Setelah sudah selesai menemani Mark untuk pergi ke psikiater, sebenarnya setelah itu dia tidak punya waktu kemana-mana lagi, dia akan dirumah sambil menikmati sisa liburannya yang mulai tinggal sedikit. Tapi saat tahu Y/n tidak memiliki jadwal kemanapun, Mark dengan memaksanya untuk menemani laki-laki itu bekerja.
Dan disinilah Y/n sekarang diruang Mark yang luas dan sunyi ini karena hanya ada dirinya diruangan ini, 30 menit lalu tiba-tiba saja Mark pergi untuk meeting.
Saat Mark pergi tadi dia sedang membaca beberapa buku yang ada dilemari samping meja Mark, tapi 10 menit kemudian dia mulai bosan dan mengantuk. Dia tidak tahu bahwa didalam ruangan Mark ini pendingin ruangannya lebih dingin dibanding miliknya dirumah.
Y/n ingin sekali berkeliling di lantai ruangan Mark, tapi saat tadi dia datang saja semua mata tertuju kearahnya dan itu membuatnya sedikit risih.
Tapi rasa bosan benar-benar menghantuinya saat ini, jadi Y/n memutuskan untuk berjalan kearah jendela besar yang langsung dengan pemandangan kota. Dia berdiri disana memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang di cuaca yang lumayan terik ini.
Lalu tiba-tiba saja suara ketukan dari balik pintu membuatnya menoleh dan menatap kearah sana, disusul dengan muncul sosok Bella sekretaris Mark dengan senyum ramah menatapnya.
"Ibu mau pesan makanan apa, ini sudah mau makan siang." Ujar Bella yang masih berdiri di samping pintu.
"Mba panggil aku nama aja, jangan ibu." Tolak Y/n dengan menggelengkan kepalanya.
"Tidak sopan, Bu." Bella menolak biar bagaimanapun yang berdiri dihadapannya ini adalah calon Bosnya jadi dia akan tetap memanggil Y/n dengan sebutan Ibu.
Kalau terus membahas panggilan tidak akan selesai, jadi Y/n memutuskan untuk menjawab pertanyaan Bella tadi. "Aku makan bareng Mark aja nanti." Dia menganggukan kepalanya.
"Baik bu." Bella mengangguk lalu keluar dari ruangan Mark.
Saat pintu sudah tertutup kembali Y/n tidak meneruskan melihat keluar jendela, dia berjalan menuju sofa panjang dan mulai membuka ponselnya sambil menunggu kedatangan Mark.
***
Mark terus melirik jam yang perlingkar dipergelangan tangannya ini sudah mau makan siang tapi meeting masih terus berlangsung, dia bisa saja sebenarnya meninggalkan ruang meeting ini tapi saat mengingat kemarin saja dia sudah mengundur waktu meeting rasanya tidak enak kalau harus meninggalkannya.
Tapi dia juga tidak tega meninggalkan Y/n sendiri diruangannya, takut-takut perempuan itu bosan menunggunya ditambah lagi sudah mau makan siang, apakah Bella seperti biasa akan mengetuk pintunya dan menawarkannya pada Y/n?
Meeting evaluasi kali ini cukup memakan waktu yang banyak karena terjadi kesalahapahaman di antara pihak dan Mark sebagai atasannya harus meluruskan kesalahpahaman ini.
Waktu terus berputar jam makan siang juga sudah habis, setelah itu meeting pun berakhir setelah 30 menit dari waktu makan siang selesai.
Mark keluar dari ruangan meeting dan berjalan menuju ruangannya, belum sampai di ruangannya dia melihat Bella yang berjalan berlawanan arah.
Mark baru saja ingin bertanya apakah Y/n sudah makan siang atau belum, tapi pertanyaan itu dibungkam oleh Bella.
"Ibu belum makan siang Pak, tadi sudah saya tawari tapi Ibu bilang mau makan bareng Bapak aja." Ujar Bella memberitahu.
Mark hanya mengangguk setelah mengatakan terima kasih, lalu berjalan cepat menuju ruangannya.
Saat tiba diruangannya dia terkejut dengan Y/n yang sudah terlelap diatas sofa dengan kepala yang dia miringkan ke sandaran sofa.
