bidang dada tegap didepannya ini karena tinggi tubuhnya yang lumayan jauh dari tubuh Mark.
"Y/n." Panggil Mark menaikan dagu kekasihnya itu untuk melihat kearahnya.
Y/n menurunkan lengan Mark dari dagunya menatap kedua mata itu yang sedang menatapnya balik. "enggak." Ia menggelengkan kepalanya membuat senyum yang ada di bibir Mark luntur, lalu "memangnya kemana?" ia bertanya membuat senyum Mark muncul kembali.
"Aku temuin dokter Tara, semua terapinya di ulang lagi."
Y/n mengangguk. "Enjoy your threapy." Gumamnya lalu menarik dasi yang digunakan Mark dan membuat dirinya menunduk, lalu dengan terkejut bibirnya sudah menempel dengan bibir Y/n, hanya sesaat tidak ada lumatan apapun.
Saat Y/n menarik wajahnya untuk menjauh, Mark menahan tengkuk kekasihnya itu. Dia mulai melumat bibr Y/n dengan lembut dan mendekripsikan betapa dia merindukan kekasihnya ini.
Y/n menarik tubuhnya untuk menjauh menatap Mark dalam diam mengelap bibir Mark dengan jemarinya untuk meninggalkan sisa lipstik miliknya yang tersisa disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
