FS || 72

726 62 6
                                        

Sudah beberapa hari kebelakangan tubuh Y/n terasa sangat lemas padahal sehari-hari dia tidak pernah melakukan pekerjaan berat apapun tapi entah mengapa tubuhnya serasa sangat-sangat lemah dari biasanya, beberapa kali juga dia mengalami pusing yang tiba-tiba tentu yang dia rasakan saat ini dia sembunyikan dari Mark karena rasanya mungkin dia hanya kelelahan saja, karena jika Mark tahu ia akan bawel dan ingin cepat-cepat mengantar Y/n kerumah sakit dan Y/n tidak mau itu terjadi.

Y/n duduk dikursi balkon kamarnya sambil menikmati udara siang hari yang tidak teralu terik seperti biasanya, sedikit mendung tapi tidak ada tanda-tanda hujan akan datang. Dia merenung beberapa saat sampai tiba-tiba dia membuka ponselnya dengan cepat mengecek sesuatu disana, dan betapa terkejutnya bahwa satu bulan kebelakang dia tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Dengan langkah cepat Y/n kembali masuk kedalam kamar dan berjalan menuju wardrobe miliknya membuka laci yang terkunci seperti biasa, Y/n membuka laci itu pelan dan menatap beberapa test pack yang sempat dia beli beberapa minggu lalu jaga-jaga agar tidak terjadi kecerobohan untuk dirinya.

Tangannya ragu mengambil benda tersebut dia takut kalau nanti hasilnya mengecewakan diri sendiri tapi rasa penasaran juga sangat-sangat menghantui dirinya, dengan sekali Gerakan Y/n mengambil benda tersebut dan masuk kedalam kamar mandi.

Y/n keluar dengan keadaan yang sedikit khawatir, dia duduk di dekat dinding kamar mandi sambil menunggu hasil. Setelah beberapa menit Y/n kembali masuk kedalam dan melihat hasilnya ada debaran dalam dirinya yang sulit terkontrol dengan membuang nafas pelan Y/n mengintip benda seukuran pulpen itu dan terlihat disana menunjukan dua garis.

Y/n membuang benda tersebut dengan terkejut lalu dia kembali kearah lacinya mengambil model lain yang dia punya dan mencobanya lagi, dia tidak mau terlalu senang dahulu bisa jadi ada kesalahan. Setelah mencoba lagi dan hasilnya tetap sama menunjukan dua garis.

Y/n menjatuhkan dirinya dilantai marmer kamar mandi sambil menangis, dia tidak menganyangka akan secepat ini. Tapi dia juga akan melakukan test dirumah sakit untuk memastikan hal ini memang benar-benar terjadi, jadi dengan gerakan cepat dan hati-hati Y/n berjalan keluar perkarangan rumahnya sambil mengendari mobil miliknya menuju rumah sakit.

Sampai dirumah sakit Y/n melakukan pemeriksaan dan hasilnya pun tetap sama, dia menahan air matanya kembali karena terasa malu jika menangis diarea rumah sakit yang sangat ramai.

***

Mark baru saja selesai dari ruang IT untuk mengecek beberapa pekerjaan, dirinya baru saja mendudukan tubuhnya diatas kursi kerjanya tiba-tiba saja ponsel yang tadi sengaja dia tinggalkan diatas meja kini bergetar panjang menandakan ada telpon masuk.

Lengan Mark mengambil benda pipih tersebut dan nama Baby muncul disana, dengan gerakan cepat Y/n mengangkat sambungan telpon tersebut.

"Iya Sayang?" tanpa sapaan Mark berucap.

Hening tidak ada jawaban dari sebrang sana.

"Y/n?" Panggil Mark. "You okey??"

"Kamu pulang jam berapa hari ini?" bukannya menjawab pertanyaan Mark, kini dia malah diberi pertanyaan.

"Kamu kenapa?"

"I'm okey."

"Tapi suara kamu kaya abis nangis, kamu kenapa?" Tanya Mark dengan khawatir, walaupun Y/n tetap mengelak tapi Mark tahu bahwa istrinya itu habis menangis.

"Kamu pulang jam berapa?" desak Y/n.

Mark melirik jam yang ada dipergelang tangannya yang sekarang menunjukan pukul 4 sore. "Jam 5, aku pulang on time hari ini." Ujar Mark. "Tapi kamu kenapa?"

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang