FS || 13

921 85 0
                                        

Semakin hari ternyata keadaan Mark semakin kacau bahkan dia sudah berhalusinasi sepanjang hari, bahkan saat papanya menyita ponsel Mark dia sempat mencoba untuk membunuh dirinya sendiri dengan cara menyayat urat nadinya. Untungnya saat itu di ketahui oleh mamahnya jadi Mark bisa di selamatkan.

Setelah kejadian itu papanya sadar bahwa Mark sudah terasa sangat berbahaya untuk dirinya sendiri, bahkan Mark hanya menghabiskan waktunya di kamar saja. Ketika teman-temannya berkunjungpun Mark hanya menyapa sekilas lalu setelah itu Mark hanya diam menatap kosong.

Saat ini Mark hanya diam menatap halaman rumahnya dari balkon kamarnya, dia sudah duduk disini sudah lebih dari dua jam tapi rasanya tidak bosan untuk duduk disini berlama-lama.

"Mark Lee?" panggil papa yang entah sejak kapan masuk kedalam kamar Mark.

Mark hanya diam menoleh kearah papanya.

"Ganti baju dan siap-siap." Suruh papa.

Mark berdiri menatap papa. "Mau kemana?" tanya Mark.

"Psikiater."

Mark menggeleng. "Enggak mau, aku engga butuh itu."

Papa berdecak kesal, tapi mama terus memegang lengan suaminya itu. "Kau tidak bisa terus seperti ini, Mark."

"Memang aku ini kenapa? Aku enggak apa-apa pa."

"Mark kamu butuh melayanan itu."

"Aku engga mau." Mark berjalan menuju tempat tidurnya. "Aku sudah bahagia dengan keadaanku sekarang. Aku sudah berhasil menemukan Y/n."

"MARK LEE?!" Teriak papa.

"Y/n masih bersembunyi darimu, dan kau harus tahu menyebabnya itu kamu."

"Pa!" Mama berjalan medekat kearah Mark yang sudah gelisa sambil menutup kupingnya. Mempeluk putera semata wayangnya itu.

"Iya benar ini salah aku, salah aku." Ujar Mark terus mengulang-ulang kalimat yang sama.

Sementara papa berjalan keluar dari kamar Mark.

"Sayang dengarkan mama, oke." Mama menarik Mark untuk menatap dirinya. "Mama akan bantu kamu temui Y/n." Ujarnya.

Mark langsung tersenyum lebar dan menghapus air matanya. "Bener ma?"

Mama mengangguk.

"Iya sayang." Tangannya mengelus rambut Mark. "Tapi kau harus ikuti kemauna papamu ya."

Mark mengangguk sebagai jawaban.

***

Y/n baru saja sampai rumah sekitar jam empat sore, hari ini cuaca cukup tidak stabil hujan tiba-tiba saja datang untungnya Y/n sudah sampai rumah. Dia berjalan menuju kamarnya membuka gorden lebar-lebar menatap segerumuran air yang berjatuhan ke bumi terasa menyejukan tapi selalu ada kenangan di setiap momen yang dia jalani bukan?

Sore itu tiba-tiba saja hujan menguyur bumi tanpa aba-aba sekalipun. Mark dan Y/n yang sedang asik mengobrol bersama di taman langsung bergegas lari menuju parkiran. Tapi karena jarak dari parkiran dan taman cukup jauh membuat mereka basah kuyup juga.

Mark berlari sambil menutupi kepala Y/n tanpa dia sadari kepalanya sendiripun sudah basah, lalu saat itu Y/n berhenti dari larinya membuat Mark ikut berhenti juga.

"Kenapa sayang? Ayo!" Ujar Mark menarik tangan Y/n untuk lebih cepat lagi.

Y/n menatap wajah Mark. "Kita sudah basah juga, Mark. Kenapa harus lari lagi."

Dan hari itu adalah hari pertama mereka kembali ke masa kecilbermain hujan tanpa takut sakit dan dimarahi.

Y/n menutup gordennya tidak ada gunanya juga dia bersedih seperti ini, kalau dia bersedih seperti ini apa Mark juga sama? Pasti tidak. Pria itu pasti sedang berbahagia dengan Momo sekarang.

First Sight || Mark Lee NCTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang