FS || 26

822 74 4
                                        

Benar-benar sudah hampir tiga hari notifikasi ponsel Mark tidak diisi dengan nomor Y/n, ia benar-benar sangat menikmati waktunya.

Tapi disisi lain Mark sekarang sedang merasa serba salah, dia ingin menghubungin Y/n terlebih dahalu tapi dia sudah terlanjur menuliskan 'Take your time.' Aneh bagi Mark tidak mendapatkan pesan masuk dari Y/n.

Hubungannya benar-benar tidak akan berakhirkan? Entah dia tidak bisa membayangkan hal itu terjadi lagi.

Ini sudah termasuk weekend biasanya saat tidak ke Bandung, Mark sedang menidurkan tubuhnya dengan ponsel yang menghubung ke nomor Y/n, tapi weekend kali ini dia benar-benar merasa mati gaya.

Dia hanya merebahkan tubuhnya sambil memainkan ponsel, entah mengscroll pesan yang ada di ponsel atau membuka situs berita.

Ini sudah jam 11 siang, tapi Mark masih terus setia dengan gerakan tubuhnya yang begitu saja.

Lalu saat Mark merasa kantuknya menyerang tiba-tiba saja ponselnya berdering, dengan refleks Mark terbangun dari tidurnya lalu dengan senyum lebar terpapang di wajahnya, siapa lagi kalau bukan Y/n yang bisa membuatnya seperti ini.

"Halo?" Sapaan dari sana membuat semua rindunya perlahan runtuh, hanya dengar suaranya saja loh, tapi Mark bisa mengikis rasa rindunya walaupun nanti saat selesai rindu itu tumbuh lebih besar dari sebelumnya.

"Y/n kamu disana?"

"Iya. Lagi apa?"

"Lagi tiduran aja dirumah dan lagi rindu banget sama kamu."

Disebrang sana Y/n terkekeh. "Kenapa nggak telpon?"

Mark menggaruk tengkuknya. "Aku malu." Dia membuang nafas pelan. "Aku udh terlanjur bilang 'Take your time' tapi malah aku yang ganggu waktu kamu."

"Kamu lebih hati-hati ya sekarang?"

"Of course, cukup satu kali kehilangkan kamu."

Y/n hanya menjawab dengan dehaman saja. "Hari ini langitnya cerah ya." Gumamnya.

Sementar Mark melirik gorden balkon dikamarnya. "Iya, sepertinya."

"Kamu ke balkon dong, liat langsung." Suruh Y/n.

Mark menaikan sebelah alisanya. "Harus?"

"Tentu."

Dengan langkah berat Mark keluar dari kamarnya, mengeser pintu balkon dan berdiri di ujung pembatas saja. "Iya langitnya cerah, tapi tidak dengan hatiku."

"Mark." Y/n terkekeh.

Mark mengusap wajahnya kasar. "I miss you, really miss you Y/n ."

Y/n mengangguk kepalanya. "I Know."

"Just it?" Tanya Mark tak percaya, setidaknya Y/n harus mengatakan hal yang sama pada dirinya.

"Lihat kearah gerbang." Mendengar itu Mark langsung membalik tubuhnya menghadap gerbang rumahnya, disana ada seorang perempuan yang sedang melambaikan lengannya kearahnya.

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang