Mark semakin mengeratkan pelukannya saat tubuh di dalam dekapannya ini bergerak menjauh dari dirinya.
"Mark..." Y/n terus melepaskan lengan Mark dari pinggangnya tapi lelaki itu semakin mengeratkan. "Hm." balasnya.
"Udah pagi."
Mark perlahan membuka matanya, menatap kearah wajah Y/n dengan senyum. "Setengah jam lagi, masih mau peluk." ujarnya khas suara orang bangun tidur.
Y/n terkekeh melihat reaksi Mark yang mengemaskan ini, lengannya diangkat keluar dari balik selimut lalu meletakannya pada sisi wajah Mark.
"Gemes." Ungkap Y/n membuat Mark menyungingkan senyumannya. "Aku ganteng." Jawabnya.
Y/n bukan lagi terkekeh tapi dia tertawa, lalu kedua tangannya menarik wajah Mark untuk mendekat kearah dirinya agar Y/n bisa mencium kedua pipi Mark.
Mark menurunkan tubuhnya agar wajahnya sejajar dengan Y/n. "Pipi doang?" godanya.
Y/n menarik lengannya pada kedua pipi Mark, lalu hendak keluar dari balik selimut tapi lengan Mark menahannya. "Setengah jam Sayang." pintanya.
Lengan Mark di geserkan dari tubuh Y/n, lalu dia keluar dari balik selimut. Mark tetep menahannya tapi Y/n menepis lengan pria itu pelan.
"Now and aku bantu cukur." Y/n berucap sambil berlalu menuju kamar mandi.
Mendengar perkataan itu membuat semua sel yang ada ditubuh Mark terlebih lagi pada bagian mata membuatnya terbuka sempurna, ada senyum kecil yang menyinggung pada bibir.
Mark berjalan dengan langkah semangat memasuki kamar mandi.
Y/n hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan saat melihat kehadiran Mark dari pantulan cermin, dia mengeringkan wajahnya dengan handuk. Lalu membalikan badan menghadapa Mark.
"Mana?" Tangannya terulur.
Mark berjalan mendekat, lalu tanpa aba-aba mengendong Y/n dan di dudukan di meja wastafel. Dan dia memberikan satu set alat cukur yang tersimpan di dalam pouch.
"Sini aku cek dulu." Y/n menarik wajah Mark untuk lebih mendekat kearahnya, hal itu dengan mudah Mark lakukan. "Aku baru pertama kali nih, jadi engga ngerti." Jujur Y/n.
Mark tersenyum lalu membuka pouch itu dan mulai menyalahkan alat cukur itu, kemudian memberikannya pada Y/n.
"Pelan-pelan aja." Ujar Mark.
Y/n mengangguk kemudian mendekatkan alat itu pada area atas bibir Mark. "Aku sakit bilang ya." Gumam Y/n matanya mulai fokus pada area bibir Mark.
Mark hanya bergumam, karena dia tidak bisa berbicara saat alat itu sudah mengenai kulit wajahnya.
***
Acara resepsi diadakan jam 3 sore, jadi dua jam sebelum acara Y/n dan Mark sudah harus bersiap-siap untuk menganti pakaian dan mulai di make up.
Mark masuk kedalam kamar hotel yang sudah di jadikan menjadi ruang make up untuk pengantin, satu jam lagi acara resepsi segera di lakukan jadi Mark berinisiatif untuk mengecek keadaan Y/n.
Saat Mark memasuki kamar Y/n sudah selesai di make up jadi dia hanya menunggu untuk keluar dari kamar, Mark tersenyum kecil saat MUA keluar dari dalam kamar.
"So pretty." Mark berucap ketika berdiri tepat di belakang Y/n dan melihat wajah perempuan cantik itu dari pantulan cermin.
Y/n tersenyum menggelengkan kepalanya pelan, berdiri berjalan mendekati Mark. Walaupun sedikit kesulitan dengan gaun yang dia gunakan Mark dengan sigap membawanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