"Aduh Sayang, maaf ya aku lama meetingnya," Gumam Mark sambil membenarkan posisi tidur Y/n untuk tertidur lurus di sofa saja.
Dia ingin membangunkan Y/n untuk makan bersama tapi saat melihat tidur Y/n yang sangat pulas Mark jadi tidak tega, jadi dia memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat lalu membawa perempuannya itu untuk pulang dan makan bersama.
***
Mark tidak sadar bahwa sekarang sudah menunjukan pukul 4 sore, rasa lapar sudah dirasakannya. Pekerjaannya juga sisa satu berkas lagi dan selesai tapi Y/n masih terlelap dalam tidurnya.
Setelah semuanya selesai Mark mematikan komputernya, berjalan mendekati sofa. Dia bingung haruskan dia membangunkan Y/n atau dibiarkan saja tertidur dan membawanya keluar dengan menggendong perempuan itu.
Saat masih terus berpikir tiba-tiba saja Y/n membuka matanya secara perlahan, menerjapkan matanya berkali-kali menjernihkan penglihatannya. Lalu menarik tubuhnya dari sofa.
"Maaf, aku malah ketiduran." Gumam Y/n dengan suara khas bangun tidur.
Mark masih berjongkok di hadapannya, menggeleng tanda tidak keberatan sambill mengusap sisi kepala Y/n. "Aku yang salah, meetingnya kelamaan."
"Loh udah jam 4 aja." Y/n melihat jam pada layar ponselnya. "Ayo anterin aku balik." Pintanya.
Mark mengangguk. "Tapi kita makan dulu ya," ucapnya dengan senyum, lalu mengulurkan tangannya kehadapan Y/n.
Mark membawa Y/n keluar dari ruangannya saat selesai membantu perempuannya itu merapihkan penampilannya, sepanjang berjalan menuju basement Mark masih saja terus menggandeng tangan Y/n tanpa memperdulikan tatapan para karyawannya dan tadi dia juga sempat bertemu dengan Pak Danu dan Pak Chandra.
Mobil yang ditumpangi mereka berdua sudah berbaur dengan mobil lainnya di jalanan, tidak terlalu padat karena ini belum juga waktu pulang kerja, jadi Mark bisa sampai di restoran sate daerah senayan lebih cepat.
Mereka berdua memutuskan untuk memakan sate kali ini, Mark meninggalkan jasnya didalam mobil dia hanya menggunakan kemeja dengan kedua lengannya yang sudah di gulung sampai siku saat memasuki restoran.
"Aku ke toilet dulu ya?" Ujar Y/n saat baru saja sampai di dalam restoran, Mark mengangguk lalu berjalan mencari meja yang masih kosong.
Mark sudah memesan makanan untuk mereka berdua sambil menunggu Y/n selesai dari toilet Mark menghabiskan waktunya dengan ponsel ditangannya.
"Ada masalah?" Tanya Y/n tiba-tiba saat melihat raut wajah Mark yang berubah.
Mark terkejut saat melihat Y/n sudah berada di depannya. Menatap Y/n sambil tersenyum lalu menggeleng.
"Kamu udah pesan?"
Mark mengangguk. "Udah kok." Lengan Y/n tidak dibiarkan sendiri karena Mark langsung menggenggam lengan perempuan itu. "Kamu balik kapan?"
"Jumat mungkin."
"Kenapa engga sabtu aja, biar aku antar kesana."
Y/n menggeleng. "Aku ada urusan barengan Mingyu di kampus. Aku nanti bisa naik kereta atau bus dan di jemput Mingyu."
"Aku enggak tahu ada meeting apa nanti, tapi aku usahain biar bisa anter kamu."
"Enggak perlu Mark, aku enggak apa-apa sendiri."
"Jangan, harus aku yang anterin."
•••
Haloo,
Kayanya dibulan puasa ini aku bakal jarang update, karena masih suka bingung atur waktu. Ditambah lagi kadang ide masih susah di fokuskan. Jadi maaf banget ya semuanyaa...
Tetap bakal update tapi engga sesering dulu.
Dan tungguin terus ya cerita Mark ini.
Thankyouu♡
Selamat puasa semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanficKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
