"Jadi hari ini kamu mau kemana?" Mark memegang pinggang Y/n yang kini berdiri didepannya yang sedang memakaikan dasi untuknya.
"Engga tau, dirumah aja mungkin." Balas Y/n yang kini matanya masih focus pada pekerjaan yang dia lakukan. "Atau aku mau renang aja, udah lama kolom engga dipake juga." Jelasnya.
Mark mengangguk, "tadinya aku mau ajak kamu ke kantor."
Y/n mengusap dada bidang Mark sebagai tanda pekerjaannya telah selesai, "nanti siang aja aku ke kantor kamu sekalian makan siang bareng."
Mark mengangguk lagi lalu tersenyum, dan mengecup dahi Y/n sebelum melangkah mundur untuk mengambil jas miliknya yang tergeletak diatas tempat tidur.
"Aku tunggu ya." Ujar Mark sekali lagi sebelum benar-benar pergi dari hadapan Y/n, kini Mark sudah berada di dalam mobil siap untuk berangkat ke kantornya.
"Iya." Y/n menganggukan kepalanya. "Hati-hati Sayang." Ujarnya selanjutnya.
Setelah itu mobil Mark hilang dibalik pagar besi yang menjulang tinggi menutup rumah mereka, Y/n masuk kedalam rumah bersiap-siap untuk menganti pakaiannya dengan pakaian renang.
***
Mark mengecek ponselnya berkali-kali seperti menunggu pesan dari seseorang tapi sampai hamper jam makan siang orang itu tidak mengirimkan pesan apapun.
"Mau makan siang apa Pak, biar saya pesankan." Ujar Bella yang kini berjalan disamping Mark usai keluar dari ruang meeting.
"Engga usah, Bel. Nanti Ibu mau kesini." Jelas Mark. "Kamu kalau mau makan siang silahkan." Ujarnya lagi sebelum masuk kedalam ruangannya.
Mark duduk di sofa panjang depan meja kerjanya, dia memutuskan untuk menghubungi Y/n karena sejak tadi istrinya itu tidak mengirimkan kabar apapun mengenai dirinya yang akan kesini.
Baby <3
Sayang, kamu jadi kesini kan?
Kamu mau makan apa, biar aku yang pesanin nanti
Tidak ada satu pesan pun yang dibalas padahal Mark sudah mengirimkan pesan itu beberapa menit lalu, kini dia berjalan kearah jendela besar yang memperlihatkan kota Jakarta. Tangannya masih menggenggam ponsel menunggu balasan pesan dari Y/n tapi tidak ada satu pun pesan balasan yang masuk.
Mark berdiri menatap lalu lintas dan entah mengapa pikirannya melayang pada Y/n yang sedang berada dirumah, pikiran-pikiran buruk pun melintas dibenaknya tentang Y/n yang mungkin lupa melakukan pemanasan sebelum turun ke kolom dan mengakibatkan keram pada area tubuhnya atau pikiran buruk lainnya.
Mark membuka ponselnya dengan cepat menghubungi nomor Y/n, setelah beberapa sambungan terhubung tidak ada tanda-tanda akan dijawab membuat pikiran buruk dibenaknya meyakinkan.
Sayang, are u okay?
Kamu jadi kesini kan?
Y/n.
Aku lebih seneng kamu bilang ketiduran dari apa kenapa-napa
Babe?
Pesan-pesan yang tadi dia kirim pun tidak ada satu pun yang dibaca, membuatnya semakin gusar.
Mark mengambil jas dan tas kerjanya lalu berjalan cepat keluar dari ruangannya, dia sudah yakin akan mengecek keadaan Y/n secara langsung daripada dia harus menyesal nantinya tidak Y/n terjadi apa-apa.
Tiga puluh menit dalam perjalanan menuju rumahnya Mark akhirnya sampai di halaman rumahnya dia memarkirkan mobilnya asal dan keluar mobil dengan terburu-buru.
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight || Mark Lee NCT
FanfictionKisah tentang Mark Lee yang sudah empat tahun menyukai (Yourname), hanya dengan senyum manis perempuan itu mampu membuat hatinya kembali merasakan cinta. Akankah Mark dan (Yourname) bersama?
