FS || 65

656 48 0
                                        

Setelah mendapatkan hadiah mobil Y/n sekarang yang memaksa untuk mengantar Mark menuju kantornya walaupun tadi pagi menjadi perdebatan tapi akhirnya Mark yang mengalah dan mengiyakan kemauan istrinya itu.

"Udah sampe." Y/n menghentikan laju mobilnya tepat didepan lobi kantor Mark.

Mark mengangguk, dia melepaskan sealbeltnya lalu memajukan tubuhnya untuk mencium dahi istrinya itu, "Hati-hati dijalan ya,"

Y/n terkekeh. "Siap."

Mark keluar dari mobil, menunggu Y/n melajukan kendaraannya untuk keluar dari halaman kantor Mark.

"Pagi Pak." Sapa sang satpam yang sejak tadi berdiri disamping pintu masuk.

"Pagi." Mark mengangguk sopan. Lalu berjalan memasuki kantor menuju pintu lift.

Suara bunyi 'ting' dari dalam lift membuat tanda Mark harus segera keluar dari ruangan kotak besi itu, Dia melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya melewati beberapa kubikel divisi disana.

"Pagi Pak." Sapaan dari sektetarisnya itu.

"Pagi, hari ini jadwal saya sudah dikirim?"

Bella mengangguk. "Sudah saya email ya pak,"

"Oke, terima kasih." Setelah mengatakan itu Mark masuk kedalam ruangannya dan sudah ada beberapa berkas yang sudah Bella berikan kemari sore.

Hari ini Mark menghabiskan pekerjaannya hanya di kantor karena tidak ada jadwal meeting dari jadwal yang Bella berikan, jadi dia bisa mengecek beberapa berkas yang sempet tertunda ini.

Mark membaca dengan teliti berkas laporan dari beberapa divisi sampai ponsel yang tadi dia letakan di samping lengannya bergetar panjang bertanda telpon masuk, Mark melirik untuk melihat siapa yang menelponnya dan nama yang muncul di layar ponselnya itu adalah Jisung.

Lengannya mengambil ponsel meninggalkan berkas yang tadi sedang dia baca, mengeser ikon hijau itu.

"Halo." Sapaa Jisung dari seberang sana.

"Iya Ji, kenapa?"

"Aku ganggu ngga ka?"

Mark menggelengkan kepalanya walaupun Jisung tidak melihat pergerakannya itu, "Engga kok Ji, kenapa?"

"Aku mau nanya kak."

"Iya."

"Kakak yang taruh Credit card ditas aku ya?"

Mark terkekeh mendengar pertanyaan Jisung, Entah dia tidak pernah tahu kalau ternyata Jisung secuek ini karena Mark menaruh kartu tersebut saat dirinya mengatar Jisung ke bandara dan ini sudah satu bulan berlalu sejak mengatar Jisung.

"Kak." Panggil Jisung.

"Iya. Kaka yang taruh. Tapi itu udah lama banget Ji, kenapa baru tanya sekarang>?"

"Aku baru sempet beres, makanya baru sadar."

"Loh memang kemarin kamu kemana?"

"Keliling New York sama Chenle." Jawabnya, "Jadi ini Ccnya gimana ka?"

"Kamu simpan, itu buat kamu Ji,"

"Ih ka aku udah ada uang dari Kakak Y/n." Jelas Jisung.

"Uang yang dari kakak kamu simpan aja buat tabungan, kamu bisa pake Ccnya nanti." Ujar Mark. "Pake ya Ji, kalau engga kakak marah loh." Sambungnya lagi.

Mark mendengar suara helaan nafas dari Jisung. "Yaudah deh ka, makasih ya."

Mark akhirnya tersenyum. "Sama-sama Ji, hati-hati disana ya, kalau engga betah tinggal di apart bisa tinggal bareng sama orang tua kakak."

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang