Mark sudah pulang beberapa hari lalu tentu sesuai janjinya Y/n menjemputnya di Bandara, saat melihat Mark hari itu di Bandara sungguh semua yang diucapkan Jisung adiknya ternyata benar.
Selama ini juga Y/n melihat Mark begitu mencemaskan apapun yang berhubungannya dengan dirinya, mau itu hal sepelepun.
Getaran panjang dari balik ponsel membuyarkan lamunan Y/n, dia memfokuskan pandangannya pada benda persegi panjang itu. Nama Mark muncul disana bersamaan layar yang berkelip-kelip.
"Halo?"
"Hai... Aku udah di lobi kamu ini." Ucapnya. "Kamu udah siapkan?"
Y/n melirik jam yang berada di layar komputer yang menunjukan pukul setengah 12 siang. "Udah kok."
"Oke, aku tunggu di bawah ya."
"Iya, aku turun."
Setelah sambungan telpon terputus, jarinya menarik laci yang ada dimejanya. Mengambil cermin kecil yang dia simpan disana, setelah merasa make upnya baik-baik saja. Y/n bergegas keluar dari bilik meja kerja dan berjalan menuju lift.
Saat ruang besi sempit itu membawanya kebawah, lalu pintu terbuka. Langkah terayun keluar bersama beberapa karyawan yang tadi bersamanya.
"Hai." Berdiri didepan sana dengan senyum yang selalu dia favoritekan, Mark melambaikan tangannya agar Y/n dimana keberadaan pria itu.
Selalu seperti itu sejak Y/n memutuskan untuk membawa kendaraan sendiri, Mark selalu ada cara untuk menemuinya di kantor seperti ini. Entah itu ajakan makan siang, atau tiba-tiba dia datang bersama Doyoung bosnya.
Saat sudah sampai dihadapan pria itu dengan otomatis jari-jarinya sudah menyantuh dengan jari milik Y/n, lalu menggandengnya keluar gedung.
"Kamu mau makan apa?" setelah mobil yang mereka tumpangi sudah bergabung dengan kendaraan lain.
"Nasi padang enak nggak sih." Jawab Y/n.
Mark mengangguk. "Enak kok, jadi kita makan siang disana ya."
Y/n menolehkan kepalanya memfokuskan pandangannya pada Mark, ia memang telihat sempurna dari segi manapun. Rasanya kalau benar Mark masih memiliki trauma atas dirinya itu akan merusak kesempurnaan itu.
"Kenapa, hey?" dia terkejut saat satu lengan Mark menyentuh pipinya.
Y/n menjauhkan wajahnya, "enggak kok." Lalu kembali memfokuskan dirinya pada depan jalan.
"Beneran?"
"Mm."
"Aku ada salah ya,"
Y/n menoleh kepalanya secara refleks kehadapan Mark, "Kenapa ngomong gitu?" sebelah alisnya dia naikan.
"Semenjak aku dari luar kota kamu sedikit aneh. Kenapa?" Mark memegang kedua lengan Y/n, tanpa sadar bahwa sekarang mereka sudah sampai di parkiran restoran.
"Enggak ada." Y/n menggelengkan kepalanya.
"Kalau aku salah, tolong kasih tahu aku ya." Ekpresi itu bisa berubah kapanpun, beberapa menit lalu Y/n masih bisa melihat wajah tenang Mark tanpa kekhawatiran. Dan sekarang wajah itu menujukan kekhawatiran.
"Gimana terapi kamu?"
Raut wajah Mark berubah, ia sedikit memundurkan kepalanya. Lalu mengangguk. "Baik kok, aman." Mark tersenyum. "Yuk turun." Ajaknya.
Walaupun sedikit ragu tapi Y/n mempercayain apa yang di ucapkan Mark, ia juga ikut turun dan masuk kerumah makan padang itu.
Makan siang berjalan dengan lancar, Mark mengatar Y/n kembali kekantornya lalu pria itu juga kembali menuju kantornya.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanficKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
