FS || 39

623 72 0
                                        

Y/n baru saja menidurkan tubuhnya pada tempat tidur yang ada di kamarnya, hari ini terasa sangat lelah, dia baru sampai rumah ketika jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Lima menit berlalu dia pakai untuk bersantai pada tempat tidurnya lalu setelah itu getaran dari ponselnya membuat Y/n membangunkan tubuhnya mengambil ponsel yang tadi sempat dia taruh di dalam tas.

Ponsel sudah ada di genggamannya, nama Mark lee tertera jelas disana. Y/n menggeser tombol hijau itu dan sambungan telpon terhubung.

"Kamu udah dirumah kan?" setelah sapaan seperti biasanya pertanyaan yang selalu Mark tanyakan saat menghubungi Y/n, memastikan bahwa Y/n sudah ada dirumah saat tidak bersama dirinya.

"Udah, baru saja sampai."

"Kok tumben malem banget, ada apa?"

"Kerjaanku lagi banyak, ini kan udah mau akhir bulan."

"Dikerjain besok kan bisa, jangan kamu bawa lembur. Kamu nyetir sendiri kan."

Y/n terkekeh dia selalu senang ketika Mark sudah khawatir seperti ini. "Ini baru jam 8 loh, jalanan masih rame."

"Tetep aja, kamu kan bukan lagi sama aku."

"Iya-iya besok pulang seperti jam kantor." Ujar Y/n lalu dengan cepat dia mengalihkan topic karena kalau tidak Mark akan terus membahas tentang kepulangannya yang telat. "kemarin kamu kemana aja?"

"Aku piknik gitu sama mama. Udah lama enggak ngerasain ini."

"Seru dong?"

"Banget, tapi kalau ada kamu pasti lebih seru sih."

"Terus hari ini niat mau keman?" Tanya Y/n saat melihat berbedaan waktu disana yang sekarang masih jam 9 pagi.

"Belum tau sih, aku baru selesai sarapan tadi. Terus kangen kamu."

"Jalan-jalan dong, nikmatin waktu kamu disana, jangan dirumah aja." Ujar Y/n, dia menarik tubuhnya dari tempat tidur dan berjalan ke meja rias untuk membersihkan make up yang masih menempel di wajahnya.

"Nanti aku pikirin deh. Kamu udah makan?"

"Belum." Gumam Y/n. "Ini aku sambil hapus make up ya."

Mark hanya berdeham lalu. "Habis ini makan ya, atau mau aku pesenin makanan."

"Eh, enggak usah. Ibu masak kok, setelah aku selesai bersih-bersih aku langsung makan." Jelas Y/n. "Lagian kamu disana emang bisa pesan?" tanyanya lagi.

"Ada Bella Sayang, aku bisa minta tolong sama dia."

Y/n menggelengkan kepalanya setelah mendengar ucapan Mark. "No, kamu enggak boleh ganggu waktu karyawan kamu kalau udah dirumah."

Mark terkekeh. "Iya enggak, kamu abis bersih-bersih makan ya."

Sambungan telpon terhubung begitu lama sampai saat Y/n menutup telpon karena dia harus membesihkan tubuhnya juga.

Semalam setelah makan malam selesai ternyata Mark menghubunginya lagi saat tahu bahwa ia tidak akan kemana-mana, jadi ingin menemani Y/n sepanjang malam walaupun berakhir dengan dirinya yang tertidur tanpa mematikan sambungan telpon itu.

Hari ini laporan yang dikerjakan tidak begitu terlalu makan waktunya, jadi Y/n bisa pulang tepat waktu.

Mobil yang di kendarainya sudah berbaur dengan kendaraan lain yang berada dijalan raya, sebelum pulang kerumah Y/n mendapatkan pesan dari ibu untuk membeli beberapa keperluan dirumah yang sudah mulai habis.

Jadi mobil yang dia kendarain dibelokan masuk kedalam parkiran supermarket yang tidak jauh dari komplek perumahannya.

Setelah mengambil beberapa barang yang sudah di list oleh ibu, trolly yang tadi sudah dia bawapun sudah terisi penuh, Y/n segera membawa trolly itu sampai depan kasir.

Y/n sudah selesai melakukan membayaran dan kembali membawa belanjaan untuk dimasukan kedalam mobil, saat sampai didepan mobilnya Y/n melihat ada secarik kertas yang diselipkan sengaja di wiper mobil miliknya.

Sebelum mengambil kertas itu Y/n menaruh belanjaannya kedalam mobil terlebih dahulu setelah semua sudah masuk kedalam mobil Y/n mengambil kertas itu dan membukannya. "I Found You." Tulisan tangan itu tertera dalam kertas, Y/n menutup kertas itu lalu memperhatikan sekeliling yang terasa sepi hanya ada dia seorang diri.

Tidak mau terlalu lama Y/n masuk kedalam mobil menaruh kertas itu asal, baru saja ingin menghidupkan mesin mobilnya bunyi dari ponselnya membuat Y/n mengurungkan niatnya.

Nama kekasihnya tertera disana, Mark.

"Halo?" Sapanya sambil mencoba menghidupkan mesin mobil.

"Kok belum dirumah, lagi dimana?" tentunya Mark tidak akan menjawab sapaannya ia langsung bertanya dimana dirinya saat Y/n yakin ia melihat lokasi Y/n dari ponselnya.

"Abis dari supermarket, ini udah dijalan pulang kok." Y/n melajukan mobilnya keluar dari area daerah supermarket.

"Malam banget Sayang." Ujar Mark membuat Y/n secara tidak sadar melirik jam yang ada di depannya. Dia baru sadar saat Mark mengatakan itu sekarang sudah menujukan jam 9 malam, padahal seingatnya dia sampai supermarket sekitar jam 6, tiga jam dia habiskan untuk berkekeling di dalam supermarket sangat tidak terasa.

"Sori, aku engga sadar udah jam 9 aja. Tapi ini udah di deket rumah kok." Balas Y/n meyakinkan Mark.

Dari sebrang sana Y/n bisa mendengar Mark menghembuskan nafas kasar. "Aku balik aja ya." Ucapnya.

"Engga usah, kamu baru disana lima hari belum ada seminggu masa udah mau pulang aja."

"Aku khawatir, kamu selalu balik malam kaya gini."

"Sama kamu juga selalu balik malam."

"Beda Sayang." Ujar Mark. "Kalau sama aku kan ada yang jagain kamu." Lanjutnya lagi.

Mark sengaja menyalahkan louspeak pada ponselnya karena dirinya baru saja selesai sarapan dan sekarang sedang membereskan sampai makanan itu.

Hening tidak ada jawaban dari sana.

"Sayang, u okey?" ujar Mark setelah mengelap kedua tangannya lalu kembali mengambil ponselnya dan berjalan menuju kamarnya.

"Okey kok, aku kira kamu masih mau ngomong la—Aaakkkkkk." Teriakan dari sana membuat Mark membulatkan matanya secara sempurna.

"Y/n, sayang. U okey?" tanyanya khawatir.

Hening.

"Y/n please, jawab aku. Kenapa?" tanya Mark.

"Aku enggak apa-apa Mark, aku baik. Cuman kaget aja tadi kucing nyebrang tiba-tiba." Jelas Y/n.

Setelah mendengar suara itu Mark mampu menghembuskan nafas lega, memijat dahinya dengan satu tangan. Sepertinya dia memang harus pulang ke Indonesia.

"Aku pulang besok." Putus Mark, dia tidak bisa terus menerus mengkhawatirkan Y/n seperti ini.

"Terserah." Jawab Y/n jenggah. "Aku enggak akan nemuin kamu."

"Y/n." Panggil Mark, dia sekarang sadar bahwa kekasihnya itu sudah kesal. Tapi dia tidak tahu bahwa selama disini Mark sangat khawatir dengan dirinya.

"Aku udah sampai rumah, jangan lupa makan." Ujar Y/n, Mark bisa mendengar suara gerbang besi yang didorong.

Belum sempat Mark mengatakan balasan sambungan telpon sudah ditutup sepihak, Mark menatap layar ponselnya yang mulai redup lalu dia berjalan kesisi tempat tidurnya yang terdapat satu kotak obat yang diberikan oleh psikiaternya saat Mark mengalami kekhawatiran yang berlebihan.

Dia tahu sekarang Y/n sedang kesal padanya.

Jadi sebisa mungkin Mark memberikan waktu Y/n untuk dirinya sendiri terlebih dahulu, walaupun dia masih ingin meluruskan ucapannya tadi yang ingin Y/n baik-baik saja.

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang